ADVERTISEMENT

Viral, Istri Jadi Korban KDRT, Enggan Ceraikan Suami karena Terlalu Tampan

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 05 Des 2021 17:30 WIB
Ilustrasi KDRT Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Ada ungkapan yang berbunyi 'cinta itu buta'. Cinta membutakan mata hati kita sampai-sampai rela disakiti secara fisik oleh pasangan sendiri.

Seperti kisah viral seorang perempuan di China. Seperti dikabarkan China Press baru-baru ini, perempuan yang dirahasiakan namanya tersebut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Si Suami dengan teganya memukul, meninju, hingga menendang perempuan tersebut. Berkaca pada banyak kasus serupa, istri biasanya akan meninggalkan suaminya yang tindakan KDRT sudah tidak bisa ditoleransi.

Namun, perempuan tersebut malah memilih sebaliknya. Ia tetap bertahan, sekalipun sang suami malah telah mengajukan gugatan cerai terlebih dulu dengan alasan sudah tak dapat mempertahankan rumah tangga mereka.

Dalam gugatan tersebut, suami mengaku istrinya selalu mencurigai dirinya berselingkuh. Ia juga merasa privasinya terganggu sejak menikah.

Meski digugat cerai, sang istri tetap tak ingin berpisah. Alasannya, sang suami adalah cinta pertamanya. Tak hanya itu, ia juga menyebut suaminya sangat tampan seperti rapper dan aktor keturunan China-Kanada Kris Wu.

"Dia terlalu tampan, dan aku tidak bisa hidup tanpanya," kata wanita tersebut.

Semakin berat bagi dia untuk bercerai karena sedang berbadan dua. Ia merasa butuh sosok suami untuk membesarkan buah hati mereka. "Aku janji akan memberikan apapun yang dia mau, selama dia tak meninggalkanku," katanya.

Wanita Korban KDRT Harus Bersikap Tegas

Terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT ini, yang perlu diingat para wanita adalah pelaku tidak akan berubah sikapnya meskipun sudah meminta maaf. Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi, pernah menegaskan bahwa yang bisa memutus mata rantai adalah yang menjalani hubungan itu sendiri.

"Suami hanya bisa berubah jika suami itu yang memiliki niat dan menginginkan hal itu terjadi, istri bisa menghentikan dengan cara mengambil keputusan mau membuat suaminya terus melakukan perilaku tersebut dengan berbagi cara seperti meminta suami konseling atau terapi atau cara ekstrem dengan melaporkan sehingga akan ke ranah hukum," ujar Meity kepada Wolipop.

Jika banyak cara sudah dilakukan, namun suami tidak memiliki perubahan, Meity menyarankan kepada wanita dan istri untuk mengambil tindakan yang tegas. "Silakan pilih karena nggak ada yang bisa mengubah suami yang suka melakukan kekerasan jika bukan dari dirinya sendiri yang sadar menginginkan perubahan," pungkas Meity.



Simak Video "Angka Perkawinan dan KDRT di DIY Meningkat Tajam Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)