Masa Tersulit Dalam Pernikahan: Setelah Bulan Madu dan Pasca Melahirkan
Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 16 Feb 2014 14:02 WIB
Jakarta
-
Pasangan menikah pasti akan melalui masa-masa sulit. Para peneliti menemukan beberapa fase tersulit dalam pernikahan, salah satunya adalah setelah bulan madu. Tidak jarang, di awal pernikahan tersebut, pasangan banyak bertengkar.
Peneliti di Australia melihat terdapat enam masa paling krisis yang mungkin akan dialami pasangan menikah. Dengan mengetahui masa-masa sulit yang mungkin akan dilalui, Anda dan pasangan bisa menghindari kehancuran pernikahan.
1. Pasca bulan madu
Mengapa pasca bulan madu menjadi masa tersulit? Itu karerna fase ini adalah saat pasangan mulai kembali ke 'dunia nyata'. Dikutip Genius Beauty, mereka biasanya terkejut dengan kenyataan bahwa kisah cinta mereka tak sesempurna saat bulan madu. Hal ini adalah saat yang paling tepat untuk masa penyesuaian.
2. Setelah Melahirkan
Kedatangan sang buah hati bisa memutarnalikkan keadaan rumah tangga. Peran baru sebagai orang tua seringkali menimbulkan percekcokan di sana-sini.
3. Masalah Finansial
Semakin tua umur pernikahan, maka semakin banyak pula kebutuhan Anda. Terkadang kebutuhan yang tak sesuai dengan pemasukan menjadi masalah yang cukup runcing. Ada baiknya untuk membicarakan masalah pengaturan keuangan dengan pasangan sejak dini.
4. Perselingkuhan
Seringkali kondisi pernikahan yang tidak sehat memancing seseorang untuk berselingkuh. Oleh karena itu, jagalah keintiman serta kemesraan Anda dan pasangan. Jangan biarkan cinta yang Anda rasakan menjadi mati.
5. Pergantian Pekerjaan
Pergantian pekerjaan akan membuat kondisi fisik dan mental seseorang menjadi tidak stabil. Perubahan kebiasaan, waktu serta tekanan kerja dapat juga mempengaruhi rumah tangga seseorang. Jangan biarkan diri Anda dan pasangan terlena dengan kesibukan pekerjaan. Jangan sampai pernikahan Anda menjadi korban.
6. Pensiun
Pensiun juga dapat mempengaruh mental seseorang. Perasaan tidak berharga dan berguna akan mempengaruhi sisi emosional. Jika hal ini terjadi pada Anda dan pasangan, yang harus dilakukan adalah saling membimbing. Tanamkan pada diri Anda dan pasangan, bahwa rasa cinta dan saling menghargai, akan tetap bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun.
(kik/kik)
Peneliti di Australia melihat terdapat enam masa paling krisis yang mungkin akan dialami pasangan menikah. Dengan mengetahui masa-masa sulit yang mungkin akan dilalui, Anda dan pasangan bisa menghindari kehancuran pernikahan.
1. Pasca bulan madu
Mengapa pasca bulan madu menjadi masa tersulit? Itu karerna fase ini adalah saat pasangan mulai kembali ke 'dunia nyata'. Dikutip Genius Beauty, mereka biasanya terkejut dengan kenyataan bahwa kisah cinta mereka tak sesempurna saat bulan madu. Hal ini adalah saat yang paling tepat untuk masa penyesuaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan sang buah hati bisa memutarnalikkan keadaan rumah tangga. Peran baru sebagai orang tua seringkali menimbulkan percekcokan di sana-sini.
3. Masalah Finansial
Semakin tua umur pernikahan, maka semakin banyak pula kebutuhan Anda. Terkadang kebutuhan yang tak sesuai dengan pemasukan menjadi masalah yang cukup runcing. Ada baiknya untuk membicarakan masalah pengaturan keuangan dengan pasangan sejak dini.
4. Perselingkuhan
Seringkali kondisi pernikahan yang tidak sehat memancing seseorang untuk berselingkuh. Oleh karena itu, jagalah keintiman serta kemesraan Anda dan pasangan. Jangan biarkan cinta yang Anda rasakan menjadi mati.
5. Pergantian Pekerjaan
Pergantian pekerjaan akan membuat kondisi fisik dan mental seseorang menjadi tidak stabil. Perubahan kebiasaan, waktu serta tekanan kerja dapat juga mempengaruhi rumah tangga seseorang. Jangan biarkan diri Anda dan pasangan terlena dengan kesibukan pekerjaan. Jangan sampai pernikahan Anda menjadi korban.
6. Pensiun
Pensiun juga dapat mempengaruh mental seseorang. Perasaan tidak berharga dan berguna akan mempengaruhi sisi emosional. Jika hal ini terjadi pada Anda dan pasangan, yang harus dilakukan adalah saling membimbing. Tanamkan pada diri Anda dan pasangan, bahwa rasa cinta dan saling menghargai, akan tetap bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun.
(kik/kik)











































