ADVERTISEMENT

Kisah Pilu Istri Hamil 8 Bulan Diceraikan Suami yang Ingin Anak Laki-laki

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 03 Des 2022 07:00 WIB
Ilustrasi wanita cerai lepaskan cincin Foto anak-anak Hu dan suami. Foto: Dok. scmp.
China -

Seorang wanita hamil di China mengalami nasib pilu. Sang suami menceraikannya karena pria tersebut percaya anak yang ada di kandungannya adalah anak perempuan. Sementara suaminya ingin anak laki-laki dan sebelumnya dari pernikahan tersebut, sudah mendapatkan empat orang anak perempuan.

Suami wanita tersebut menceraikan istrinya karena ingin anak laki-laki untuk meneruskan keturunan. Dikutip dari South China Morning Post, wanita yang bernama Hu dari Beijing, China ini sudah memasuki usia 15 tahun pernikahan dengan suaminya.

Hu pun tak menyangka suaminya tidak gembira dengan kehamilan kelimanya. Sebab sang suami berharap anak kelimanya adalah anak laki-laki.

Foto Hu dan keempat anak perempuannya.Foto Hu dan keempat anak perempuannya. Foto: Dok. scmp.

Preferensi budaya untuk anak laki-laki tetap ada di China bahkan ketika ketidakseimbangan gender negara itu menghasilkan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Keluarga pria yang menceraikannya tersebut percaya bahwa seorang wanita harus melahirkan anak lelaki untuk meneruskan keturunan. Jika tidak, mereka dianggap tidak berbakti. Oleh karena itu suami yang jahat itu merasa kecewa ketika kandungan istrinya yang sudah delapan bulan diketahui berjenis kelamim perempuan.

"Suami saya berkata ingin menceraikan saya karena dia pikir bentuk perut saya menunjukkan saya hamil anak perempuan lagi. Katanya, dia takut jika benar dia memiliki anak perempuan karena dia satu-satunya anak laki-laki di keluarga besarnya," kata Hu.

"Dia juga mengatakan jika saya tidak dapat melahirkan bayi laki-laki untuknya, dia mau menikah lagi dan mendapatkan anak laki-laki dari wanita lain," ungkap Hu sedih.

Menurut Hu, dia terpaksa menerima keputusan suami untuk bercerai. Dia tidak langsung mengelak karena tak ingin terus dipaksa oleh suaminya. Suami Hu sering memukulnya dan selingkuh semenjak mereka mempunyai anak kedua.

Empat orang anaknya kini tinggal bersama Hu dan suaminya akan memberikan 1.000 yuan atau sekitar Rp 2,1 juta setiap bulan untuk nafkah ia dan keempat anaknya.

(gaf/eny)