Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Agar Tidak Kesal Karena Suami Masih Sering Ingat Mantannya

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 04 Agu 2014 19:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Hubungan dengan orang spesial yang sangat intim memang sulit terlupakan meski sudah saling terpisah jarak dan waktu. Meski sudah menemukan pengganti bahkan kini telah terikat status pernikahan dengan orang lain, namun hati sulit berbohong jika si mantan masih terus terbayang.

Dari sisi pasangan, tentunya jadi sangat menyebalkan saat tahu suami sendiri kadang masih sering memikirkan mantannya. Apalagi jika ia mulai membandingkan Anda, entah secara sadar ataupun tidak. Daripada memendam kekesalan ini sendirian, cobalah komunikasikan hal ini dengan suami. Psikolog Ratih Ibrahim memberikan beberapa sarannya untuk Anda yang harus menghadapi suami yang belum sepenuhnya move on dari mantan kekasih.

Menurut Ratih, komunikasi jadi kunci penting dari masalah rumah tangga ini. Diskusikan kembali dengan suami mengenai harapan Anda terhadapnya disertai dengan alasan mengapa Anda mengharapkan hal tersebut. Kemukakan juga gambaran perasaan Anda dan dampak yang Anda alami bila ia terus melakukan apa yang dilakukannya saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kali ini harus lebih rinci mengenai perilaku yang Anda tidak harapkan muncul, perilaku apa saja yang Anda maksud dengan membandingkan dan perilaku apa yang Anda harapkan muncul disertai dengan konsekuensi logis yang dapat Anda jalankan.

"Bila suami Anda hendak mengomentari sikap atau perilaku Anda, maka katakan apa yang tidak ia suka dan perilaku apa yang diharapkannya dari Anda tanpa perlu membawa-bawa perilaku orang lain (mantannya) sebagai contoh atau pembanding seperti: "saya ingin kamu membuatkan teh kalau saya lagi terlihat suntuk." Bukannya, "kalau saya suntuk biasanya si A selalu membuatkan teh tidak seperti kamu yang malah marah-marah," tutur Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu.

Anda juga perlu mendengarkan pendapat suami, cari jalan tengah dan jalankan konsekuensi yang telah disepakati bersama. Tak perlu hukuman yang terlalu rumit ataupun penuh drama untuk membuat suami sadar tentang kelakuannya buruknya pada Anda. Misalnya tidak memasak makanan kesukannya dalam sebulan, dan lain sebagainya.

Saran lainnya dari Ratih adalah tetap bersikap baik pada suami Anda. Berikan kehangatan dan tetaplah melakukan hal-hal yang disukai suami. Kenangan terhadap mantan hanyalah sekadar rasa penasaran dan keingintahuan yang belum terjawab, bukan berarti suami tidak mencintai Anda sebagai istrinya.

"Bicarakan baik-baik pada istri Anda bila ia perlu bertemu dengan mantan pacarnya ini untuk menyelesaikan urusannya yang belum selesai tersebut. Dengan demikian istri akan lebih lega mendapatkan jawaban yang selama ini dicarinya dan ia juga akan terbuka melihat sosok mantan pacarnya saat ini yang pastinya berbeda dari yang ada di memorinya / yang dulu dikenalnya," jelas Ratih lagi.

Saran kedua ini memang memerlukan hati yang besar untuk melihat suami berkomunikasi dengan mantan pacarnya. Namun menurut Ratih, cara ini dapat membuat pasangan tersadar dan akan lebih siap, serta terbuka dalam menghadapi kehidupannya di masa kini bersama Anda, anak-anak dan masa depannya.

"Namun ingat jangan libatkan anak dalam persoalan antara Anda dengan suami ini dan jangan bertengkar di depan anak," saran Ratih mengakhiri konsultasi ini.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads