Jadi Kontroversi, Wanita Afrika Selatan Dipertimbangkan Boleh Poliandri

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 29 Jun 2021 16:16 WIB
Polyamorous relationship. Modern partnership love. Confident woman dominating over two men. Foto: Getty Images/iStockphoto/igor_kell
Jakarta -

Afrika Selatan dilaporkan tengah mempertimbangkan ulang isi undang-undang mengenai pernikahan. Mengejutkan, pemerintah tengah mengajukan persetujuan untuk melegalisasi poliandri atau wanita punya lebih dari satu suami. Hal ini tentu menjadi kontroversi terutama di kalangan orang-orang konservatif. Tak hanya boleh punya banyak suami dikatakan jika wanita di Afrika Selatan bisa menikahi beberapa pria sekaligus dalam waktu bersamaan.

Dilansir CNN, usulan mengenai legalisasi poliandri dimaksudkan untuk membuat pernikahan di Afrika Selatan lebih 'inklusif'. Dalam laporannya disebut bahwa kini Afrika Selatan mengadopsi budaya pernikahan dari Barat dan Kristen Calvinis. Karena itu, aturan pernikahannya tidak didasarkan pada nilai-nilai konstitusional dan pemahaman dinamika masyarakat modern.

Dalam dokumen juga dibahas mengenai aturan diperbolehkannya pernikahan di bawah umur tapi tidak jika salah satu pasangan yang ingin mengubah jenis kelamin sebagai beberapa kekurangan lain. Untuk mendukung aturan-aturan baru tersebut, Kementerian Urusan Dalam Negeri mengaku telah berkonsultasi dengan pemimpin tradisional hingga aktivis HAM.

Rancangan undang-undangan ini pun mendapat tentangan dari berbagai pihak. Salah satu yang paling lantang adalah bintang acara reality Musa Mseleku yang memiliki empat istri. Dalam YouTube-nya, ia mengaku setuju dengan kesetaraan tapi merasa akan ada masalah dengan anak.

"Ini akan menghancurkan budaya Afrika. Anak itu akan jadi milik keluarga yang mana? Bagaimana mereka tahu identitas mereka? Lebih dari itu, kita adalah orang-orang spiritual. Spirit kami, pencipta kami memastikan bahwa kami diciptakan dengan cara ini. Pemikiran itu asing," kata pria yang dianggap munafik karena berpoligami itu.

Hal serupa sebenarnya juga diungkap beberapa pemimpin tradisional yang mengatakan jika poliandri bukan tradisi dari Afrika. Sedangkan profesor yang melakukan riset mengenai poliandri berpendapatan jika hal ini bisa jadi tidak bisa dilegalisasi karena lingkungan Afrika belum siap untuk kesetaraan yang sebenarnya. "Kita tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan wanita yang tidak bisa kita kontrol," ujarnya Collis Machoko.

Ketika meneliti budaya poliandri di Zimbabwe, Profesor Collis Machoko mendapati ada sekitar 20 wanita yang punya beberapa suami. Di sana, hal itu pun dianggap tabu dan tidak legal. Biasanya wanita lah yang menginisiasi hubungan poliandri dan mengajak pria lain untuk bergabung dalam pernikahannya. Di sana, para suami tetap harus memberi nafkah atau berkontribusi pada rumah tangga.

Beberapa alasan suami mengizinkan istri menikah lagi hampir sama seperti poligami. Dikatakan jika ada suami yang mengaku tidak bisa memuaskan istri secara seksual dan karena masalah kesuburan.

(ami/ami)