4 Masa Penting Dalam Pernikahan
wolipop
Selasa, 06 Sep 2011 17:13 WIB
Jakarta
-
Penting atau tidaknya beberapa peristiwa yang terjadi dalam pernikahan akan berbeda pada tiap pasangan. Namun empat peristiwa ini merupakan masa-masa terpenting yang paling umum bagi hampir semua pasangan yang menikah. Seperti yang dikutip dari ehow, berikut empat masa tersebut.
1. Acara Pernikahan
Salah satu masa terpenting bagi pasangan yang menikah adalah acara pernikahan itu sendiri. Acara tersebut bisa memperlihatkan bagaimana kondisi rumah tangga pasangan melalui cara mereka mempersiapkan pesta pernikahan. Kedua pihak mulai belajar menyelaraskan pikiran dan bekerjasama untuk mendapat kesepakatan satu sama lain. Walau tak jarang ditemukan pertengkaran hebat, pesta pernikahan yang sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan dapat memberikan keyakinan kuat untuk hidup bersama.
2. Memiliki Rumah Pertama
Mencari dan pindah ke rumah pertama merupakan tonggak utama bagi pasangan yang menikah, karena melibatkan tanggung jawab, pertimbangan yang besar dan kerja sama tim antara suami-istri. Rumah yang berhasil dibeli menandai adanya penggabungan dua kehidupan dan bisa dilambangkan sebagai simbol pernikahan serta kehidupan bersama.
3. Melahirkan atau Mengadopsi Anak
Peristiwa melahirkan buah hati menambah elemen pada pernikahan dan mengubahnya menjadi lebih menyenangkan, namun matang. Melahirkan atau mengadopsi seorang anak merupakan suatu kejadian yang dramatis dan bisa mengubah hidup seseorang, memperkenalkan pada dinamika kehidupan baru dalam perkawinan dan rasa tanggung jawab tinggi.
Pada masa ini, biasanya salah satu dari pasangan akan sulit fokus pada suami atau istrinya, karena harus mencurahkan perhatian kepada sang anak. Menjadi orang tua terkadang bisa menjadi kerikil dalam pernikahan, namun juga bisa memperkuat dan memperdalam hubungan pernikahan melalui pengorbanan dan tujuan yang sama.
4. Kepergian Anak
Saat anak meninggalkan rumah, baik demi pendidikan, kuliah atau menikah akan membuat pasangan kembali fokus satu sama lain. Setelah bertahun-tahun menjadikan anak sebagai titik fokus, rumah kembali menjadi lebih tenang dan pernikahan pun menjadi lebih intim dari biasanya. Ini bisa disebut sebagai awal dari kehidupan baru.
(eya/eya)
1. Acara Pernikahan
Salah satu masa terpenting bagi pasangan yang menikah adalah acara pernikahan itu sendiri. Acara tersebut bisa memperlihatkan bagaimana kondisi rumah tangga pasangan melalui cara mereka mempersiapkan pesta pernikahan. Kedua pihak mulai belajar menyelaraskan pikiran dan bekerjasama untuk mendapat kesepakatan satu sama lain. Walau tak jarang ditemukan pertengkaran hebat, pesta pernikahan yang sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan dapat memberikan keyakinan kuat untuk hidup bersama.
2. Memiliki Rumah Pertama
Mencari dan pindah ke rumah pertama merupakan tonggak utama bagi pasangan yang menikah, karena melibatkan tanggung jawab, pertimbangan yang besar dan kerja sama tim antara suami-istri. Rumah yang berhasil dibeli menandai adanya penggabungan dua kehidupan dan bisa dilambangkan sebagai simbol pernikahan serta kehidupan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa melahirkan buah hati menambah elemen pada pernikahan dan mengubahnya menjadi lebih menyenangkan, namun matang. Melahirkan atau mengadopsi seorang anak merupakan suatu kejadian yang dramatis dan bisa mengubah hidup seseorang, memperkenalkan pada dinamika kehidupan baru dalam perkawinan dan rasa tanggung jawab tinggi.
Pada masa ini, biasanya salah satu dari pasangan akan sulit fokus pada suami atau istrinya, karena harus mencurahkan perhatian kepada sang anak. Menjadi orang tua terkadang bisa menjadi kerikil dalam pernikahan, namun juga bisa memperkuat dan memperdalam hubungan pernikahan melalui pengorbanan dan tujuan yang sama.
4. Kepergian Anak
Saat anak meninggalkan rumah, baik demi pendidikan, kuliah atau menikah akan membuat pasangan kembali fokus satu sama lain. Setelah bertahun-tahun menjadikan anak sebagai titik fokus, rumah kembali menjadi lebih tenang dan pernikahan pun menjadi lebih intim dari biasanya. Ini bisa disebut sebagai awal dari kehidupan baru.
(eya/eya)











































