Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Malangnya Nasib Pengantin Ini yang Mengalami Kebotakan Jelang Pernikahan

Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 25 Agu 2015 14:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Pernikahan menjadi momen yang ditunggu sebagian besar wanita. Pada hari yang sudah dinantikan ini, wanita pun ingin tampil istimewa dan sesempurna mungkin. Namun bagaimana jika suatu hal yang tidak diharapkan terjadi? Hal inilah yang dialami Ellie Baker, pengantin asal Inggris.

Ellie merencanakan hari pernikahannya yang digelar pada Mei 2013 lalu dengan bahagia. Dia sama sekali tidak merasa stres ketika mulai mempersiapkan hari bahagianya dengan pasangannya, Daniel Baker. "Aku bahkan tidak mengerjakan apapun. Kami hanya memilih lokasi dan warna, sisanya dikerjakan oleh calon ibu mertuaku," ujar wanita 35 tahun itu.

Stres baru dirasakan Ellie, ketika suatu pagi setelah selesai mandi, dia menyadari rambutnya rontok dalam jumlah cukup banyak. Kerontokan rambut tersebut sampai membuat ada sedikit kebotakan pada kepalanya. Dia pun langsung mengunjungi dokter untuk mengatasi masalah rambutnya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kunjungan keduaku, aku direkomendasikan ke ahli onkologi. Dan aku didiagnosa menderita alopecia areta," kata Ellie. Alopecia areata yang dideritanya merupakan penyakit autoimun yang menyerang kulit kepala dan bagian tubuh lain hingga menyebabkan kerontokan rambut tubuh.

Kabar dari dokter mengenai penyakitnya itu benar-benar membuatnya shock. Apalagi kerontokan rambut itu terjadi di saat pernikahannya sudah ada di depan mata. Dan lebih buruknya, kerontokan rambutnya semakin parah.

"Aku membayangkan berjalan ke pelaminan dengan area rambut yang mengalami kebotakan. Kehilangan rambut sebelum pernikahan menjadi mimpi terburuk semua pengantin. Hal itu membuatku stres dan kerontokan semakin parah," tutur Ellie.

Ellie kemudian menjalani pengobatan untuk mengatasi kerontokan rambutnya. Wanita yang kini sudah menjadi ibu tiga anak itu menggunakan stereoid. Namun obat tersebut hanya berhasil mengatasi setengah kebotakannya. Beruntung ada teman dekatnya, Chelsea Woodrow yang membantunya. Sang teman mencarikan rambut tambahan (extension) yang bisa disematkan di area kepalanya yang mengalami kebotakan.

"Aku sangat lega karena rambut itu cukup efektif dan orang tidak bisa melihat kebotakanku. Orang-orang juga tidak menyadari rambut tambahan itu," kata wanita yang tinggal di Devon, Inggris itu.

Setelah berhasil mengatasi kerontokan rambutnya, Ellie kini bergabung dengan kelompok penderita Alopecia di Inggris. Bersama kelompok tersebut, dia menguatkan sesama penderita Alopecia lainnya. Dan pada November 2014 lalu, dia mendirikan kelompok lokal di kotanya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads