Pasangan Ini Bercerai Karena Punya Anak Terlalu Tampan, Kok Bisa?

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 07 Agu 2017 17:20 WIB
Foto: Thinkstock
China - Memiliki anak yang tampan dan cantik bagi sebagian orangtua adalah suatu kebanggaan tertentu. Namun orangtua di China ini merasa curiga jika buah hatinya itu bukanlah anak kandungnya karena si anak terlalu tampan.

Seorang ibu bernama Zhang dan mantan suaminya menuntut uji tes DNA karena tidak mengerti bagaimana anak laki-lakinya sangat begitu tampan. Zhang mengungkapkan bahwa sejak anak itu lahir, teman dan keluarganya selalu terkejut melihat betapa berbedanya anak itu. Selama bertahun-tahun, semua komentar tersebut menaburkan benih keraguan di benak suaminya dan mempengaruhi keharmonisan pernikahannya.

Banyaknya argumen dan komentar orang lain yang menyatakan anaknya terlalu tampan ini merusak hubungan Zhang dan suaminya. Selain itu, sang suami juga merasa jika Zhang telah berselingkuh dengan pria lain dan curiga anaknya itu merupakan hasil hubungan gelap istrinya. Hingga akhirnya, Zhang dan suaminya resmi bercerai pada 2004.

"Anakku memiliki mata yang besar dan hidung yang mancung. Ayahnya tidak terlalu tampan dan rupanya sangat berbeda dengan anakku," kata Zhang kepada Kan Kan News.

Pada 2011, meski telah bercerai, mereka akhirnya memutuskan untuk mencari tahu kebenaran dengan melakukan tes darah. Hasil test menunjukkan bahwa pria yang bernama Wang Ye ini bukanlah darah daging dari suami Zhang. Baik Zhang dan Wang Ye sangat terpukul dengan hasil tersebut dan tak percaya. Pada 2016, mereka melakukan test lagi namun hasilnya tetap sama.
Pasangan Ini Bercerai Karena Punya Anak Terlalu Tampan, Kok Bisa?Wang Ye Foto: Ist.

Hati Zhang sangat hancur dan terpukul karena selama 28 tahun ini ia membesarkan anak yang bukan anak kandungnya sendiri. Zhang curiga bahwa Wang Ye telah tertukar di rumah sakit bersalin.

Pada bulan lalu Zhang mengajukan tuntutan hukum pada rumah sakit bersalin Shanghai, tempat dirinya melahirkan dengan menuduh rumah sakit tersebut telah membuat kesalahan fatal karena mencampur bayi yang baru lahir dan meminta 1,3 juta yuan (Rp 2,5 miliar) sebagai kompensasi.

Zhang mengingat bahwa setelah melahirkan caesar pada Februari 1989, bayinya diambil darinya untuk tes. Ketika bayi itu dikembalikan kepadanya tiga hari kemudian, dia menolak ASI dari Zhang dan harus diberi ASI oleh ibu lain.

Sementara itu, rumah sakit tersebut mengatakan bahwa jika pihaknya melakukan kesalahan, akan bertanggung jawab dan berjanji untuk membantu Zhang menemukan anak kandungnya, juga membantu Wang bertemu orang tua kandungnya. Namun beberapa informasi dan catatan tentang apa yang terjadi pada waktu itu sangat sulit untuk ditemukan kembali. (agm/agm)