Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tema Pesta Pernikahan Unik

Gelar Pesta dengan Tema Unik, Apakah Mengurangi Kesakralan Pernikahan?

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 15 Apr 2016 09:54 WIB
...
Foto: Dok. Marlyn Production
Jakarta - Pesta dengan tema-tema unik seolah menjadi satu tren yang kini banyak diterapkan dalam menggelar resepsi pernikahan. Di Indonesia, ada banyak tema unik yang menjadi inspirasi sebuah pernikahan, mulai dari yang bergaya ala penganting Jepang, pesta dengan tema piknik, hingga pesta ala tahun 70'an.

Biasanya, tema-tema unik tersebut diterapkan oleh para pengantin yang ingin menghelat pesta pernikahan sesuai keinginan dan impian mereka. Mereka tak lagi menggelar resepsi secara adat atau nasional. Lalu bagaimana dengan kesakralan dari momen bahagia yang dijalani satu kali seumur hidup itu? Apakah tema pesta berpengaruh kepada kesakralan pernikahan?
 
Marlyn Rahayu, pemilik sekaligus pendiri jasa penyelenggara pernikahan Marlyn Production berpendapat bahwa mengadakan resepsi pernikahan dengan tema-tema yang unik dan lucu sama sekali tidak mengurangi kesakralan sebuah pernikahan. Menurutnya, tema unik tersebut justru memberikan nilai lebih dari sisi keindahan.

"Dan juga kelihatan lebih romantis. Kalau difoto dan direkam juga lebih indah dilihat karena dekorasinya juga unik," paparnya saat diwawancara Wolipop melalui e-mail, Senin (11/4/2016).

Lebih lanjut, wanita yang sudah menggeluti bisnis perencanaan pernikahan sejak 15 tahun lalu itu menilai, kesakralan sebuah pernikahan akan tetap terjaga karena sifatnya yang seremonial. Artinya, dilaksanakan sesuai dengan keyakinan dan adat dari para calon pengantin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tergantung dari pelaksanaannya saja, apakah sudah sesuai dengan adat dan aturan yang berlaku," tambah wanita 44 tahun ini.

Pendapat berbeda datang dari Michael Williams, pendiri sekaligus pemilik jasa penyelenggara pernikahan Finest Organizer. Ia berpendapat bahwa pesta pernikahan bertema tak biasa itu bisa dibilang sedikit mengurangi kesakralan.

"Sebenarnya tidak terlalu mengurangi. Tapi kalau kita lihat dari sudut pandang berbeda, kalau pola pikirnya masih lebih acara adat mungkin saja bisa mengurangi kesakralan," tutur pria yang sudah bergelut di dunia wedding organizer sejak tujuh tahun lalu itu saat dihubungi Wolipop, Rabu (13/4/2016).

Lantas bagaimana solusi yang bisa dilakukan? Pria 35 tahun ini menyarankan untuk tetap tidak menghilangkan susunan acara yang memang umum dilakukan saat menggelar resepsi pernikahan.

"Ada beberapa bagian yang tetap kami lakukan jadi kami tetap memiliki pakemnya. Misalnya ada wedding cake, prosesi masuk dan kata sambutan itu masih ada," ringkasnya. (int/hst)
Tags
...
Hide Ads