Penyebab Seks Menjadi Bahan Pertengkaran
wolipop
Selasa, 01 Jun 2010 13:35 WIB
Jakarta
-
Seks bisa menjadi perekat hubungan pernikahan namun bisa juga sumber pertengkaran. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seks bisa menjadi bahan pernikahan pasangan.
Pria dan wanita memang memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai seks. Kadang suami menginginkan jadwal bercinta setiap hari, sedangkan Anda hanya menginginkannya dua minggu sekali.
Sikap pasangan yang langsung tertidur usai berhubungan juga terkadang membuat kesal. Apalagi Anda masih menginginkan sentuhan sayang darinya.
Perbedaan libido
Dari sisi biologis, ada perbedaan hasrat seks antara wanita dan pria. Puncak libido laki-laki adalah di umur 20 tahunan. Sedangkan pada wanita, puncak libidonya justru baru timbul di umur 35-40. Anda pasti sering mendengar kan wanita berumur 40 tahunan mencari pelampiasan seksual pada laki-laki yang lebih muda. Penyebabnya mungkin karena pasangannya tak lagi menginginkan seks sesering dirinya.
Perbedaan itu seringkali memicu pertengkaran bahkan perpisahan antar pasangan. Namun jangan sampai Anda mengukur sebuah hubungan lewat libido seks semata. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama di luar seks. Alih-alih bertengkar karena seks, lebih baik lakukan aktivitas lain yang menyenangkan, misalkan piknik bersama, nonton bioskop atau berolahraga. Saat kemesraan dan kenyamanan terjalin di antara Anda berdua, maka seks akan menjadi bonusnya.
Perbedaan Durasi Saat Berhubungan Seks
Durasi seks pria dan wanita juga berbeda. Pria bagaikan kompor gas, sedangkan wanita bagaikan kompor listrik. Kompor gas lebih cepat panas, namun juga cepat padam. Sedangkan, kompor listrik membutuhkan waktu yang lama untuk panas, namun panasnya tersebut masih bertahan lama.
Kira-kira gambaran di atas menggambarkan hasrat saat pria dan wanita bercinta. Wanita seringkali menganggap pria terburu-buru saat melakukan seks sehingga hasratnya tak terpuaskan. Pria juga dianggap terlalu egois karena hanya mementingkan 'kebutuhan ranjangnya' semata tanpa memikirkan perasaan pasangan.
Daripada memendam perasaan sehingga membuat hubungan Anda dan suami memburuk, lebih baik utarakan apa yang dirasakan padanya. Jangan malu untuk mengungkapkan keinginan di ranjang. Ingat, pria pun akan sangat bangga jika bisa memuaskan pasangannya.
(kee/fer)
Pria dan wanita memang memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai seks. Kadang suami menginginkan jadwal bercinta setiap hari, sedangkan Anda hanya menginginkannya dua minggu sekali.
Sikap pasangan yang langsung tertidur usai berhubungan juga terkadang membuat kesal. Apalagi Anda masih menginginkan sentuhan sayang darinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi biologis, ada perbedaan hasrat seks antara wanita dan pria. Puncak libido laki-laki adalah di umur 20 tahunan. Sedangkan pada wanita, puncak libidonya justru baru timbul di umur 35-40. Anda pasti sering mendengar kan wanita berumur 40 tahunan mencari pelampiasan seksual pada laki-laki yang lebih muda. Penyebabnya mungkin karena pasangannya tak lagi menginginkan seks sesering dirinya.
Perbedaan itu seringkali memicu pertengkaran bahkan perpisahan antar pasangan. Namun jangan sampai Anda mengukur sebuah hubungan lewat libido seks semata. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama di luar seks. Alih-alih bertengkar karena seks, lebih baik lakukan aktivitas lain yang menyenangkan, misalkan piknik bersama, nonton bioskop atau berolahraga. Saat kemesraan dan kenyamanan terjalin di antara Anda berdua, maka seks akan menjadi bonusnya.
Perbedaan Durasi Saat Berhubungan Seks
Durasi seks pria dan wanita juga berbeda. Pria bagaikan kompor gas, sedangkan wanita bagaikan kompor listrik. Kompor gas lebih cepat panas, namun juga cepat padam. Sedangkan, kompor listrik membutuhkan waktu yang lama untuk panas, namun panasnya tersebut masih bertahan lama.
Kira-kira gambaran di atas menggambarkan hasrat saat pria dan wanita bercinta. Wanita seringkali menganggap pria terburu-buru saat melakukan seks sehingga hasratnya tak terpuaskan. Pria juga dianggap terlalu egois karena hanya mementingkan 'kebutuhan ranjangnya' semata tanpa memikirkan perasaan pasangan.
Daripada memendam perasaan sehingga membuat hubungan Anda dan suami memburuk, lebih baik utarakan apa yang dirasakan padanya. Jangan malu untuk mengungkapkan keinginan di ranjang. Ingat, pria pun akan sangat bangga jika bisa memuaskan pasangannya.
(kee/fer)
Elektronik & Gadget
Dengerin Musik Pakai Kacamata? JBL Soundgear Frames Open Wireless Bluetooth!
Pakaian Pria
Rekomendasi Sepatu Running Pria, Siap Temani Lari Subuh dan Ngabuburit Selama Bulan Ramadhan 2026!
Pakaian Pria
Bitsnbobs76 Work Jacket Boxy Black Eyes Twill Oversized, Statement Outer yang Bikin Look Makin Bold & Stand Out!
Elektronik & Gadget
JBL Tune 520BT! Headphone Wireless Ringan dengan Bass Powerful
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Verificator
Viral Pernikahan Sederhana Gen Z, Tanpa Musik & Jamuan Mi Instan Jadi Sorotan
Viral! Tradisi Sangon Manten, Uang Kondangan Diberi Terang-terangan
Viral Normalisasi Souvenir Sayur di Pernikahan, Bikin Emak-emak Jadi Happy
Viral Verificator
Viral Dokter dan Doktor Lulusan Luar Negeri Pilih Nikah Sederhana di KUA
Pecinta Anabul Wajib Tiru! Viral Pria Beri Seserahan Kucing untuk Pasangan
Most Popular
1
Dilraba Dilmurat Tampil Jadi Putri Duyung di Imlek 2026, Visualnya Bak Dewi
2
Pengakuan Tyra Banks di Skandal America's Next Top Model, Dituding Toxic
3
Ini yang Terjadi pada Kulit Kalau Kamu Kurang Tidur
4
7 Foto Ultah ke-1 Selina Anak Mahalini, Digelar Outdoor Dengan Nuansa Pink
5
Lari Jadi Kunci Sehat Sheryl Sheinafia, Seminggu Absen Malah Sakit
MOST COMMENTED











































