Pasangan Pelit atau Boros? Kenali Tipenya Agar Pernikahan Langgeng
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 03 Apr 2013 11:39 WIB
Jakarta
-
Masalah keuangan sering jadi penyebab pasangan memilih mengakhiri pernikahannya. Agar hal yang sama tidak terjadi pada Anda, kenali seperti apa sifat si dia agar bisa memahami dan bertoleransi dengannya.
Untuk mengetahui sifat pasangan, yang pertama perlu Anda ketahui adalah latar belakang keluarganya. Kesalahan yang umumnya dilakukan adalah merasa pasangannya berubah menjadi orang baru ketika memulai kehidupan pernikahan. Padahal latar belakang keluarga tidak akan pernah lepas dari orang tersebut.
Melupakan latar belakang keluarga pasangan bisa membuat Anda berasumsi kalau dia punya pemikiran sama seperti Anda. Sehingga ketika pasangan melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan Anda, khususnya soal uang, ekspektasi Anda pun jadi hancur. Anda jadi kecewa dan frustasi. Di sinilah pertengkaran bisa muncul.
Seperti dikutip Marriage Advice, untuk mengetahui tipe seperti apakah pasangan khususnya dalam masalah uang, berikut ini penjelasannya:
1. Si Pelit
Kalau pasangan tipe orang yang mengatur keuangan dengan ketat, pelit dan takut dalam mengeluarkan uang, kemungkinan besar dia dibesarkan dalam keluarga yang tidak terlalu kaya. Hidup dalam kemiskinan bisa memotivasi seseorang melakukan apapun agar uang yang dimiliki bisa cukup untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam arti dia akan melakukan penghematan besar-besaran.
Jika suami atau istri adalah tipe ini, jangan langsung bersedih dan memintanya berubah. Cari tahu dan kenali pasangan lebih dala, apa yang membuatnya menjadi pelit. Apakah memang latar belakang keluarganya atau jangan-jangan ada hal dalam hidupnya yang membuatnya kapok terlalu boros atau royal.
Setelah tahu penyebabnya, bicara baik-baik dengan suami soal kenapa sifat pelitnya ini sangat mengganggu Anda. Komunikasikan apakah ada kemungkinan dia bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan. Tunjukkan padanya kalau Anda mencintainya bukan karena uang tapi memang karena Anda cinta padanya.
2. Boros
Tipe pasangan ini biasanya berpikir, 'saya suka, makanya saya beli'. Bisa jadi dia memang dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan sehingga uang bukanlah masalah dan tidak merasa perlu untuk menabung dalam mendapatkan apa yang diinginkan.
Perilakunya yang sudah terbentuk sejak lama ini hanya bisa diubah dengan memberinya pemahaman mengenai kondisi keuangan setelah menikah. Berikan pemaparan secara detail bagaimana keuangan kalian setiap bulannya. Apakah memang penghasilannya cukup untuk biaya hidup satu bulan. Buat budget secara spesifik bersama-sama suami agar dia mengerti pemasukan dan pengeluaran rumah tangga setiap bulannya.
3. Boros Karena Emosional
Tipe ketiga ini biasanya terjadi pada wanita. Wanita cenderung mudah mengeluarkan uang ketika emosional. Dia bisa dengan gampangnya berjalan-jalan ke mal dan berbelanja ketika merasa marah, sedih, gembira atau kesepian. Orang yang boros karena emosional kemungkinan besar dibesarkan dalam keluarga yang kesepian atau pernah disakiti.
Kalau pasangan termasuk tipe ketiga ini biasanya dia menolak mengakui dirinya bermasalah. Di sinilah dibutuhkan peran Anda untuk membantunya menemui ahli. Tipe ketiga ini tidak akan bisa sembuh hanya dengan berdiskusi dan bicara baik-baik padanya. Butuh bantuan profesional untuk menggali ada apa di balik pemborosan yang dilakukannya itu.
(eny/eny)
Untuk mengetahui sifat pasangan, yang pertama perlu Anda ketahui adalah latar belakang keluarganya. Kesalahan yang umumnya dilakukan adalah merasa pasangannya berubah menjadi orang baru ketika memulai kehidupan pernikahan. Padahal latar belakang keluarga tidak akan pernah lepas dari orang tersebut.
