Stres Buat Kehidupan Pernikahan Jadi Lebih Baik
wolipop
Selasa, 11 Okt 2011 17:02 WIB
Jakarta
-
Tak selamanya stres merupakan hal yang buruk. Menurut sebuah penelitian terbaru, stres bisa memberikan manfaat positif, terutama bagi kehidupan pernikahan.
Selama ini stres disebut-sebut bisa merusak pernikahan. Tapi sepertinya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa stres yang dihadapi dalam kehidupan pernikahan dapat berfungsi sebagai 'latihan' bagi pasangan menikah.
Menurut Liza Neff dan Elizabeth Broady peneliti dari Department of Human Development and Family Sciences dari University of Texas, pasangan yang telah berhasil melewati keadaan stres mereka di masa lalu menjadi lebih percaya diri lebih ketika mendapati masalah baru dalam rumah tangga. Neff menyebut stres sebagai 'teman' yang menemani saat menghadapi transisi kehidupan.
Neff dan Broady mengamati sebuah laporan yang dipublikasikan dalam 'Journal of Personality and Social Psychology'. Di dalamnya dijelaskan bahwa secara umum, stres membuat pernikahan hebat bisa rusak karena stres.
Namun mereka mengatakan,"Kehidupan pernikahan yang jarang dihinggapi oleh stres, tidak memiliki kesempatan untuk menguji hubungan mereka dan hal ini bisa membuat pasangan berisiko memiliki masalah pernikahan ketika menghadapi stres di masa depan."
Pada intinya, pengalaman stres membantu pasangan untuk membangun 'sumber tambahan' ketika berhadapan dengan masalah kehidupan pernikahan di masa datang. Pasangan menjadi lebih tangguh saat menghadapi stres.
(eya/eya)
Selama ini stres disebut-sebut bisa merusak pernikahan. Tapi sepertinya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa stres yang dihadapi dalam kehidupan pernikahan dapat berfungsi sebagai 'latihan' bagi pasangan menikah.
Menurut Liza Neff dan Elizabeth Broady peneliti dari Department of Human Development and Family Sciences dari University of Texas, pasangan yang telah berhasil melewati keadaan stres mereka di masa lalu menjadi lebih percaya diri lebih ketika mendapati masalah baru dalam rumah tangga. Neff menyebut stres sebagai 'teman' yang menemani saat menghadapi transisi kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun mereka mengatakan,"Kehidupan pernikahan yang jarang dihinggapi oleh stres, tidak memiliki kesempatan untuk menguji hubungan mereka dan hal ini bisa membuat pasangan berisiko memiliki masalah pernikahan ketika menghadapi stres di masa depan."
Pada intinya, pengalaman stres membantu pasangan untuk membangun 'sumber tambahan' ketika berhadapan dengan masalah kehidupan pernikahan di masa datang. Pasangan menjadi lebih tangguh saat menghadapi stres.
(eya/eya)











































