Pesta Pernikahan Unik
Agar Orangtua Setuju Saat Pasangan Ingin Gelar Pernikahan Non Tradisional
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 15 Apr 2016 17:16 WIB
Jakarta
-
Pesta pernikahan di Indonesia umumnya digelar dengan melalui prosesi adat atau secara nasional (tanpa prosesi adat). Dengan menggunakan rangkaian adat tersebut, resepsi pernikahan yang digelar terasa sakral.
Tetapi kini, banyak pasangan muda yang ingin menggelar pernikahan dengan tema unik dan tidak biasa. Misalnya saja pesta ala pengantin Jepang lengkap dengan kimono sebagai busana pengantin, atau pesta ala kerajaan seperti cerita-cerita di dalam negeri dongeng.
Jika para pengantin ingin menggelar pesta yang kreatif tersebut, bagaimana dengan para orangtua yang turut bersanding di pelaminan? Bagaimana pendapat mereka tentang hal ini?
Marlyn Rahayu, pemilik dan pendiri jasa penyelenggara pernikahan Marlyn Production berpendapat, saat ini para orang tua sudah banyak yang berpikiran lebih terbuka dan modern. Mereka tidak ragu-ragu untuk memfasilitasi pernikahan anak-anak mereka sekaligus menikmati pesta yang diselenggarakan.
Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia
"Tetapi tak dipungkiri banyak juga yang masih ingin melangsungkan tradisi. Biasanya mereka akan melangsungkan dua kali pesta. Pertama, mereka akan menggelar pesta yang mengusung tradisi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan tema unik yang biasanya tidak mengundang orang banyak," ujarnya saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Senin (11/4/2016).
Wanita yang berdomisili di Bali ini mengaku belum pernah bertemu dengan klien yang orangtuanya menolak untuk menggelar pesta pernikahan unik. "Selama ini belum pernah ketemu yang kurang setuju. Kalau kepercayaan terhadap warna dan angka kadang masih ada, tapi orang tua zaman sekarang sudah sangat modern. Mereka kebanyakan mendukung," tambah wanita 45 tahun itu.
Namun Michael William pernah berhadapan dengan orangtua yang kurang mendukung anak mereka menggelar pernikahan unik itu. Pendiri sekaligus pemilik wedding organizer Finest Organizer itu pernah mendapatkan klien yang menggelar pesta pernikahan terinspirasi dari anime serta budaya Jepang. Tetapi sang orangtua tampak kurang setuju.
"Menurut saya hal itu adalah pembicaraan yang harus didiskusikan secara baik-baik. Kalau mau dibilang win-win solution tidak bisa, agak sulit karena perbedaan pendapatnya jauh. Menurut saya lebih baik orangtuanya mengalah," katanya saat dihubungi Wolipop, Rabu (13/4/2016). (int/eny)
Tetapi kini, banyak pasangan muda yang ingin menggelar pernikahan dengan tema unik dan tidak biasa. Misalnya saja pesta ala pengantin Jepang lengkap dengan kimono sebagai busana pengantin, atau pesta ala kerajaan seperti cerita-cerita di dalam negeri dongeng.
Jika para pengantin ingin menggelar pesta yang kreatif tersebut, bagaimana dengan para orangtua yang turut bersanding di pelaminan? Bagaimana pendapat mereka tentang hal ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia
"Tetapi tak dipungkiri banyak juga yang masih ingin melangsungkan tradisi. Biasanya mereka akan melangsungkan dua kali pesta. Pertama, mereka akan menggelar pesta yang mengusung tradisi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan tema unik yang biasanya tidak mengundang orang banyak," ujarnya saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Senin (11/4/2016).
Wanita yang berdomisili di Bali ini mengaku belum pernah bertemu dengan klien yang orangtuanya menolak untuk menggelar pesta pernikahan unik. "Selama ini belum pernah ketemu yang kurang setuju. Kalau kepercayaan terhadap warna dan angka kadang masih ada, tapi orang tua zaman sekarang sudah sangat modern. Mereka kebanyakan mendukung," tambah wanita 45 tahun itu.
Namun Michael William pernah berhadapan dengan orangtua yang kurang mendukung anak mereka menggelar pernikahan unik itu. Pendiri sekaligus pemilik wedding organizer Finest Organizer itu pernah mendapatkan klien yang menggelar pesta pernikahan terinspirasi dari anime serta budaya Jepang. Tetapi sang orangtua tampak kurang setuju.
"Menurut saya hal itu adalah pembicaraan yang harus didiskusikan secara baik-baik. Kalau mau dibilang win-win solution tidak bisa, agak sulit karena perbedaan pendapatnya jauh. Menurut saya lebih baik orangtuanya mengalah," katanya saat dihubungi Wolipop, Rabu (13/4/2016). (int/eny)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Istri Ceraikan Suami Usai Lihat Bukti Perselingkuhan Dari Promosi di TikTok
Viral Verificator
Prewedding Unik di Pasar Viral, Netizen Tak Menyangka Hasilnya Seindah Ini
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































