Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pentingnya Bicara Soal Uang dengan Pacar Sebelum Menikah

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 20 Sep 2017 18:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Tahukah Anda bahwa 47 persen konflik dalam pernikahan disebabkan oleh masalah finansial? Tak sedikit pula bahtera rumah tangga yang harus kandas di tengah jalan, lagi-lagi karena uang.

Fakta yang berdasarkan survei konsultan psikologi WeCan itu menunjukkan betapa masalah uang sangat menentukan keharmonisan sebuah pernikahan.

Menurut ahli perencanaan finansial Andreas Hartono, keuangan seharusnya tidak menjadi masalah apabila pasangan sudah saling terbuka terkait kondisi finansialnya bahkan sebelum menikah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika kedua belah pihak sepakat untuk menikah adalah waktu yang tepat bagi pasangan membahas keuangan," ujar Andreas dalam diskusi #BicaraUang yang digelar Permata Bank di World Trade Center 2, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (20/9/2017).

Mendiskusikan uang dengan pasangan, kata Andreas, sangat penting untuk meminimalkan konflik-konflik finansial yang bisa mengganggu keharmonisan pernikahan kelak. Di samping itu, pembahasan semacam ini juga perlu demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika sudah berkeluarga.

"Pasangan harus saling terbuka berapa jumlah gajinya. Dengan begitu, pengaturan masuk-keluarnya akan lebih mudah," terang Andreas.

Banyak faktor yang mengurunkan niat seseorang mengungkit masalah keuangan dengan pasangan. Salah satunya takut dicap sebagai pribadi yang materialistis oleh pasangannya.

Belum lagi karena budaya yang menganggap haram membicarakan isi kantong orang lain. Faktanya, tambah Andreas, keuangan adalah topik tertabu kedua untuk dibahas di tengah keluarga setelah seks.

Lantas bagaimana mengajak pasangan untuk membahas topik yang sensitif ini?

"Sebelum berdiskusi, pastikan mood pasangan sedang bagus. Mungkin Anda dapat membahasnya saat kencan atau berlibur keluar kota," saran Faradita Khrisnanda, psikolog sekaligus Content Development Director WeCan.

Lalu, jangan langsung menembak pasangan dengan pertanyaan soal jumlah gaji agar tidak terkesan 'matre'. "Mulailah dengan membicarakan rencana-rencana untuk masa depan, misal soal rumah. Lalu tanya, apakah dengan gaji masing-masing cukup untuk menyicil rumah. Dari situ, kita bisa mengorek berapa besar gajinya," jelas Faradita.

Jika pasangan terkesan menghindar atau melantur, lanjut Faradita, bisa dipastikan kondisi finansialnya sedang tidak beres.

Andreas menambahkan, selain lewat percakapan, Anda juga dapat membaca keuangan pasangan dari gaya hidupnya. "Seberapa sering dia gonta-ganti ponsel, atau bagaimana dia bertransaksi, lebih sering pakai tunai, debit, atau kartu kredit," ungkap Andreas.

(dng/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads