Kontroversial! Demi Bisa Menikahi Anak Sendiri, Orangtua Ini Ajukan Gugatan

Hestianingsih - wolipop Kamis, 15 Apr 2021 12:46 WIB
Ilustrasi Fokus Inses Sulsel (Andhika Akbarayansyah/detikcom) Ilustrasi Inses Sulsel. Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom
New York City -

Inses atau hubungan sedarah dilarang secara agama maupun hukum di berbagai negara. Tapi seorang warga New York nekat mengajukan gugatan demi bisa menikahi anak kandungnya.

Orangtua yang tidak disebutkan identitas maupun gender nya ini melayangkan gugatan ke pengadilan federal Manhattan pada 1 April 2021. Dia meminta hakim untuk menyatakan bahwa hukum perkara inses berstatus 'inkonstitusional' sehingga orangtua bisa menikahi keturunan biologis mereka dalam upacara resmi di New York City.

"Melalui melalui ikatan abadi pernikahan, dua orang, seperti apapun hubungan yang mereka punya satu sama lain, bisa mendapatkan level ekspresi, keintiman dan spiritualitas yang lebih besar," demikian ditulis orangtua tersebut dalam dokumen gugatannya, seperti dilansir Independent.

Penggugat menuliskan bahwa dia dan anak kandungnya yang ingin menikah ini memilih tidak membeberkan identitas mereka. Keduanya hanya melampirkan foto calon mempelai. Namun menekankan bahwa mereka adalah orang dewasa yang sudah cukup umur untuk menikah.

"Pasangan yang mengajukan ini adalah orang dewasa. Pasangan yang mengajukan ini adalah orangtua dan anak biologis. Mereka tidak bisa beranak-pinak," tulis penggugat.

Dokumen tersebut juga menyebut orangtua dan anak yang dimaksud sebagai pasangan PAACNP (Parent and Adult Child Non-Procreationable) yang artinya, keduanya tidak bisa memiliki keturunan. Ia juga mengklaim kondisi itu bisa menghilangkan sisi manusiawi mereka jika tidak bisa menikah secara legal.

Sementara itu, hubungan sedarah atau inses termasuk dalam tindak kriminal tingkat tiga di bawah hukum New York. Pelanggarnya bisa dipenjara hingga empat tahun. Pernikahan sedarah juga tidak diakui secara hukum dan orang yang melanggarnya bisa terancam hukuman penjara enam bulan.

Sementara itu, orangtua dan anak kandung yang mengajukan gugatan, belum mendaftarkan pernikahan mereka maupun tunangan secara resmi. Sebab mereka ingin mendapatkan izin terlebih dahulu dari pengadilan.

Namun pakar hukum pernikahan Eric Wrubel mengatakan bahwa permohonan tersebut mustahil dikabulkan. "Tidak akan terjadi," tuturnya.

(hst/hst)