6 Fase Krisis Dalam Pernikahan
wolipop
Senin, 15 Nov 2010 12:30 WIB
Jakarta
-
Para peneliti Australia berhasil menemukan hal-hal yang paling membahayakan jalannya sebuah pernikahan. Berikut daftarnya seperti yang dikutip dari GeniusBeauty.
Para peneliti percaya ada 6 fase paling krisis yang akan dialami tiap pasangan yang menikah. Sayangnya, kebanyakan pasangan justru tidak sadar bahwa mereka tengah berada dalam fase yang membahayakan dalam pernikahannya.
Tujuan para peneliti mengeluarkan daftar ini juga bukan bertujuan untuk menakut-nakuti setiap pasangan yang menikah. Mereka berharap, hasil penelitian ini dapat membuat para pasangan lebih mengerti dan bisa mencegah krisis yang tengah mereka hadapi.
Masih menurut penelitian, sebanyak 20 persen pasangan biasanya tidak berhasil melewati ke enam krisi tersebut sehingga mengakhiri pernikahannya. Berikut fase-fase krisis yang akan dihadapi tiap pasangan.
1. Pasca bulan madu
Fase ini adalah saat pasangan mulai kembali ke 'dunia nyata'. Mereka biasanya terkejut dengan kenyataan bahwa kisah cinta mereka tak sesempurna saat bulan madu. Hal ini adalah saat yang paling tepat untuk masa penyesuaian.
2. Pasca melahirkan
Kedatangan sang buah hati bisa memutarnalikkan keadaan rumah tangga. Peran baru sebagai orang tua seringkali menimbulkan percekcokan di sana-sini.
3. Masalah keuangan
Semakin tua umur pernikahan, maka semakin banyak pula kebutuhan Anda. Terkadang kebutuhan yang tak sesuai dengan pemasukan menjadi masalah yang cukup runcing. Ada baiknya untuk membicarakan masalah pengaturan keuangan dengan pasangan sejak dini.
4. Perselingkuhan
Seringkali kondisi pernikahan yang tidak sehat memancing seseorang untuk berselingkuh. Oleh karena itu, jagalah keintiman serta kemesraan Anda dan pasangan. Jangan biarkan cinta yang Anda rasakan menjadi mati.
5. Pergantian pekerjaan
Pergantian pekerjaan akan membuat kondisi fisik dan mental seseorang menjadi tidak stabil. Perubahan kebiasaan, waktu serta tekanan kerja dapat juga mempengaruhi rumah tangga seseorang. Jangan biarkan diri Anda dan pasangan terlena dengan kesibukan pekerjaan. Jangan sampai pernikahan Anda menjadi korban.
6. Pensiun
Pensiun juga dapat mempengaruh mental seseorang. Perasaan tidak berharga dan berguna akan mempengaruhi sisi emosional. Jika hal ini terjadi pada Anda dan pasangan, yang harus dilakukan adalah saling membimbing. Tanamkan pada diri Anda dan pasangan, bahwa rasa cinta dan saling menghargai, akan tetap bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun.
(kee/kee)
Para peneliti percaya ada 6 fase paling krisis yang akan dialami tiap pasangan yang menikah. Sayangnya, kebanyakan pasangan justru tidak sadar bahwa mereka tengah berada dalam fase yang membahayakan dalam pernikahannya.
Tujuan para peneliti mengeluarkan daftar ini juga bukan bertujuan untuk menakut-nakuti setiap pasangan yang menikah. Mereka berharap, hasil penelitian ini dapat membuat para pasangan lebih mengerti dan bisa mencegah krisis yang tengah mereka hadapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pasca bulan madu
Fase ini adalah saat pasangan mulai kembali ke 'dunia nyata'. Mereka biasanya terkejut dengan kenyataan bahwa kisah cinta mereka tak sesempurna saat bulan madu. Hal ini adalah saat yang paling tepat untuk masa penyesuaian.
2. Pasca melahirkan
Kedatangan sang buah hati bisa memutarnalikkan keadaan rumah tangga. Peran baru sebagai orang tua seringkali menimbulkan percekcokan di sana-sini.
3. Masalah keuangan
Semakin tua umur pernikahan, maka semakin banyak pula kebutuhan Anda. Terkadang kebutuhan yang tak sesuai dengan pemasukan menjadi masalah yang cukup runcing. Ada baiknya untuk membicarakan masalah pengaturan keuangan dengan pasangan sejak dini.
4. Perselingkuhan
Seringkali kondisi pernikahan yang tidak sehat memancing seseorang untuk berselingkuh. Oleh karena itu, jagalah keintiman serta kemesraan Anda dan pasangan. Jangan biarkan cinta yang Anda rasakan menjadi mati.
5. Pergantian pekerjaan
Pergantian pekerjaan akan membuat kondisi fisik dan mental seseorang menjadi tidak stabil. Perubahan kebiasaan, waktu serta tekanan kerja dapat juga mempengaruhi rumah tangga seseorang. Jangan biarkan diri Anda dan pasangan terlena dengan kesibukan pekerjaan. Jangan sampai pernikahan Anda menjadi korban.
6. Pensiun
Pensiun juga dapat mempengaruh mental seseorang. Perasaan tidak berharga dan berguna akan mempengaruhi sisi emosional. Jika hal ini terjadi pada Anda dan pasangan, yang harus dilakukan adalah saling membimbing. Tanamkan pada diri Anda dan pasangan, bahwa rasa cinta dan saling menghargai, akan tetap bertahan dalam keadaan terburuk sekalipun.
(kee/kee)
Kesehatan
Detoks Alami dari Mikroalga! Tablet Chlorella Ini Disebut Kaya Klorofil dan Bantu Bersihkan Racun Tubuh
Kesehatan
Kolesterol Naik Setelah Makan Berat? Coba Rutin Minum Teh Hitam Herbal Ini
Kesehatan
Pantau Suhu Tubuh Saat Campak Merebak! 2 Termometer Ini Bikin Cek Demam Lebih Praktis di Rumah
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Most Pop: Viral Pernikahan Tak Biasa, Wanita Nikahi 2 Pria Sekaligus
TikTok Viral Verificator
Viral Pasangan Nikah di KUA, Demi Investasi Masa Depan Cuma Gelar Syukuran
Viral 7 Tahun Berumah Tangga, Wanita Ini Rela Suami Nikahi Sahabat di Rumah
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
Viral Verificator
Viral Cerita Pria di Sragen Menikahi Mantan Gurunya Saat SMK, Beda 23 Tahun
Most Popular
1
Gaya Angel Karamoy di Ultah Putrinya, Kompak Bareng Eks Suami & Pacar
2
Ramalan Zodiak 8 Maret: Taurus Lebih Berani, Gemini Jangan Egois
3
Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun
4
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
5
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster
MOST COMMENTED











































