Kisah Fans Rose Blackpink Tewas Tertembak Saat Demo Antikudeta Myanmar

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 14 Mar 2021 16:41 WIB
Lin Htet Foto: (dok. YG Entertainment)
Jakarta -

Para fans merayakan rilisnya album solo pertama Rose Blackpink yang telah lama dinantikan. Sayangnya tak semua Blink (sebutan penggemar Blackpink) bisa menikmati karya terbaru Rose yang memecahkan berbagai rekor. Seorang pria yang dikenal sebagai fanboy Rose Blackpink dilaporkan tewas di hari idolanya meluncurkan 'On The Ground' setelah ditembak oleh tentara Myanmar.

Aksi demonstrasi antikudeta diketahui sedang berlangsung di Myanmar. Laporan terbaru menyebutkan paling tidak 12 orang tewas akibat penembakan polisi yang berusaha melawan demonstran. Ramai dibicarakan bahwa salah satu korbannya adalah mahasiswa 19 tahun yang merupakan fans Rose Blackpink. Sesama penggemar pun menyesalkan pria bernama Lin Htet itu harus kehilangan nyawa saat membela negara dan tidak sempat menikmati debut solo idolanya.

Kematian Lin Htet yang dikatakan adalah korban tewas dalam demonstrasi antikudeta Myanmar banyak dibicarakan di Twitter. Berbagai cuitan menyebutkan jika ia dikenal sebagai fans berat yang sangat menantikan debut solo Rose Blackpink. Remaja bahkan dilaporkan sudah menabung uang untuk bisa memiliki single album wanita 24 tahun itu yang bertajuk '-R-'.

Salah satu orang yang melaporkannya adalah Wai Min Eain. Dalam cuitannya ia mengungkap jika pria tersebut sedang memperjuangkan demokrasi di Myanmar tapi sayangnya tewas dalam pertempuran. Dikatakan jika Lin Htet sempat membicarakan pemilik nama asli Park Chae Young tersebut di hari-hari terakhirnya.




"Dia bilang pada temannya, 'Rose sangat cantik pakai baju putih.' dalam percakapan terakhirnya. Dia bilang dia akan berusaha beli album solo Rose," tulisnya.




Lin Htet merupakan mahasiswa tahun kedua yang kuliah di Yadanarbon University Geology. Menurut berbagai cuitan, fanboy Rose Blackpink ini tewas pada 11 Maret lalu setelah tertembak di bagian kepala oleh militer Myanmar. Prosesi pemakaman telah dilakukan di rumahnya meski sebenarnya pihak militer belum memberikan jasadnya.

Sesama Blink, ikut berduka dengan tewasnya Lin Htet. Banyak orang mendoakan kepergian pria tersebut sekaligus menyebarkan kewaspadaan mengenai apa yang sedang terjadi di Myanmar.

(ami/ami)