Melupakan latar belakang keluarga pasangan bisa membuat Anda berasumsi kalau dia punya pemikiran sama seperti Anda. Sehingga ketika pasangan melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan Anda, khususnya soal uang, ekspektasi Anda pun jadi hancur. Anda jadi kecewa dan frustasi. Di sinilah pertengkaran bisa muncul.
Seperti dikutip Marriage Advice, untuk mengetahui tipe seperti apakah pasangan khususnya dalam masalah uang, berikut ini penjelasannya:
1. Si Pelit
Kalau pasangan tipe orang yang mengatur keuangan dengan ketat, pelit dan takut dalam mengeluarkan uang, kemungkinan besar dia dibesarkan dalam keluarga yang tidak terlalu kaya. Hidup dalam kemiskinan bisa memotivasi seseorang melakukan apapun agar uang yang dimiliki bisa cukup untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam arti dia akan melakukan penghematan besar-besaran.
Jika suami atau istri adalah tipe ini, jangan langsung bersedih dan memintanya berubah. Cari tahu dan kenali pasangan lebih dala, apa yang membuatnya menjadi pelit. Apakah memang latar belakang keluarganya atau jangan-jangan ada hal dalam hidupnya yang membuatnya kapok terlalu boros atau royal.
Setelah tahu penyebabnya, bicara baik-baik dengan suami soal kenapa sifat pelitnya ini sangat mengganggu Anda. Komunikasikan apakah ada kemungkinan dia bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan. Tunjukkan padanya kalau Anda mencintainya bukan karena uang tapi memang karena Anda cinta padanya.
2. Boros
Tipe pasangan ini biasanya berpikir, 'saya suka, makanya saya beli'. Bisa jadi dia memang dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan sehingga uang bukanlah masalah dan tidak merasa perlu untuk menabung dalam mendapatkan apa yang diinginkan.
Perilakunya yang sudah terbentuk sejak lama ini hanya bisa diubah dengan memberinya pemahaman mengenai kondisi keuangan setelah menikah. Berikan pemaparan secara detail bagaimana keuangan kalian setiap bulannya. Apakah memang penghasilannya cukup untuk biaya hidup satu bulan. Buat budget secara spesifik bersama-sama suami agar dia mengerti pemasukan dan pengeluaran rumah tangga setiap bulannya.
3. Boros Karena Emosional
Tipe ketiga ini biasanya terjadi pada wanita. Wanita cenderung mudah mengeluarkan uang ketika emosional. Dia bisa dengan gampangnya berjalan-jalan ke mal dan berbelanja ketika merasa marah, sedih, gembira atau kesepian. Orang yang boros karena emosional kemungkinan besar dibesarkan dalam keluarga yang kesepian atau pernah disakiti.
Kalau pasangan termasuk tipe ketiga ini biasanya dia menolak mengakui dirinya bermasalah. Di sinilah dibutuhkan peran Anda untuk membantunya menemui ahli. Tipe ketiga ini tidak akan bisa sembuh hanya dengan berdiskusi dan bicara baik-baik padanya. Butuh bantuan profesional untuk menggali ada apa di balik pemborosan yang dilakukannya itu.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
ASUS Zenbook A14, Laptop Super Ringan dengan Snapdragon X
Home & Living
Cuci Piring Makin Wangi & Kinclong Pakai Sparkle MAXI Jeruk Nipis
Olahraga
Topi Adidas Hermanos Koumori Bikin Lari Makin Nyaman & Stylish
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tahu Diselingkuhi, Istri Malah Tawarkan Untuk 'Sewa Suami' ke Selingkuhan
Kisah Viral Pria Nikahi Wanita 23 Tahun Lebih Tua, Istri Sering Dikira Ibunya
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
TikTok Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Unik Berisi Sayur Segar, Tamu Pulang Bawa Labu Siam
TikTok Viral Verificator
Tidak Gengsi! Viral Pasangan Gen Z yang Pilih Nikah Sederhana di KUA Malang
Most Popular
1
50 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Estetik dan Spesial buat Media Sosial
2
Pengakuan Wanita yang Selingkuh di Konser Coldplay, Merasa Dibohongi
3
Ramalan Zodiak 20 Maret: Libra Kebutuhan Meningkat, Scorpio Jangan Kecewa
4
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
5
TikTok Viral Verificator
Viral! Lupa Baca Deskripsi, Wanita Ini Kaget Baju Lebarannya Bisa Naik Turun
MOST COMMENTED











































