Pinterest Ungkap Tren Wedding 2026 yang Lebih Ekspresif dan Anti-Mainstream
Pinterest masih menjadi platform populer untuk mencari berbagai inspirasi, termasuk ide pernikahan.
Melalui laporan tren terbarunya: Wedding Trends Report for 2026, Pinterest mengungkap bahwa pernikahan di tahun ini akan bergerak menjauhi tradisi klasik, menuju perayaan yang lebih personal dan ekspresif.
Tren ini juga terlihat dari tingginya aktivitas pengguna. Dalam setahun terakhir saja, Pinterest mencatat lebih dari 7 miliar pencarian terkait pernikahan dan lebih dari 16,7 miliar ide wedding secara global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak pasangan kini merasa bahwa konsep pernikahan yang tidak konvensional bisa memberi ruang lebih besar untuk menampilkan karakter dan cerita mereka sendiri. Artinya, sebagian besar pasangan muda meninggalkan konsep 'seragam' dan mulai menciptakan momen pernikahan yang lebih menekankan pengalaman sinematik, penuh emosi dan makna.
Palet Warna Natural dan Dreamy
Dari sisi visual, tren warna pernikahan 2026 terbagi dalam dua arah yang sama-sama kuat. Di satu sisi, warna-warna earthy seperti plum, merlot, fig, dan olive semakin diminati karena memberikan kesan romantis, hangat, dan dekat dengan alam.
Sementara di sisi lain, nuansa yang lebih dreamy juga hadir lewat warna-warna terang hingga aksen chrome dan pastel lembut yang memberikan sentuhan seperti dunia fantasi.
Dekorasi pernikahan Amanda Manopo. Foto: TikTok/@bridestory |
Venue yang Lebih 'Bercerita'
Ballroom klasik mulai tergeser oleh venue yang memiliki atmosfer kuat secara visual. Di tahun 2026, pasangan cenderung memilih lokasi imersif dan terlihat 'hidup' dalam foto.
Mulai dari venue bernuansa nightlife, setting sinematik, hingga lokasi bernuansa alam. Pernikahan pun tidak lagi sekadar formalitas, tetapi lebih seperti menciptakan sebuah momen yang memorable.
Dekorasi yang Lebih Dramatis dan Sensorik
Dekorasi pernikahan kini mengarah pada konsep romantic maximalism yang lebih berani dan berlapis. Terinspirasi dari estetika opera, pasangan mulai memadukan kain drapery, kaca patri, lace, hingga velvet dengan instalasi statement yang mencuri perhatian.
Tak hanya visual, pengalaman tamu juga menjadi fokus. Elemen seperti flower bar, perfume station, hingga dekor berbasis bahan alami seperti citrus dan herbs membuat suasana terasa lebih hidup dan interaktif.
Dekorasi pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier, elemen anyaman curi perhatian. Foto: Instagram/@iluminen @bimo_singgih |
Kue Pernikahan yang Punya Karakter
Kue pernikahan kini tak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian dari storytelling. Tahun ini, desain kue tampil lebih playful dan personal, mulai dari tiramisu wedding cake, kue berbentuk pot bunga, hingga sentuhan warna vintage yang unik.
Sentuhan Teknologi Retro
Tren teknologi di pernikahan mengarah ke nuansa retro. Pasangan mulai menghadirkan elemen analog seperti proyektor, slideshow, camcorder, hingga video guestbook yang memberikan kesan hangat dan nostalgia.
Meski begitu, sentuhan digital modern tetap ada untuk mengabadikan momen secara real-time. Menciptakan perpaduan antara masa lalu dan masa kini.
Tren kue pernikahan lebar dan datar, disukai kalangan Gen Z. Foto: Instagram |
Buket yang Lebih Ekspresif
Buket bunga juga mengalami transformasi. Pasangan mulai meninggalkan bentuk tradisional dan beralih ke desain yang lebih eksperimental; mulai dari material manik-manik, bordir, hingga buket yang bisa berfungsi sebagai aksesori atau kenang-kenangan.
Sentuhan Gen Z yang Lebih Edgy
Generasi Gen Z turut membawa perubahan besar dalam estetika pernikahan. Mereka cenderung meninggalkan konsep pengantin klasik dan memilih tampilan lebih bold, edgy, serta editorial.
Mulai dari aksesori statement, styling dramatis, hingga detail tak terduga yang terasa lebih autentik. Nuansa romantis tetap ada, tetapi dikemas dengan cara yang lebih berani dan ekspresif.
(hst/hst)













































