Viral Suami Ngamar Bareng Pelakor Digerebek, Ini Sebab Istri Nekat Melabrak

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 26 Jul 2021 16:45 WIB
Foto Sinta Rizki Dewi Arfiani dan Anoure AsLama. Foto: Dok.Instagram @lambe_turah.
Jakarta -

Aksi istri yang melabrak suaminya saat sekamar bersama pelakor jadi atensi netizen. Aksi melabrak suami dan pelakor ini viral setelah sang istri Sinta Rizky Dewi Afriani mengunggah videonya melalui akun Instagramnya @sintadearfiani.

Dalam video terlihat dia mengajak beberapa orang untuk membantunya menangkap basah suaminya yang sedang berduaan dengan seorang wanita. Suaminya disebutnya menyembunyikan keberadaan pelakor di balik pintu kamar.

"Pas gue sampe dan @bayuarfiant ngetok pintu lama banget dibukain ada kali 20 menitan buat si b**** bukain pintu. Keluar-keluar ternyata dia sudah cuci muka dan basahin rambut," tulis @sintadearfiani.

Buntut dari kejadian itu, sang suami yang bekerja sebagai pramugara Lion Air pun dipecat. Begitu pula selingkuhannya yang juga menjadi pramugari di maskapai penerbangan yang sama.

Setelah videonya viral, Sinta memberikan klarifikasi terkait aksinya menggerebek sekaligus melabrak suaminya yang sekamar bareng pelakor. Sinta menjawab tudingan soal aksinya yang dianggap mengumbar aib.

"Mba/mas yang berkomentar seperti itu, gw cuma mau bilang semua orang punya hak untuk dikasih kesempatan, mau sekali atau dua kali, dan gw mencoba itu kemarin, sampai akhirnya gw rasa cukup kesempatan yang gw kasih. Terlebih gw sedang hamil jadi belum bisa urus proses perceraian untuk saat ini," jawabnya.

Penyebab Istri yang Diselingkuhi Sampai Nekat Melabrak

Perselingkuhan memang hal yang sangat menyakitkan. Dan saat pasangan berselingkuh, pastinya emosi akan tersulut. Sehingga yang kerap terjadi adalah istri yang diselingkuhi melakukan aksi melabrak atau menggerebek pasangannya bersama pelakor.

Dalam pandangan psikologi, ada penyebab kenapa pada akhirnya istri sampai melakukan aksi menggerebek atau melabrak pasangan yang berselingkuh ini. Menurut Psikolog Ratih zulhaqqi, MPsi yang mendorong seorang wanita atau istri melabrak perebut istri orang atau pelakor adalah karena status kepemilikan.

"Kenapa bisa sampai melabrak? Bisa jadi karena si wanita ini merasa ada yang menganggu ketentraman hubungannya, ada juga perampasan hak milik mungkin, perasaan emosi. Jika kita ada di posisi itu pasti juga akan merasakan kesal. Ya pastilah kalau kita berada diposisi seperti itu pasti kita merasa kesal. Jadi yang lebih mendorong biasanya sisi emosi," ungkap Ratih kepada Wolipop baru-baru ini.

Keuntungan dari melabrak pelakor, menurut Ratih tergantung definisi melabrak itu sendiri, apakah mengajak berkelahi dan ingin melakukan klarifikasi.

"Kalau dikembalikan kata dasar melabrak. Kata dasarnya itu kan labrak itu mendatangi secara langsung dengan cara memukuli secara tidak beraturan, mengata-ngatai atau mencela dengan keras, menyerang, menghantam lawannya dengan hebat. Tapi sebenarnya ada manfaatnya atau tidak, balik lagi ke individunya. Jika tujuan untuk meluapkan emosi ya nggak ada manfaatnya. Masih banyak cara lain untuk bisa mengekspresikan emosi negatif yang dia punya," ujarnya.

"Tetapi kalau misalnya tujuannya klarifikasi, menyelesaikan secara kekeluargaan, ya pasti ada manfaatnya masalah menjadi selesai. Tetapi kan tidak semudah itu maksudnya situasi melabrak selingkuhan tidak semudah membalikan telapak tangan. Nggak yang smooth ya, nggak mungkin kecuali sosok wanitanya itu berjiwa besar banget," tambah Ratih.

Ratih mengatakan jika memang seorang istri yang diselingkuhi sampai harus melakukan pelabrakan atau penggerebekan, cobalah tetap mengontrol emosi. Jangan sampai si istri malah melakukan tindakan tidak terkontrol seperti melakukan kekerasan.

"Karena pelakor itu juga masih mempunyai hak asasi manusia. Dan kalau Anda melakukan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol, maka tidak ada bedanya Anda dengan wanita yang telah merusak hubungan itu. Jadi harus lebrak dengan carayang elegan, Anda harus bisa menbedakan anatara diri Anda dengan dirinya sebagai pelaku, terus kemudian tetap kontrol emosi dan berpikir logis," jelas Ratih.



Simak Video "Pasangan Selingkuh, Siapa Salah?"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)