Percaya Nggak Percaya, Ini 7 Mitos yang Bisa Bikin Pasangan Gagal Nikah

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 15 Agu 2019 18:01 WIB
Ilustrasi. Foto: Thinkstock Ilustrasi. Foto: Thinkstock

Jakarta - Indonesia dikenal dengan beraneka ragam kebudayaan yang masyarakatnya masih memegang nilai-nilai dan tradisi adat. Hal ini menyebabkan beberapa masyarakat Indonesia kerap berpegang teguh dan percaya pada mitos yang mungkin belum tentu terjadi dan tidak semuanya benar.

Termasuk dengan mitos-mitos yang terkait dengan pernikahan. Tak sedikit generasi orangtua masih meyakini mitos-mitos adat istiadat budaya yang dianutnya saat ingin menikahkan buah hatinya.

Hal ini tentunya berdampak langsung bagi setiap pasangan yang ingin menikah, namun terhalang dengan nilai-nilai kepercayaan budaya yang diyakini keluarganya. Bahkan beberapa pasangan terpaksa harus mengakhiri hubungan asmaranya karena mitos dan tradisi adat. Berikut beberapa mitos tentang pernikahan di Indonesia yang perlu kamu ketahui.

1. Weton

Weton seringkali digunakan untuk menunjuk ramalan yang berasal dari kebudayaan Jawa berdasarkan perayaan hari kelahiran dalam perhitungan kalender Jawa. Bagi masyarakat Jawa, saat akan melangsungkan pernikahan maka ada perhitungan weton untuk menentukan kecocokan pasangan.

Nantinya, berdasarkan perhitungan weton itu bisa diramalkan bagaimana nasib kehidupan pasangan tersebut. Bisa berjodoh atau juga tidak cocok. Namun, hasil weton yang memperlihatkan ketidakcocokkan membuat beberapa masyarakat percaya jika pernikahan tersebut sebaiknya dibatalkan.

2. Posisi Rumah

Pada beberapa daerah di Jawa, posisi rumah menjadi salah satu faktor penentu dalam pernikahan. Selain posisi rumah calon mempelai yang berhadapan dilarang untuk menikah, ada juga mitos tentang arah rumah.



Mitos yang disebut ngalor ngulon (utara barat) ini diyakini masyarakat Jawa sebagai pertanda buruk. Konon katanya calon pengantin yang letak rumahnya ngalor ngulon dilarang untuk menikah karena bisa menimbulkan kemalangan pada kehidupannya setelah menikah.

3. Pernikahan di Tahun Kabisat

Melaksanakan pernikahan di tahun kabisat dipercaya oleh orang-orang Jawa sebagai salah satu pantangan. Mereka yang meyakini mitos ini percaya bahwa menikah di tahun kabisat menyebabkan pasangan akan berpisah.



4. Kembar Buncing

Salah satu aspek kebudayaan tradisional Bali tentang kepercayaan kembar buncing atau manak salah menyatakan bahwa anak yang kembar pria dan perempuan harus dinikahkan. Karena kelahiran kembar buncing akan mengakibatkan bahaya, maka mereka harus dinikahkan (incest) bila saatnya tiba.


5. Tak Boleh Menikah di Tahun yang Sama

Ilustrasi pasangan pengantin JawaIlustrasi pasangan pengantin Jawa Foto: Dok. iStock


Menurut adat Jawa ada kepercayaan bahwa tidak boleh ada kakak beradik yang menikah dalam tahun sama. Salah satunya pun harus mengalah untuk menikah dengan pasangannya di tahun berikutnya.

6. Nikah di Bulan Syuro

Masih dalam tradisi dan adat Jawa, menikah di bulan syuro juga harus dihindari. Bulan syuro atau muharram dipercaya sebagai salah satu bulan keramat yang tak diperbolehkan untuk melangsungkan pernikahan, jika dilanggar maka dapat mendatangkan malapetaka di antara dua keluarga.

7. Pernikahan Siji karo Telu (Jilu)

Anak pertama dan anak ketiga bagi kepercayaan masyarakat Jawa dilarang untuk menikah. Jika pernikahan ini berlangsung maka beberapa masyarakat percaya bahwa kehidupannya akan memiliki banyak cobaan.

Simak Video "Tren Baru, ''Kupinang Kau dengan Saham''"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)