Intimate Interview
Kompromi, Kunci Marissa Nasution Jaga Hubungan Rumah Tangga Awet
Resmi menyandang status sebagai seorang istri sejak Agustus 2014, Marissa Nasution mengaku tidak mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya pasca menikah. Baik dalam kebiasaan sehari-hari maupun soal pekerjaan. Menikahi pria yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya, wanita blasteran Jerman-Batak ini menyatakan tidak mengalami kendala yang berarti untuk beradaptasi dari kehidupan sebagai lajang dan kini bersuami.
Adaptasi itu rupanya telah ia 'latih' saat dalam masa pacaran dengan Warren Conrad yang merupakan pria asal Australia. Pertemuan yang intens ketika masih berstatus kekasih membuat keduanya lebih mengerti satu sama lain dan lebih mudah berdiskusi soal komitmen pernikahan.
"Kita pacaran dua-duanya berniat serius. Selama pacaran dua tahun kita saling mengenal pro-kontranya, kebiasaan kecil dan bagaimana caranya kita harus menghadapi kalau sedang berantem atau ada masalah," tutur Marissa saat berbincang intim dengan Wolipop di The Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita berusia 28 tahun ini menjelaskan bahwa dalam pernikahan tetap ada yang namanya kehidupan bersama dan pribadi. Marissa dengan pekerjaan dan kehidupan sosialnya sendiri, begitupun dengan suami. Dalam rumah tangga, suami istri menjalani peran selayaknya sebuah tim dan itu yang memungkinkan sebuah pernikahan berlangsung lama.
Misalnya saja dalam karier, baik ia dan suami tidak pernah melarang pekerjaan apapun yang dijalani selama itu bersifat positif dan tidak merugikan satu sama lain. Ketimbang memberi larangan terhadap sesuatu yang suami atau istri lakukan, Marissa lebih setuju jika segala halnya dikompromikan terlebih dahulu.
"Misalnya, 'saya sebagai suami nggak sarankan kamu untuk syuting lagi, karena...' Sama seperti saya bilang ke suami, 'saya sebagai istri ingin kamu nggak terlalu sering keluar sampai malam lagi', menurut saya lebih enak seperti itu daripada dikasih larangan, nggak boleh kerja atau segala macam," urai Marissa.
Wanita yang berprofesi sebagai presenter dan model iklan ini menambahkan bahwa sebagai makhluk individu, seseorang tidak bisa memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu di luar kehendaknya. Hubungan antara dua orang, baik itu saat masih dalam masa pacaran maupun sudah menikah harus selalu dijalani dengan kompromi.
"Harus mencari jalan agar dua-duanya happy dan menurut aku itu sangat susah tercapai kalau salah satu pihak melarang pihak lain. Menurut saya semua bisa didiskusikan and I think that's the key to a good marriage yang juga bisa bertahan lama," pungkasnya.
(hst/fer)











































