Lika-liku Taaruf

Sisi Lain Taaruf, Kisah Wanita Taaruf Tapi Tak Berujung Pernikahan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 08 Des 2019 09:31 WIB
Kisah Marizka, dua kali taaruf tapi tak berakhir dengan pernikahan. Foto: Gresnia Arela/Wolipop
Jakarta - Taaruf berasal dari kata ta'arafa - yata'arafu. Artinya saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan. Namun proses taaruf tidak selalu berujung ke jenjang pernikahan, jika kedua pasangan tersebut tidak menemukan kecocokan dan kemantapan hati.

Wanita bernama Marizka Witya Putrini, atau akrab disapa Rizka salah satu wanita yang gagal menikah meskipun sudah menjalani tahapan taaruf. Bukan hanya sekali, bahkan Rizka sudah pernah dua kali mencoba proses taaruf dan keduanya tak berakhir ke pernikahan.

Rizka mengenal proses taaruf sejak 2018. Proses Taaruf pertamanya, dijalaninya hanya sampai tahapan bertuka CV melalui WhatsApp.

"Kalau taaruf pertama itu aku cuma sampai proses CV atau data diri, visi-misi pernikahan, hal-hal yang disukai dan tidak disukai, dan kriteria idaman pasangan. Prosesnya tidak sampai satu bulan," kata Rizka saat bertemu dengan Wolipop di Citywalk, Sudirman, Jakarta Pusat (4/12/2019).

Marizka berbagi kisah taarufnya yang belum berakhir dengan pernikahan.Marizka berbagi kisah taarufnya yang belum berakhir dengan pernikahan. Foto: Gresnia Arela/Wolipop


Wanita 26 tahun ini mengungkapkan kenapa taaruf pertamanya gagal setelah bertukar CV. Dia mengaku, dirinya dan pria yang mengajaknya taaruf saat itu tidak merasa cocok. Setelah ia mencoba salat istikharah pun hati keduanya tidak bergetar.

Tidak pantang menyerah dan terus mencari pasangan hidup yang terbaik melalui taaruf, Rizka mencoba untuk taaruf kembali dengan teman satu kantornya. Dan teman kantornya yang lain mencoba sebagai mediator keduanya.



"Ya sudah aku dan pria itu kemudian bertukar CV. Setelah itu kita saling bertanya hingga akhirnya menemukan kecocokan. Karena kita sudah saling mengenal, jadi tidak ada nadzor atau melihat. Dan dia sudah menunjukkan keseriusannya dengan datang ke rumah aku dan bertemu dengan orangtuaku," jelas wanita yang bekerja sebagai content writer itu.

Anak pertama dari dua bersaudara ini menuturkan awalnya proses taarufnya yang kedua ini berjalan mulus. Bahkan di antara kedua pihak sudah ada obrolan mengenai persiapan pernikahan.

"Kita sudah ngobrol-ngobrol soal mahar, nanti tinggal di mana, pembagian nafkah, tanya-tanya soal kepribadian, keluarga dan temannya. Sudah bahas adat pernikahan juga dan urusan rumah tangga banget lah! Setelah itu baru rundingan dengan kedua orangtua masing-masing," ungkap Rizka.

Setelah berunding dengan kedua belah pihak keluarga masing-masing, Rizka mendapatkan kabar yang tidak sesuai dengan harapannya dari calon pasangannya tersebut. Si pria meminta maaf karena mengaku tidak bisa melanjutkan ke tahapan taaruf selanjutnya yaitu khitbah atau lamaran.

"Rizka maaf ya aku nggak bisa lanjut ke proses selanjutnya, karena aku dan keluarga kurang menemukan kecocokan dari keluarga," begitu perkataan si pria yang diingat Rizka.

Dengan lapang dada dan ikhlas, Rizka mengaku tidak terpukul dan merasa kecewa meskipun proses taarufnya yang kedua kembali tak berakhir dengan pernikahan.

"Proses taarufnya berhenti selama hampir satu bulan pengenalan dan cuma sampai di situ saja taaruf aku yang kedua ini," ucapnya.

Rizka mengaku sebelumnya pernah pacaran. Namun dia kemudian mantap taaruf karena tujuan taaruf sudah jelas akan menuju jenjang pernikahan dan tidak ada fitnah serta terhindar dari perbuatan zina.

"Karena rata-rata kalau pacaran niatnya bukan untuk menikah kan? Kayak cuma mengenal. Tapi kalau sudah cocok baru menikah. Kalau nggak cocok selesai sampai di situ saja. Dan taaruf itu kan laki-lakinya tersortir dan memang punya visi untuk menikah. Bukan main-main saja dan punya tujuan yang jelas," kata Rizka.





Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)