Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

4 Periode Krisis dalam Pernikahan

wolipop
Kamis, 11 Agu 2011 17:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Setelah menikah, perjalanan panjang akan Anda lalui bersama pasangan. Selain masa-masa indah, adapula 4 fase krisis yang umumnya terjadi dalam pernikahan.

Memang tak semua pasangan akan melaluinya. Menurut psikolog sekaligus konselor pernikahan Dr. Joseph Abraham, ada 4 tahapan konflik yang umumnya dilewati oleh pada suami istri.

Periode Bulan Madu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini adalah fase di bulan-bulan awal pernikahan. Rasa ketertarikan termasuk kegiatan bercinta masih sangat aktif. Pasangan hidup dalam kebahagiaan, seperti di negeri dongeng. Namun seringkali penyesuaian yang menjadi masalah. Proses penyatuan dua pribadi dalam satu ikatan rumah tangga memang tak selalu mudah. Usahakan untuk selalu terbuka dan bisa berkompromi. Ingat, sekarang semuanya bukan hanya tentang Anda sendiri, tapi juga pasangan Anda.

Periode Akomodasi

Fase ini dimulai setelah 6 bulan pertama pernikahan. Pasangan mulai kembali ke dunia nyata. Gelombang kecil pernikahan mulai timbul sedikit demi sedikit. Banyak hal-hal yang harus dikompromikan di antara keduanya. Kunci sukses dari fase ini adalah komunikasi yang baik. Jangan terlalu keras kepala. Ciptakan pondasi yang kuat untuk kenyamanan pernikahan di masa datang. Usahakan untuk tetap terbuka, utarakan perasaan Anda dengan nada yang ramah. Jangan memulai percakapan dengan nada emosi atau pikiran yang membatu.

Periode Tantangan

Anda dan pasangan mulai dihadapkan dengan berbagai masalah. Kali ini masalahnya tak hanya dari Anda berdua tapi juga dari pihak lain seperti keluarga atau pekerjaan. Selalu bicarakan harapan dan keinginan Anda pada pasangan. Tetapkan batasan dan peraturan dalam rumah tangga Anda untuk disepakati bersama. Biasakan untuk kompak dalam menghadapi berbagai masalah. Buktikan Anda istri yang bisa bekerjasama dan bisa diajak diskusi. Bangun kepercayaan suami pada Anda dan sebaliknya. Jika Anda saling mempercayai satu sama lain, masalah apapun atau pengaruh dari luar tentu bisa dihadapi bersama.

Periode Persimpangan

Periode ini akan terjadi jika pasangan tak mampu menghadapi konflik dengan baik. Mulai muncul pikiran-pikiran negatif untuk mengakhiri pernikahan. Kembalikan pikiran Anda ke komitmen awal pernikahan. Percayalah semua masalah ada solusinya. Jika tak ada masalah utama yang sangat menganggu atau melanggar kesetiaan, usahakanlah untuk menyelesaikan semua permasalahan dengan komunikasi yang baik. Bisa melewati permasalahan dengan kompak akan membuat Anda menjadi pasangan yang lebih kuat.

Periode Terlahir Kembali

Fase ini akan dirasakan setelah pasangan berhasil melewati berbagai masalah yang menghadang. Pasangan ini sudah merasa lebih kuat dan siap menghadapi permasalahan apapun bersama. Biasanya masalah yang timbul hanya seputar isu untuk menghangatkan kembali bara asmara yang mulai meredup seiring berjalannya waktu. Bulan madu kedua atau merayakan ulang tahun pernikahan dengan spesial bisa menjadi solusi untuk membuat hubungan asmara kembali mesra.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads