Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Gaji Istri Vs Suami

Saat Gaji Lebih Besar dari Suami, Ini yang Harus Dilakukan Istri

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 13 Des 2013 10:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Kini semakin banyak wanita yang telah mandiri dalam arti memiliki penghasilan sendiri dan tidak bergantung pada suami. Bahkan beberapa dari mereka memiliki penghasilan yang lebih besar daripada suaminya. Namun tidak semua pria bisa menerima dengan lapang dada ketika gaji istri lebih besar daripada mereka.

Sebenarnya sepele tapi sebagian pria akan merasa 'insecure' bila hal itu terjadi. Rasa tersebut seringkali menyebabkan masalah dalam rumah tangga. Maka dari itu, saat penghasilan Anda ternyata lebih besar suami, ada empat hal yang harus dilakukan istri untuk menghindari pertengkaran.

1. Tetap Hormat
Ketika penghasilan Anda ternyata lebih besar, tetaplah hormat kepada suami. Hindari melakukan hal-hal yang membuat suami merasa disepelekan terutama soal keuangan. Misalnya saja, suami memberikan uang belanja seperti biasanya. Karena sekarang penghasilan lebih besar, Anda menolak atau mengatakan bahwa uang tersebut jumlahnya terlalu kecil. Itu akan memicu tumbuhnya konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun istri lebih besar penghasilannya tapi tetap biarkan suami untuk meng-handle biaya-biaya yang memang bisa dia bayar seperti memberikan uang belanja," tutur psikolog klinis Ayoe Sutomo, M.Psi., saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di rumahnya, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

2. Peran Dalam Rumah Tangga Tetap Jelas
Meskipun saat ini gaji istri lebih besar tapi sebaiknya tidak mempengaruhi peran dalam rumah tangga. Sebagai contoh, jika biasanya suami bayar uang sekolah dan Anda melunasi tagihan listrik, tetaplah berjalan seperti itu. Jangan karena merasa punya penghasilan besar membuat Anda ingin menanggung semuanya.

Terkadang tanpa disadari wanita yang lebih sukses dari pasangannya merasa lebih berkuasa. Saat sikap tersebut muncul, di situlah mulai timbul konflik. "Biarkan suami juga merasa memberikan kontribusi terhadap rumah tangga tapi kadang-kadang sikap merendahkan muncul tanpa disadari ketika penghasilan lebih besar," ujar psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara itu.

3. Saling Menghargai
Baik suami maupun istri tetap harus saling menghargai walaupun gaji yang dihasilkan salah satunya lebih besar. Ayoe menuturkan, suami akan merasa tidak dihargai oleh sang istri jika pola komunikasi berubah, terutama ketika membahas keuangan ruamh tangga.

4. Ingat, Suami Tetap Pemimpin Rumah Tangga
Ketika penghasilan istri lebih besar terkadang bisa menimbulkan perasaan memimpin. Perlu diingat, rumah tangga dipimpin oleh suami, bukan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya tetap bersikap menghormati serta menghargai suami. Jika sudah merasa mampu melakukan semuanya sendiri, Ayoe menyarankan agar kembali mengingat bahwa suami adalah kepala rumah tangga.

(ays/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads