Wanita Ini Buat Gaun Pengantin dari Parasut yang Selamatkan Suaminya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 27 Nov 2019 18:49 WIB
Foto pernikahan Ruth Hesinger dan Claude Hesinger. Foto: facebook Belinda Webb Foto pernikahan Ruth Hesinger dan Claude Hesinger. Foto: facebook Belinda Webb
Jakarta - Gaun pengantin biasanya dibuat dengan menggunakan kain satin, chiffon, tulle, organza atau velvet agar terkesan elegan dan cantik. Namun berbeda dengan pengantin yang satu ini. Ia menggunakan kain parasut terjun payung yang dipakai sang suami saat perang dunia II untuk membuat gaun pengantinnya.

Gaun pengantin unik bersejarah itu kini dipamerkan di Museum Smithsonian Institution, Washington, Amerika Serikat. Adalah sang mempelai wanita, Ruth Hesinger yang mengirimkan gaun itu setelah pihak museum meminta berbagai benda dari parasut di era Perang Dunia II.

Dalam sejumlah wawancara, Ruth mengungkapkan kisah haru di balik gaun pengantinnya yang berbahan parasut terjun payung itu. Parasut tersebut digunakan suaminya, Claude Hesinger (saat itu masih menjadi kekasihnya), untuk menyelamatkan diri saat mesin pesawatnya terbakar ketika dia menjalankan misi pada 1944.

Ruth menyambut bahagia lamaran Claude tersebut. Namun dia sedikit khawatir saat menerima permintaan Claude untuk membuat gaun pengantin dari parasut yang berbahan nilon. Ruth kemudian menemukan inspirasi dari gaun yang ia lihat di sebuah department store. Dia dia berhasil menciptakan gaun pengantin yang menakjubkan dari bahan parasut. "Hensinger tidak melihatnya sampai saya berhasil menyulap kain parasut tersebut," katanya.

Pada 19 Juli 1947, Ruth pun berjalan menyusuri lorong menuju pelaminannya dengan memakai gaun pengantin parasut. Dia tetap memesona bak putri kerajaan meski gaunnya terbuat dari bahan yang tidak biasa.

Beruntung dia dan kru pesawatnya bisa selamat dari musibah tersebut, meskipun pilot pesawat mengalami beberapa luka ringan. Setelah peristiwa itu, Claude kembali ke markas dan mengirimkan parasut yang ia pakai untuk menyelamatkan diri kepada ibunya.


Mengenang momen mencekam tersebut, Claude menyimpan kain parasut yang telah menyelamatkan nyawanya. Setelah perang usai, Claude pulang ke Pennsylvania, Amerika Serikat dan ia mulai berkencan dengan Ruth, wanita yang telah dikenalnya sejak mereka masih kecil.

Sekitar satu tahun setelah mereka pacaran, veteran Perang Dunia II itu menyerahkan pada Ruth sebuah kotak. Tetapi di dalam kotak itu bukan sebuah cincin.

"Saya ingin kamu membuat gaun pengantin dari parasut saya. Kain parasut itulah yang telah menyelamatkan hidup saya," kata Hensinger.
Selanjutnya
Halaman
1 2