Viral Pria Sulsel Dilamar Wanita dengan Uang Rp 500 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 24 Nov 2021 15:00 WIB
Makassar -

Salah satu tradisi suku Bugis Makassar adalah uang panai atau yang biasa disebut juga uang panaik, ketika ingin menggelar acara pernikahan. Uang panaik tersebut merupakan simbol pemberian harta benda oleh calon mempelai pria kepada wanita.

Namun pasangan pengantin yang ingin menikah ini justru melakukan hal berbeda dari biasanya. Kisah mereka viral karena pihak calon mempelai pria yang mendapatkan uang panaik tersebut.

Seorang pria di Pinrang, Sulawesi Selatan ini viral karena dilamar wanita dengan mahar atau panaik sebesar Rp 500 juta. Dalam adat Bugis yang menyiapkan uang panaik seharusnya pihak pria. Lantas kenapa kini pihak wanita yang memberikan uang panaik pada pihak pria?

Kisah pria Sulsel yang mendapatkan uang panaik Rp500 juta.Kisah pria Sulsel yang mendapatkan uang panaik Rp500 juta. Foto: Dok. 20Detik.

H. Asmira sebagai ibu calon mempelai wanita menjelaskan soal pemberian uang panaik untuk pihak pria yang kini viral tersebut. H. Asmira mengungkapkan alasannya melakukan hal berbeda dari kebiasaan yang berlaku di Sulawesi Selatan.

"Karena saya suka mertuanya. Saya sudah lama kenal mertuanya. Anaknya baik. Lulus dari pesantren. Sifatnya baik, kerabat dari orangtua saya suka dia. Saya cari menantu seperti dia," ungkap H. Asmira kepada 20Detik.

Ibu calon mempelai pria, H. Diana mengungkapkan rasa bahagia karena anaknya akan dipersunting putri dari H. Asmira. H. Diana mengatakan putranya memang telah selesai menjalani pendidikan selama enam tahun di pesantren. Dan setelah lulus sekolah, putranya langsung merantau untuk kuliah di Jakarta.

"Ada hubungan keluarga, ya senang lah. Saya merasa bangga anak saya dilamar sama orang. Alhamdulillah karena anak saya ada di pesantren enam tahun di sana langsung ke Jakarta dia kuliah," kata H. Diana.

Kisah pria Sulsel yang mendapatkan uang panaik Rp500 juta.Kisah pria Sulsel yang mendapatkan uang panaik Rp500 juta. Foto: Dok. 20Detik.

Pengertian Uang Panaik

Biasanya besarnya uang panaik ditentukan oleh status pendidikan dan keturunan. Tradisi uang panaik yang biasanya diberikan oleh calon mempelai pria ini, menyiratkan bahwa tingginya uang panaik sebagai bentuk penghargaan terhadap wanita.

Tradisi ini juga mendorong agar calon mempelai pria mau bekerja keras. Namun karena tingginya uang panaik, banyak juga hubungan yang terpaksa putus karena tidak mampu dalam memenuhi syarat tersebut.

Sosiolog dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rahmat Muhammad, menjelaskan uang panai dikenal dalam tradisi pernikahan masyarakat Bugis-Makassar. Sejatinya, uang panai adalah perlambang penghormatan suku Bugis-Makassar terhadap kaum perempuan, diwujudkan secara spesifik sebagai penghormatan calon suami terhadap calon istri.

Uang panai juga merupakan wujud keseriusan pihak laki-laki yang hendak melamar anak perempuan dari suatu keluarga. Dihubungi terpisah, sosiolog Unhas Ramli AT menjelaskan bahwa masyarakat Bugis-Makassar mensyaratkan pria yang hendak menikah harus punya kemampuan finansial yang cukup.

"Laki-laki yang menikah itu istilahnya harus mampu 'mengelilingi dapur sebanyak tujuh kali', artinya punya kemampuan kemandirian ekonomi," kata Rahmat.

Uang panai beda dengan mahar, beda pula dengan seserahan. Peruntukan uang panai sepenuhnya ditujukan ke keluarga pihak perempuan.

Perlambang gengsi

Nominal uang panai bermacam-macam. Rahmat Muhammad menjelaskan, pada umumnya uang panai berkisar antara jutaan Rupiah hingga ratusan juta Rupiah. Nominal uang ini bakal diumumkan dalam salah satu prosesi. Maka uang ini juga menjadi perlambang prestise di tengah masyarakat.

"Dalam perkembangannya, angka itu menjadi simbol gengsi karena angka itu dipublish. Misalnya, seorang perempuan dilamar dengan uang panai sekian ratus juta Rupiah, itu menjadi simbol bahwa yang terlibat dalam pernikahan ini adalah orang mampu. Memang jumlah panai harus diumumkan," kata Rahmat.

(gaf/eny)