Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Opsi Baru Busana Pengantin: Gaun Mini dari Elwindy Chandra

Alissa Safiera - wolipop
Sabtu, 12 Apr 2014 13:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/Wolipop
Jakarta - Calon pengantin masa kini tak ragu tampil beda di hari besarnya, dengan memakai gaun pendek yang terkesan playful dan seksi. Venue pernikahan di luar ruangan juga menjadi alasan gaun pengantin itu kini banyak dibuat para desainer Indonesia. Salah satunya adalah Elwindy Chandra yang membuat gaun pendek jadi tren di koleksi terbaru Romance et L'Amour.

Bagi Anda yang tampaknya janggal mendengar nama Elwindy Chandra, sebenarnya desainer satu ini sudah lama malang melintang di dunia mode Indonesia, namun dengan nama berbeda. Pria kelahiran Jakarta ini telah berkarir di bisnis mode sejak 2005 dengan nama 'Windy Chandra', tak lama setelah menamatkan studi di sekolah mode Academy of Art, San Francisco.

"Saya ingin menghormati orang tua, jadi rebranding label dengan menambahkan nama marga ibu saya. Nama Elwindy memang baru, jadi sekalian launching di sini," ujar si desainer sebelum show di Hotel JW Marriott Jakarta, Jumat (11/04/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 19 koleksi gaun pengantin yang ditawarkan Windy, dan didominasi dengan gaun-gaun pendek. Dua gaun diawal dibuat model tube dengan rok pendek yang dihiasi ruffle seperti kelopak bunga. Gaun lainnya, rok dibuat terstruktur dipenuhi bulu yang terkesan lebih futuristik.

Di antara gaun-gaun pendek, Windy memberi opsi baru dengan menambahkan rok panjang transparan ataupun rok yang bagian depannya terbuka, sehingga rok pendek tetap terekspos. Salah satunya gaun strapless rok ruffle tumpuk yang tampak playful, namun diberi tambahan rok transparan panjang yang dihiasi ornamen bunga tempel.

Untuk gaun pengantin panjang, masih mengusung gaya klasik dengan model peplum atau rok mermaid yang seluruhnya didominasi warna putih. Detail bunga tempel diaplikasikan dengan cantik oleh Windy untuk bagian tube hingga rok bahan sheer.

Untuk beberapa gaun, desainer kelahiran 22 Januari itu memberi tambahan cape dibanding headpiece atau veil yang biasanya lebih dipilih mempelai. Cape atau jubah ini dibuat dari bahan tulle transparan, dihiasi ornamen bunga dan dibuat dengan panjang menyapu lantai yang menutupi gaun untuk memberikan kesan glamour.

Makin banyak saja desainer bridal yang memberi tambahan cape untuk gaunnya. Sebelumnya, Andreas Odang juga memberi tambahan cape pada gaun-gaun bridalnya yang dipresentasikan di Bazaar Bridal Week beberapa waktu lalu. Bagaimana dengan Anda, tertarik mengganti veil (penutup kepala) dengan cape untuk tampilan berbeda di hari pernikahan?

(asf/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads