Viral Curhat Istri Dianggap Orang Lain oleh Suami, Hanya untuk Urus Anak

Hestianingsih - wolipop Senin, 10 Agu 2020 06:30 WIB
Thoughtful woman at home - copyspace Ilustrasi wanita menangis. Foto: iStock
Jakarta -

Seorang pengguna Facebook menulis cerita miris tentang istri yang dianggap orang lain oleh suaminya sendiri. Tulisan yang di-posting di laman grup Komunitas Bisa Menulis itu kini viral dan jadi perhatian netizen.

Berawal dari kisah yang ditulis pemilik akun Lania Yandri Prihasti dengan judul 'Aku Hanya Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suamiku', nasib seorang istri dengan nama samaran Yanti ini membuat netizen prihatin. Pasalnya sang suami hanya menganggap dia sebagai 'orang lain' yang mengasuh anak-anaknya dan bukan keluarga.

Berikut cerita lengkapnya:

AKU HANYA ORANG LAIN YANG KEBETULAN DIURUS SUAMIKU

"Assalamualaikum..."

"Walaikumsalam pak..."

"Ini bu jatah bulan ini..."

"Iya terima kasih pak..."

Begitulah, aku Yanti ibu rumah tangga yang sudah 10 tahun dititipi uang belanja oleh suamiku. Ya, hanya dititipi sebesar 3 juta rupiah. Karena uang itu hanya boleh dibelanjakan untuk kepasar, jajan 2 anak, dan kebutuhan rumah lainnya. Tidak ada hakku, aku hanya harus pintar-pintar mengirit uang itu supaya ada lebihan untuk kebutuhanku sendiri.

Anak pertamaku 8 tahun, anak keduaku 2 tahun. Entah berapa gaji suamiku, aku tidak pernah tau. Pokoknya jatahku 3 tahun terakhir ini hanya 3 juta. Awal-awal pernikahan hanya 1 jutaan, tahun-tahun berikutnya naik 2 jutaan, kemudian 3 jutaan sampai sekarang.

Suamiku seorang karyawan bank, yang sudah bekerja selama 15 tahun. Posisinya saat ini di bank adalah pemberi kredit kepada nasabah.

Satu-satunya angin segar adalah ketika suami mendapat THR dari kantornya. Biasanya aku diberi jatah 2 juta untuk belanja keperluan lebaran, seperti baju baru untukku dan anak-anak.

Dari semenjak berumah tangga, suami tidak pernah terbuka soal keuangan. Pernah suatu ketika, saat itu kami pulang kampung kerumah mertuaku, orang tua suamiku di Jawa Tengah.

Kebetulan hanya tinggal ibu mertua saja yang tinggal bersama adik suamiku yang juga janda. Ketika itu suami memberikan uang 50 ribu padaku, uang itu maksudnya untuk diberikan kepada ibu mertua melalui aku sebagai istri.

Aku pikir tidak pantas memberi orang tua hanya 50 ribu, apalagi kami jarang pulang kampung. Akhirnya aku tambah dengan uang belanjaku 150 ribu, sehingga aku memberikan 200 ribu kepada ibu mertuaku.

Tapi ternyata, ketika aku sedang menyusui anakku dikamar depan, aku mendengar percakapan ibu mertuaku dengan adik iparku.

Ibu diwenehi piro neng mas Andi?"

"Diwenehi sejutoo, tapi yanti yoo wenehi meneh rongatus..."

Deeegg...saat itu aku sangaaat kecewa. Bukannya melarang suami memberi uang kepada ibunya, tapi kenapa harus ngumpet-ngumpet dibelakangku?

Didepanku seolah-olah hanya memberi 50 ribu, tapi dibelakangku?

Suamiku memang bukan orang yang boros, aku tahu uang gaji dan bonusnya ia tabung. Untuk kebutuhan anak-anakpun memang tidak pernah pelit.
Asal minta pasti dikasih. Karena itulah kadang aku sedikit korupsi. Misal anak-anak hanya butuh 200 ribu, aku minta 300 ribu. Uang lebihan itu aku simpan, untuk aku berikan juga sewaktu-waktu jika mengunjungi orang tuaku. Karena jika tidak begitu, suamiku tidak pernah pengertian untuk memberi uang kepada orang tuaku ketika kami berkunjung.

Bahkan saat uang belanja yang dititipi padaku itu tidak cukup sampai akhir bulan, pasti keluar kata-kata pamungkasnya,

"Tanggal segini udah habis aja, jangan boros-boros donk bu!"

Aku bukan tipe istri yang suka foya-foya. Pakai skin care tidak pernah, beli baju pun hanya saat lebaran. Tapi kenapa suamiku sangat tertutup untuk urusan keuangannya? Takut aku habiskan kah?

Kadang jika sedang jengkel, aku suka marah juga. Sering aku bilang pada suamiku,

"Kalau istri ga boleh tau, ga boleh nikmatin uang suami, buat apa kamu nikah??? Mending bujangan aja terus biar bisa nikmatin sendiri uangnya!"

Tapi yaa begitulah suamiku, yang sampai 10 tahun pernikahanku tidak pernah aku tahu berapa gaji suamiku, berapa bonus suamiku, berapa THR suamiku, dan berapa saldo tabungan suamiku.

Dan kemarin, aku dapat info dari temanku. Suamiku berkomentar di salah satu grup, bahwa anak adalah darah dagingnya, sedangkan istri hanyalah orang lain yang kebetulan harus diurus.

Ya Allah... tak bisa ku bendung lagi air mataku. Sesak dadaku, sakit hatiku. Pantas selama ini suamiku sikapnya seperti itu. Ternyata selama ini, 10 tahun aku mengabdi, hanya dianggapnya sebagai orang lain.

Dalam catatan penutupnya, sang penulis mengklaim bahwa cerita yang ditulisnya itu berdasarkan kisah nyata, dengan perubahan nama, tempat, kejadian dan sedikit dibumbui fiksi. Kisah wanita bernama samaran Yanti yang diunggah pada 6 Agustus 2020 ini pun mengundang reaksi banyak netizen.

Ada yang ikut emosi, sedih, hingga tidak habis pikir dengan prinsip yang dipegang suaminya.

"Astg mbak author.. akuh yg bcax emosi sedih pkox campur.. itu laki2 yg ksi jdi suami otakx dmn yah?? Bisa2x bpikir bgtu?? Ya Allah.." tulis netizen di kolom komentar.

"Gila ada rupanya suami seperti itu yaa.salut sama istrinya yg bisa mengelola uang jatah sperti itu," komentar netizen lain.

"Bnyk yg sperti itu... Jalan kluarnya jd wanita dg kemampuan finansial mandiri. Cape nadah terus k suami.." tutur netizen lagi.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)