Viral Verificator
Viral Jasa Bride Assistant Mulai Rp 350 Ribu, Solusi Nikah Tanpa WO
Momen pernikahan sering kali diwarnai rasa panik dan stres akibat banyaknya detail acara yang harus diurus. Memahami kebutuhan calon pengantin yang mendambakan kelancaran tanpa harus menyewa Wedding Organizer (WO) berskala besar, seorang wanita melihat peluang usaha baru yang menjanjikan dengan menjadi Personal Bride Assistant.
Melalui unggahan di akun Instagram @nice_bride.assistant, ia menawarkan jasa pendampingan secara intensif demi memastikan pengantin wanita dapat menikmati hari spesialnya dengan tenang dan bahagia. Peran seorang Personal Bride Assistant berfokus pada kenyamanan dan kebutuhan pribadi pengantin wanita dari sebelum hingga selama acara berlangsung.
Tugasnya sangat beragam, mulai dari membantu persiapan berbusana-seperti mengenakan gaun, veil, dan aksesori-melakukan touch-up riasan, mengatur manajemen waktu acara, hingga mengurus properti penting seperti buket bunga, cincin, dan seserahan. Selain itu, asisten pribadi ini juga siap membawa perlengkapan darurat seperti tisu, jarum pentul, serta parfum untuk mengantisipasi berbagai situasi tak terduga di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran jasa asisten pengantin pribadi ini bisa menjadi solusi praktis bagi para calon pengantin yang ingin memangkas anggaran tanpa mengorbankan kenyamanan di hari pernikahan. Tak hanya menangani hal-hal teknis dan komunikasi dengan vendor maupun keluarga, Personal Bride Assistant juga berperan sebagai pendamping setia yang memberikan dukungan emosional. Dengan begitu, pengantin wanita dapat terbebas dari stres dan fokus menikmati momen sekali seumur hidupnya sebagai "ratu sehari".
Unggahan ide usaha menjadi bride assistant tersebut sudah ditonton lebih dari 245 ribu kali dan mendapatkan beragam komentar dari warganet.
Jasa Personal Bride Assistant kini jadi peluang usaha baru untuk bantu calon pengantin tanpa WO agar tetap tenang dan fokus di hari bahagianya. Foto: Dok. Instagram @nice_bride.assistant. |
"Kalo aku sih kayanya bakal naro tas itu di tempat yang mudah dijangkau yaa.. Ketika acara, yang dibutuhkan satset dan kefektifannya.. Soalnya tissue, minum, kuas, dan barang lainnya ga selalu dipake setiap saat kan.. Kalo kata orang sunda malah 'rimbil', semua barang dibawa tapi ga dibutuhkan setiap saat..
Misalnya tissue, kalo udah tau kebutuhan, semua BA pasti membuat tissue segitiga, bukan di bawa sama bungkusnya..
Trus minum, kalo udah ngerti workflownya pasti tau bride kapan hausnya dan diperbolehkan untuk minum..
Tapi, salut sama effortnya.. sukses terus ya kakk 👏👏," kata pengguna Instagram @diranindiya.
"Kaaaak maaf tp bukannya touch up terkait makeup tugasnya dari mua ya kaaaak ? Takutnya salah nge brush heheheee," tanya akun @gemahwedding.event.organizer.
"Best ini! Totalitas bangettt 💕💕💕," kagum akun @byadelinisti.
Konfirmasi Wolipop
Di balik lini usaha inovatif ini, ada sosok Khoerotun Nikmaa (31), wanita asal Kalirejo, Lampung Tengah. Nikmaa mengungkapkan bahwa usaha yang diberi nama Bride Assistant ini tergolong baru, yakni berjalan sekitar dua bulan. Berbekal pengalamannya yang sudah lama berkecimpung di industri pernikahan, ia jeli melihat kebutuhan calon pengantin yang sering kali terabaikan.
"Ide ini terlintas saja kak karena sebelumnya kita kan memang bekerja di bidang jasa (wedding decoration & MUA), jadi aku melihat ini sebagai peluang yang bagus," ujar Nikmaa saat diwawancarai oleh Wolipop.
Bukan tanpa alasan Nikmaa memberanikan diri membuka jasa asisten pengantin pribadi ini. Ia kerap menyaksikan calon pengantin yang memilih tidak menggunakan jasa Wedding Organizer (WO) berakhir kebingungan dan kewalahan mengurus detail pribadi mereka saat hari pernikahan.
"Kita jadi personal helper untuk bride, membantu mengurus keperluan bride selama prepare dan acara berlangsung. Sering banget melihat bride tanpa bride assistant ini benar-benar kebingungan. Di lokasi kan tidak semua keluarga atau teman fokus ke pengantin. Jadi, dengan adanya kita, mereka merasa terbantu dan bisa lebih fokus ke acara spesialnya," jelasnya.
Meski sempat menuai pro dan kontra dari warganet yang menganggap persiapan peralatan kerjanya terlalu berlebihan, Nikmaa menanggapinya dengan santai. Baginya, persiapan matang adalah bentuk apresiasi untuk klien. Menariknya, kehadiran Nikmaa di lapangan justru disambut hangat oleh vendor lain seperti photographer dan MC karena membuat koordinasi acara jadi lebih cepat dan rapi. Namun, ia tidak menampik bahwa pekerjaan ini membutuhkan stamina yang kuat.
"Pekerjaan ini terlihat simple, tapi percayalah ini sangat menguras tenaga, apalagi kita kerja berdiri 6-9 jam dan memastikan selama acara semua kebutuhan pengantin ter-handle," tutur Nikmaa.
Bagi calon pengantin yang tertarik memakai jasanya, Nikmaa menawarkan harga yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp350 ribu hingga Rp600 ribu tergantung paket yang dipilih. Syaratnya pun cukup mudah, calon pengantin hanya perlu membayar uang muka (DP) untuk mengamankan tanggal acara.
"Yang jelas, dengan adanya Bride Assistant, buat pengantin yang tidak menggunakan jasa WO, trust me ini sangat worth it," pungkas Nikmaa mengakhiri perbincangan.
(gaf/eny)











































