Awas! Impian Berlebihan Ini Bisa Hancurkan Pernikahan
Eya Ekasari - wolipop
Selasa, 16 Okt 2012 19:12 WIB
Jakarta
-
Siapa yang tak ingin memiliki hubungan bahagia selamanya layaknya cerita cinta di negeri dongeng. Cerita-cerita itu seringkali menjadi tolak ukur seseorang saat menjalani hubungan pernikahan.
Namun keinginan memiliki hubungan layaknya sebuah dongeng bisa membuat Anda tidak realistis. Anda mulai melihat bahwa bahwa pasangan serta kehidupan rumah tangga tak sesempurna yang dibayangkan. Anggapan seperti itu malah bisa membuat hubungan berada pada tekanan.
Figur pangeran dari negeri dongeng digambarkan dengan sosok pria tampan, baik, rendah hati, bergelimang harta dan setia. Namun di dunia nyata, belum tentu semua itu ada di dalam satu sosok pria.
Anda tak perlu memaksakan diri untuk terus mencari pria sesuai impian. Lebih baik carilah pria yang mencintai Anda serta bersediaberusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi Anda. Ingat, tak ada gading yang tak retak. Semua orang pasti memiliki titik lemah. Yang harus dilakukan adalah mencari kelebihan lain yang bisa membuat titik lemah itu tak lagi berarti.
Happily Ever After Story
'And they lived happily ever after...' kalimat itu selalu menjadi penutup dongeng-dongeng cinta. Sungguh membuai, namun apakah benar sebuah hubungan cinta bisa berjalan mulus selamanya? Jawabannya tidak!
Jangan pernah berpikir pasangan Anda mampu memberikan kebahagiaan abadi. Ada kalanya ia bisa mengecewakan Anda, dan begitu pula sebaliknya. Hubungan Anda pun akan mengalami berbagai cobaan.
Namun itu bukan menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan begitu saja. Saat hubungan didera cobaan, itu waktu bagi Anda dan pasangan untuk mempererat perasaaan. Komunikasi dengan kepala dingin serta keinginan kuat untuk mempertahankan hubungan adalah kunci utama. Setelah Anda bisa melewatinya, kebahagiaan yang datang tak akan bisa dibandingkan dengan apapun.
Intinya, jangan menjadikan sebuah dongeng menjadi patokan untuk mengukur hubungan Anda. Kaki Anda mungkin tidak melayang saat ciuman pertama, atau suami Anda bukanlah ksatria berkuda putih. Namun Anda berdua kini telah memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan pernikahan. Biarkanlah dongeng itu tetap di dalam buku cerita, dan cari sendiri arti hubungan sempurna untuk Anda.
(eya/eny)
Namun keinginan memiliki hubungan layaknya sebuah dongeng bisa membuat Anda tidak realistis. Anda mulai melihat bahwa bahwa pasangan serta kehidupan rumah tangga tak sesempurna yang dibayangkan. Anggapan seperti itu malah bisa membuat hubungan berada pada tekanan.
Figur pangeran dari negeri dongeng digambarkan dengan sosok pria tampan, baik, rendah hati, bergelimang harta dan setia. Namun di dunia nyata, belum tentu semua itu ada di dalam satu sosok pria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Happily Ever After Story
'And they lived happily ever after...' kalimat itu selalu menjadi penutup dongeng-dongeng cinta. Sungguh membuai, namun apakah benar sebuah hubungan cinta bisa berjalan mulus selamanya? Jawabannya tidak!
Jangan pernah berpikir pasangan Anda mampu memberikan kebahagiaan abadi. Ada kalanya ia bisa mengecewakan Anda, dan begitu pula sebaliknya. Hubungan Anda pun akan mengalami berbagai cobaan.
Namun itu bukan menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan begitu saja. Saat hubungan didera cobaan, itu waktu bagi Anda dan pasangan untuk mempererat perasaaan. Komunikasi dengan kepala dingin serta keinginan kuat untuk mempertahankan hubungan adalah kunci utama. Setelah Anda bisa melewatinya, kebahagiaan yang datang tak akan bisa dibandingkan dengan apapun.
Intinya, jangan menjadikan sebuah dongeng menjadi patokan untuk mengukur hubungan Anda. Kaki Anda mungkin tidak melayang saat ciuman pertama, atau suami Anda bukanlah ksatria berkuda putih. Namun Anda berdua kini telah memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan pernikahan. Biarkanlah dongeng itu tetap di dalam buku cerita, dan cari sendiri arti hubungan sempurna untuk Anda.
(eya/eny)











































