Drama Melabrak Pelakor

Kontrol Emosi, Ini yang Harus Dilakukan Setelah Labrak Suami Bersama Pelakor

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 12 Jan 2020 16:01 WIB
Ilustrasi istri melabrak pelakor. Foto: iStock Ilustrasi istri melabrak pelakor. Foto: iStock

Jakarta - Merasa sedih atau marah adalah respons alami ketika seorang istri mengetahui pasangannya berselingkuh. Salah satu cara yang dilakukan para istri untuk meluapkan kemarahan tersebut adalah dengan melakukan aksi melabrak suami bersama selingkuhannya atau istilah masa kininya, pelakor.

Saat melabrak suami bersama pelakor ini, wanita akan dihadapkan pada situasi canggung. Setelah meluapkan segala emosi pada suami dan sang selingkuhan, apa yang harus dilakukan? Apakah harus memaksa suami untuk ikut pulang bersama? Atau membiarkannya tetap bersama sang selingkuhan?

Psikolog Ratih Zulhaqqi, MPsi mengatakan sebaiknya diajak suami berdiskusi dengan empat mata.

Saran Psikolog untuk Para Istri yang Mau Melabrak Suami Bersama PelakorFoto: Dok. iStock

"Dari hasil diskusi itu misalnya Anda bisa melihat sikap suami Anda sebenarnya seperti apa. Apakah dia sedang memperjuangkan hati Anda atau sebenarnya sebaliknya. Nah, dari situlah keputusannya untuk menilai. Kalau dia tetap memilih pelakor, tidak usah dibawa pulang. Toh ketika Anda menikah pun memiliki seutuhnya seseorang tetapi Anda sedang belajar membangun hubungan dan untuk bisa sukses dalam menjaga hubungan harus adanya trust atau kepercayaan," kata Ratih.


Ketika suami pada akhirnya setuju untuk meninggalkan sang pelakor, istri yang dikhianati pastinya harus kembali menata hati dan mengontrol emosi. Saat emosi sudah mereda, buat kesepakatan baru bersama suami.

"Kalau pola komunikasinya positif biasanya penyelesaiannya dengan cara membuat kesepakatan baru kemudian menerima situasinya. Ada beberapa orang yang punya semacam batas toleransi. Misalnya saat suaminya ketahuan pertama kali selingkuh, dia maafin tetapi kalau untuk kedua kalinya dia kasih warning, dan ketiga baru minta talak itu misalnya," jelas Ratih.
Saran Psikolog untuk Para Istri yang Mau Melabrak Suami Bersama PelakorFoto: iStock

Saat istri akhirnya setuju untuk mempertahankan pernikahan setelah mengetahui suami selingkuh, bangunlah kepercayaan pada pasangan. Tak perlu terlalu kepo karena masa lalu suami yang tergoda wanita lain

"Bukan berarti kita kepo selama 24 jam, enggak. Tetapi bagaimana kita build trust, kita berusaha untuk tetap percaya bahwa suami kita tidak melakukan hal yang sama lagi. Walaupun kita tetap maintain dengan cara ngobrol, diskusi, jadi hubungannya bisa lebih terjaga," jelas Ratih saat dihubungi Wolipop, Kamis (9/1/2020).


Ratih juga menyarankan untuk para istri banyak berdoa kepada Allah SWT. Mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa bisa memberikan ketenangan dan kelancaran hidup.

"Berdoa paling utama, berdoa hubungan pernikahan agar selalu diberkati dengan Tuhan, diridhoi oleh Allah, dikasih keselamatan dan dilindungi. Karena yang berkaitan dengan hubungan dan itu kaitanya dengan manusia lain. Kita nggak bisa meminta dia 100% akan setia dan menjaga hatinya buat kita. Jadi kita meminta kepada yang punya hati, yang bisa membolak-balikan hati kita. Supaya kita bisa lebih trust dan lebih secure di dalam hubungan itu. Dan berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik dan melakukan sesuatu dengan untuk kebaikan bersama dan insya Allah sih, ke depannya pasti akan mendapatkan orang yang terbaik juga. Jadi sikap optimis dalam hubungan itu penting lho dalam suatu hubungan," ucap Ratih.

Ratih memberikan saran bagi wanita yang sedang menghadapi kasus perselingkuhan ini agar tetap jalani setiap keputusan yang telah diambil dan terus melanjutkan hidup dengan harapan baru dan optimis.
Saran Psikolog untuk Para Istri yang Mau Melabrak Suami Bersama PelakorFoto: iStock

"Yang pasti harus liat tujuannya apa dan bagaimana setelah tahu pasangannya selingkuh. Terus kemudian kalau memilih untuk menjalankan itu ya sudah accept. Ketika sudah meng-accept Anda tidak boleh mengeluh, tinggal bagaimana Anda melakukan strategi-strategi untuk bertahan dalam situasi itu," ujarnya.


Saran selanjutnya, Ratih menambahkan, pasangan perlu mengingat hal baik yang telah dilakukan bersama. Kemudian coba untuk flashback dan belajar untuk memafkan.

"Bukan berarti melupakan, karena memaafkan itu masalah hati, melupakan itu masalah otak atau pikiran. Kalau misalnya kita bilang memaafkan kita berusaha untuk percaya dan pasangan kita akan bangkit ke sesuatu lebih baik," pungkas Ratih.

Simak Video "Wah! Ramai Dijual Kaus dan Parfum Anti Pelakor "
[Gambas:Video 20detik]
(hst/eny)