Kekerasan Psikis yang Mengakibatkan Retaknya Rumah Tangga
Mega Agnesty - wolipop
Minggu, 17 Nov 2013 13:09 WIB
Jakarta
-
Kekerasan psikis merupakan tindakan buruk dalam sebuah hubungan, apalagi dalam rumah tangga. Anda bisa saja melampiaskan amarah kepada pasangan, tapi coba pikirkan kembali, apakah ia benar-benar pantas mendapatkannya. Amarah Anda bisa lenyap dalam beberapa saat, namun kata-kata yang menyakitkan, maupun tindakan kasar bisa membekas selamanya di hati pasangan.
Tindakan kekerasan terhadap pasangan adalah hal yang sangat berbahaya, hal tersebut dapat memicu kebenciannya kepada Anda. Anda bisa kehilangan respek dari pasangan, begitupun dengan rasa cinta dan kepeduliannya terhadap Anda.
Tak hanya pasangan, tindak kekerasan dalam rumah tangga juga akan memperburuk hubungan Anda dengan pihak keluarga lainnya. Pernikahan adalah ikatan suci yang mempersatukan dua keluarga. Jika ada hal buruk yang terjadi, maka hal itu juga dapat merusak hubungan kedua keluarga ini.
Berikut adalah beberapa bentuk kekerasan psikis yang bisa mengakibatkan retaknya hubungan rumah tangga Anda dengan pasangan dan cara mengatasinya, seperti dikutip dari Boldsky.
1. Membawa Masalah Kantor ke Rumah
Ini merupakan hal yang umum. Dan karena inilah banyak rumah tangga seseorang retak. Anda harus bersikap profesional baik di kantor maupun di rumah. Sebaiknya, jangan pernah membawa masalah ke kantor ke rumah Anda karena hal ini dapat memicu pertengkaran dengan pasangan. Biarkan apa yang terjadi di kantor, tetap tinggal di sana. Pulanglah ke rumah dengan pikiran yang tenang.
2. Meremehkan Pasangan
Pasangan Anda adalah bagian dari kehidupan Anda. Hargailah pasangan dalam situasi apapun, baik pada saat berduaan, di depan teman-teman, maupun di depan keluarga. Jangan meremehkan pasangan dalam situasi apapun, karena sebagai pasangannya harus selalu mendukungnya dan ada untuknya. Karena saat meremehkannya, Anda bisa saja kehilangan respek dan rasa cinta yang selama ini ia miliki.
3. Kesalahpahaman
Seringnya kesalahpahaman menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga. Walaupun merasa lelah saat pasangan tidak dalam memahami jalan pikiran Anda, sebaiknya Anda menjelaskan lebih detail lagi dan memberi tahunya dengan baik-baik bagian mana yang ia salah artikan. Perhatikan dengan baik-baik juga saat si dia berbicara, buatlah komunikasi yang baik dengannya, hormati opininya dan jangan pernah berasumsi. Kadang bisa saja keputusan Anda tidak bisa dia terima, ini bukan berarti dia melawan Anda, hanya saja Anda sedang mengalami perbedaan pendapat. Selesaikan perselisihan ini dengan damai, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan bahkan bisa memperburuk keadaan.
4. Mengabaikan Pasangan
Diabaikan oleh pasangan seringkali menjadi alasan retaknya sebuah hubungan. Saat Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar si dia, ia akan merasa diabaikan dan kesepian. Saat ia mulai menghindari Anda, Anda merasa marah dan menjadi korban atas tidakpeduliannya. Hal ini hanya akan menjadi sebuah masalah yang tak ada ujungnya, jadi sebaiknya hargai orang yang mencintai Anda dan tunjukkan bahwa Anda juga mencintainya.
(rma/rma)
Tindakan kekerasan terhadap pasangan adalah hal yang sangat berbahaya, hal tersebut dapat memicu kebenciannya kepada Anda. Anda bisa kehilangan respek dari pasangan, begitupun dengan rasa cinta dan kepeduliannya terhadap Anda.
Tak hanya pasangan, tindak kekerasan dalam rumah tangga juga akan memperburuk hubungan Anda dengan pihak keluarga lainnya. Pernikahan adalah ikatan suci yang mempersatukan dua keluarga. Jika ada hal buruk yang terjadi, maka hal itu juga dapat merusak hubungan kedua keluarga ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Membawa Masalah Kantor ke Rumah
Ini merupakan hal yang umum. Dan karena inilah banyak rumah tangga seseorang retak. Anda harus bersikap profesional baik di kantor maupun di rumah. Sebaiknya, jangan pernah membawa masalah ke kantor ke rumah Anda karena hal ini dapat memicu pertengkaran dengan pasangan. Biarkan apa yang terjadi di kantor, tetap tinggal di sana. Pulanglah ke rumah dengan pikiran yang tenang.
2. Meremehkan Pasangan
Pasangan Anda adalah bagian dari kehidupan Anda. Hargailah pasangan dalam situasi apapun, baik pada saat berduaan, di depan teman-teman, maupun di depan keluarga. Jangan meremehkan pasangan dalam situasi apapun, karena sebagai pasangannya harus selalu mendukungnya dan ada untuknya. Karena saat meremehkannya, Anda bisa saja kehilangan respek dan rasa cinta yang selama ini ia miliki.
3. Kesalahpahaman
Seringnya kesalahpahaman menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga. Walaupun merasa lelah saat pasangan tidak dalam memahami jalan pikiran Anda, sebaiknya Anda menjelaskan lebih detail lagi dan memberi tahunya dengan baik-baik bagian mana yang ia salah artikan. Perhatikan dengan baik-baik juga saat si dia berbicara, buatlah komunikasi yang baik dengannya, hormati opininya dan jangan pernah berasumsi. Kadang bisa saja keputusan Anda tidak bisa dia terima, ini bukan berarti dia melawan Anda, hanya saja Anda sedang mengalami perbedaan pendapat. Selesaikan perselisihan ini dengan damai, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan bahkan bisa memperburuk keadaan.
4. Mengabaikan Pasangan
Diabaikan oleh pasangan seringkali menjadi alasan retaknya sebuah hubungan. Saat Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar si dia, ia akan merasa diabaikan dan kesepian. Saat ia mulai menghindari Anda, Anda merasa marah dan menjadi korban atas tidakpeduliannya. Hal ini hanya akan menjadi sebuah masalah yang tak ada ujungnya, jadi sebaiknya hargai orang yang mencintai Anda dan tunjukkan bahwa Anda juga mencintainya.
(rma/rma)











































