Liputan Khusus Persiapan Pernikahan

Rumus Menghitung Porsi Makanan untuk Pesta Pernikahan

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 14 Okt 2016 14:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Dalam menentukan anggaran biaya pesta pernikahan, jumlah porsi makanan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Jika terlalu sedikit memesan katering, banyak tamu undangan yang tidak kedapatan makanan ketika datangnya telat. Namun jika makanan dipesan terlalu banyak, dikhawatirkan akan berlebihan dan mubazir.

Putri Arina selaku founder dari The Bride Dept memberikan rumus menentukan porsi makanan dalam menggelar pesta pernikahan, agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Seperti apa?

"Pertama kamu harus tahu jumlah undangan. Misalnya mau undang 500 orang, terus dikalikan dua dulu. Jadi anggapannya ada 1000 orang yang datang," tutur wanita yang biasa disapa Inda dalam acara Wolipop Women's Lounge di Largo Bistrot, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/10/2016).

Biasanya, dari total undangan yang disebar, hanya sekitar 85 persen tamu yang hadir ke resepsi pernikahan. Dengan demikian, dari total 1000 orang, ada sekitar 850 orang tamu yang akan datang ke pesta pernikahan. Hal itu berarti, ada sejumlah 850 porsi makanan yang dipesan.

Setelah itu, Inda menyarankan untuk membagi porsi makanan tersebut dengan rasio 60 : 40. 60 persen dari total pemesanan dialokasikan untuk menu prasmanan, sedangkan 40 persennya dialokasikan untuk menu food stall atau gubukan.

"Jadi dari 850 porsi yang dipesan, 60 persennya atau 510 porsinya untuk menu prasmanan dan 40 persen atau 340 porsi untuk food stall. Karena biasanya satu orang akan mendatangi tiga food stall," kata wanita 28 tahun ini.

Sedangkan untuk menu favorit di food stall, menurut ibu satu anak ini tidak ada salahnya untuk menambah porsi lebih banyak. "Makanan yang selalu ada di pesta pernikahan biasanya kambing guling, sate, atau bakso. Nah, itu bisa dibanyakin porsinya. Misalnya dari 100 porsi jadi 150 porsi," pungkas Inda.

(itn/itn)