Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Ini Kata Para Pria Jika Pasangannya Minta Membuat Perjanjian Pranikah

Dona Rema - wolipop
Jumat, 08 Mar 2013 13:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Perjanjian pranikah seringkali dianggap hanya untuk kepentingan para pria melindungi harta mereka. Namun belakangan ini wanita pun banyak yang sadar kalau hak mereka sebagai istri bisa terlindungi dengan perjanjian tersebut.

Dalam perjanjian pranikah wanita bisa memasukkan berbagai hal yang bisa membuatnya merasa tidak dirugikan selama menjalani pernikahan atau ketika harus bercerai. Hal-hal tersebut mulai dari pengaturan soal harta, anak, urusan rumah tangga hingga aturan berkarir.

Apa kata para pria jika pasangannya meminta membuat perjanjian pranikah dengan isi berbagai hal yang sudah disebutkan di atas? Wolipop mewawancara beberapa pria untuk mengetahui pendapat mereka. Berikut ini jawaban mereka:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setuju membuat perjanjian pranikah, terutama pengaturan soal uang. Tapi kalau isinya terlalu banyak menuntut lebih baik batal menikah" - Adhie, 26 Tahun.

"Nggak setuju. Seharusnya saat sudah menikah keduabelahpihak saling percaya. Tidak akan ada pria yang mau menikah jika disodori perjanjian pranikah yang isinya seperti itu" - Han, 30 Tahun.

"Setuju. Kalau sudah ada perjanjian nggak bisa saling menuntut, jadi sama-sama bertanggungjawab," Dikhy, 27 Tahun.

"Nggak setuju, karena bisa saja hidupnya beda. Misalkan sebulan gue harus ngasih uang berapa gitu, terus tiba-tiba gue kehilangan pekerjaan kan jadi ribet" - Afif, 26 Tahun.

"Nggak setuju. Malah jadi takut. Kesannya kalau kayak gitu, kayak wanti-wanti akan pisah," Kurniawan, 26 Tahun.

"Harus, penting karena kalau ada apa-apa bisa merugikan pihak wanitanya. Kalau perjanjian soal masalah uang itu penting, perlu. Kalau isi perjanjiannya ngurus anak, bangun tengah malam, kerjain kerjaan rumah tangga, itu nggak masalah, karena memang kewajiban pria juga" Suwandi, 32 Tahun.

"Perlu. Karena cinta bisa pudar dan adakalanya urusan anak dan orangtua bisa jadi masalah baru, itu bisa dijaga kepastiannya kalau sudah tertulis" Adam, 30 Tahun.

Pro dan kontra soal perjanjian pranikah ini bisa jadi karena masih banyak yang tidak tahu manfaat sebenarnya dari kesepakatan tersebut. Selama ini orang-orang hanya beranggapan kalau perjanjian pranikah hanya ego pasangan seputar hak dan kewajiban. Padahal ada manfaat lain dari perjanjian tersebut.

Salah satu pendiri situs pranikah, Ade Novita, memberikan contoh, ada seorang wanita anak tunggal dan dia akan mewarisi harta kekayaan orangtuanya secara besar-besaran. Saat wanita tersebut menikah, perjanjian pranikah bisa mengatur apakah harta warisan menjadi milik bersama atau tetap punya istri. Jika tidak ada perjanjian pranikah, posisi wanita tersebut bisa lemah, terutama jika suaminya tipe otoriter. Harta warisan tersebut bisa dikuasai oleh pihak suami.

Perjanjian pranikah ini juga bisa bermanfaat untuk suami. Ketika suami memiliki sebuah perusahaan kemudian dinyatakan pailit, jika tidak ada perjanjian pranikah, harta istri bisa ikut digunakan untuk membayar utang. Sementara jika sejak awal diatur dalam perjanjian, harta istri tidak akan diganggu-gugat sehingga bisa digunakan untuk membangun hidup lagi.

(rma/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads