10 Ujian Dalam Pernikahan yang Bisa Memicu Perceraian (Bag. 2)
Almira Pane - wolipop
Selasa, 12 Mar 2013 12:07 WIB
Jakarta
-
Kehidupan pernikahan tentunya tidak akan selamanya berjalan mulus. Ada waktunya Anda dan pasangan menghadapi berbagai cobaan yang bisa menimbulkan keretakan. Jika bisa melewati momen tersebut artinya Anda lulus dari ujian yang memang umum dialami suami-istri. Namun kalau gagal, bukan tidak mungkin pernikahan berakhir cerai.
Setelah bagian pertamanya berikut ini bagian kedua dari 10 ujian yang akan dihadapi pasangan setelah menikah. Dari bagian kedua 10 momen-momen ini mana yang sudah berhasil atau sedang Anda hadapi?
6. Kehidupan Seks Monoton
Isu seks juga bisa menjadi pemicu pertengkaran. Pasangan yan sudah menjalani hubungan yang lama akan merasa kehidupan seks mereka tidak seperti dulu lagi. Sebenarnya kehidupan seks yang baik dapat mempererat dan membuat hubungan menjadi lebih harmonis. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya selalu berinovasi dalam kehidupan seks Anda dan tidak malu kepada pasangan untuk membicarakannya.
7. Pengambilaan Keputusan Penting
Semua pasangan pasti pernah atau akan menghadapi keadaan dimana harus memilih keputusan yang paling benar. Entah itu mulai dari hal kecil sampai hal besar seperti pada saat menerima pekerjaan baru, membeli rumah baru, sampai keinginan menambah momongan. Apabila anda dan pasangan dihadapkan pada suatu masalah yang mengharuskan membuat keputusan, coba buatlah pro dan kontra yang akan timbul apabila keputusan itu diambil dan selalu bicarakan kepada pasangan terebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu.
8. Timbul Perasaan Bosan
Seperti halnya Anda bosan mengenakan sepatu atau tas kesayangan setiap hari, Anda juga bisa merasakan perasaan yang sama terhadap pasangan. Timbulnya perasaan ini karena Anda sudah bersama dengan pasangan dalam jangka waktu yang lama. Cobalah untuk menghargai keberadaan pasangan yang sudah menemani Anda dalam masa yang mudah maupun sulit dan terbuka dalam setiap masalah.
9. Tragedi yang Tidak Terduga
Anda dan pasangan mungkin sudah terbiasa untuk mengatasi masalah yang timbul sehari-hari tapi ingatlah masih ada banyak tragedi yaang tidak terduga seperti saat dimana orangtua meninggal dunia atau pasangan anda divonis mengidap penyakit kronis. Tidak ada solusi yang mudah jika tragedi tersebut menghampiri Anda dan pasangan dan masalah ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Tragedi ini akan membuat Anda frustasi atau stres. Tapi jawaban dari semuanya adalah yakini diri bahwa Anda mempunyai pasangan yang selalu mendukung dan menyayangi Anda.
10. Krisis Usia Paruh Baya
Tidak dipungkiri bahwa Anda dan pasangan akan mengalami penuaan, kemudian mengalami krisis usia paruh baya. Untuk mempertahankan keharmonisan dengan pasangan dan meminimalkan dampak psikologis dari krisis usia paruh baya tersebut mulailah bernostalgia tentang masa muda Anda dengan pasangan dan mencari passion dalam diri anda untuk membangkitkan semangat yang baru di usia yang sudah tidak muda lagi bersama pasangan.
(eny/eny)
Setelah bagian pertamanya berikut ini bagian kedua dari 10 ujian yang akan dihadapi pasangan setelah menikah. Dari bagian kedua 10 momen-momen ini mana yang sudah berhasil atau sedang Anda hadapi?
6. Kehidupan Seks Monoton
Isu seks juga bisa menjadi pemicu pertengkaran. Pasangan yan sudah menjalani hubungan yang lama akan merasa kehidupan seks mereka tidak seperti dulu lagi. Sebenarnya kehidupan seks yang baik dapat mempererat dan membuat hubungan menjadi lebih harmonis. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya selalu berinovasi dalam kehidupan seks Anda dan tidak malu kepada pasangan untuk membicarakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua pasangan pasti pernah atau akan menghadapi keadaan dimana harus memilih keputusan yang paling benar. Entah itu mulai dari hal kecil sampai hal besar seperti pada saat menerima pekerjaan baru, membeli rumah baru, sampai keinginan menambah momongan. Apabila anda dan pasangan dihadapkan pada suatu masalah yang mengharuskan membuat keputusan, coba buatlah pro dan kontra yang akan timbul apabila keputusan itu diambil dan selalu bicarakan kepada pasangan terebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu.
8. Timbul Perasaan Bosan
Seperti halnya Anda bosan mengenakan sepatu atau tas kesayangan setiap hari, Anda juga bisa merasakan perasaan yang sama terhadap pasangan. Timbulnya perasaan ini karena Anda sudah bersama dengan pasangan dalam jangka waktu yang lama. Cobalah untuk menghargai keberadaan pasangan yang sudah menemani Anda dalam masa yang mudah maupun sulit dan terbuka dalam setiap masalah.
9. Tragedi yang Tidak Terduga
Anda dan pasangan mungkin sudah terbiasa untuk mengatasi masalah yang timbul sehari-hari tapi ingatlah masih ada banyak tragedi yaang tidak terduga seperti saat dimana orangtua meninggal dunia atau pasangan anda divonis mengidap penyakit kronis. Tidak ada solusi yang mudah jika tragedi tersebut menghampiri Anda dan pasangan dan masalah ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Tragedi ini akan membuat Anda frustasi atau stres. Tapi jawaban dari semuanya adalah yakini diri bahwa Anda mempunyai pasangan yang selalu mendukung dan menyayangi Anda.
10. Krisis Usia Paruh Baya
Tidak dipungkiri bahwa Anda dan pasangan akan mengalami penuaan, kemudian mengalami krisis usia paruh baya. Untuk mempertahankan keharmonisan dengan pasangan dan meminimalkan dampak psikologis dari krisis usia paruh baya tersebut mulailah bernostalgia tentang masa muda Anda dengan pasangan dan mencari passion dalam diri anda untuk membangkitkan semangat yang baru di usia yang sudah tidak muda lagi bersama pasangan.
(eny/eny)










































