Kata Youtuber Sabrina yang Viral Dikritik Promosikan Perkawinan Usia Anak

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 16 Mei 2020 17:05 WIB
sabrina sosiawan Adhiguna dan Sabrina. Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina
Jakarta -

Pasangan YouTuber Adhiguna dan Sabrina Sosiawan jadi kontroversi karena unggahan soal pernikahan mereka yang bertajuk 'Adhiguna dan Sabrina: Dilema Menikah Saat SMA'. Keduanya menuai kritik karena dianggap mempromosikan perkawinan usia anak.

Dalam video yang dibagi menjadi tiga episode tersebut, diceritakan bahwa Adhiguna yang berusia 25 tahun, menikahi Sabrina saat ia masih 16 tahun. Dianggap mengglorifikasi dan mendukung perkawinan anak, mereka banjir kritikan dari netizen termasuk seorang relawan perlindungan anak.

Menanggapi ramainya kritikan, Adhiguna dan Sabrina pun memberikan penjelasan di seri video mereka yang keempat. Video yang diunggah pada Jumat (15/5/2020) itu berisikan klarifikasi tentang pernikahan mereka dan diberi judul '7 Pertimbangan Sebelum Berani Nikah Muda'.

Di video tersebut Sabrina mengatakan bahwa ia mengambil keputusan untuk menikah dengan Adhiguna secara sadar dan bertanggungjawab. Bahwa dia sudah cukup mengenal sang suami, bukannya menikahi orang yang sama sekali asing.

Adhiguna dan SabrinaAdhiguna dan Sabrina. Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina


"I don't marry a stranger. Orangtua kami mendukung dan memberi izin pada pernikahan kami. Alasannya keluarga kami adalah kerabat dekat dan sudah saling kenal hampir lebih dari 30 tahun. Artinya dalam pernikahan kami aku tahu betul siapa orang yang akan aku nikahi dan siapa keluarga baruku," tutur Sabrina di awal video.

Sabrina pun mengimbau agar para penonton video nya yang termotivasi ingin menikah muda benar-benar memikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Sebab tidak semua pasangan akan memiliki kehidupan pernikahan yang sama. Dia pun mengaku kisah pernikahan bersama Adhiguna mungkin hanya dialami olehnya.

"Jika setelah menonton ini kalian kepikiran untuk nikah muda, aku sangat menyarankan ada baiknya kalian merenung dan berpikir sejenak tentang mimpi yang ada di benak kalian. Tujuan video ini adalah mengembalikan angan dan mimpi yang mungkin sudah melayang ke angkasa, Untuk kembali berpijak ke Bumi," jelas wanita yang sebelum menikah, menjalani bisnis jastip ke luar negeri ini.

"Kami beropini bahwa kisah kami hanya terjadi satu kali dalam 10.000 pernikahan. Di mana pasangan suami-istri berumur 25 dan 16 tahun dapat menikah tanpa paksaan, dengan izin orangtua, kesadaran akan edukasi yang cukup memadai, kesehatan medis, kemampuan finansial, dan tentunya cinta," lanjutnya.


Adhiguna menambahkan bahwa pernikahan mereka berlangsung pada 26 Agustus 2019. Dia menjelaskan, itu terjadi tepat beberapa minggu sebelum Undang-undang Pernikahan yang baru saja direvisi diresmikan.

"Undang-undang baru mengatur ambang batas minimal menikah di Indonesia, untuk laki-laki tetap 19 tahun dan wanita jadi 19 tahun. Ada selisih 3 tahun dari tadinya 16 tahun jadi 19 tahun. Gue dan Sabrina juga menghimbau kalian untuk mengikuti peraturan ini. Tanpa batas minimal itu pernikahan kalian mungkin tidak bisa diresmikan KUA," jelas Adhiguna.

Keduanya pun menekankan ada sedikitnya tujuh poin yang harus benar-benar diperhatikan ketika memutuskan untuk menikah muda. Pertama, adalah selektif dalam memilih pasangan. Kedua, menikah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tiga, mementingkan pendidikan dan cita-cita.

Adhiguna dan SabrinaAdhiguna dan Sabrina. Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina


Keempat, memastikan mental sudah cukup siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Lima, punya kesiapan dan rencana finansial yang sudah pasti dan solid. Keenam, memeriksakan kesehatan fisik dan memastikan organ reproduksi dalam kondisi sehat dan siap untuk menjadi istri serta ibu. Terakhir yang ketujuh, adalah menikah atas dasar cinta.

"Ini bukan masalah nikah tepat waktu, tapi menikah di waktu yang tepat. Jangan meniah dengan orang yang kalian anggap, 'oh gue bisa hidup dengan dia' tapi nikahi orang dengan mikir, 'oh tanpa dia gue nggak bisa hidup,'" tukas Adhiguna.

Dia juga menegaskan bahwa pernikahan bukanlah sebuah lomba atau kompetisi. Bahwa siapa lebih cepat menikah dia lah yang lebih hebat.

"Jadi gue mohon banget kalian hangan sampai ada perasaan tertinggal dari Sabrina. Mohon banget jangan sampai kalian jadikan kami sebagai pacuan, mohon banget jangan jadikan kami sebagai alasan untuk memaksakan takdir kalian," tuturnya.

Sebab ia meyakini bahwa setiap orang adalah pemeran utama dari hidupnya sendiri. Adhiguna dan Sabrina menekankan agar penonton video YouTube mereka pada akhirnya akan bertemu jodoh yang tepat.

"Percayalah jodoh nggak akan tertukar," pungkasnya.



Simak Video "Orang Kaya! Tasya Farasya Nggak Tahu Uang Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)
DRooftalk
×
Bintang Mahaputera Untuk Duo Fadli-Fahri
Bintang Mahaputera Untuk Duo Fadli-Fahri Selengkapnya