ADVERTISEMENT

Mengenal Paes dan Artinya dalam Riasan Pengantin Adat Jawa

Hestianingsih - wolipop Kamis, 03 Mar 2022 08:00 WIB
Karina Nadila menikah Paes dalam riasan pengantin adat Jawa. Foto: Instagram @karinadila8921
Jakarta -

Paes dalam riasan pengantin adat Jawa bukan sekadar hiasan atau pemanis penampilan mempelai wanita. Setiap elemen yang terdapat dalam paes ternyata memiliki arti tersendiri.

Setiap bentuk paes bisa berbeda tergantung dari daerah masing-masing. Setidaknya ada empat ragam paes Jawa yang dikenal secara umum yakni Yogya Paes Ageng, Solo Basahan, Solo Putri dan Yogya Putri.

Perbedaan setiap ragam paes biasanya hanya terletak pada bentuk, variasi dan warna. Misalnya saja Yogya Paes Ageng identik dengan bentuknya yang runcing dan dihiasi payet emas mengikuti ukiran paes.

Sementara Solo Basahan paesnya tidak berwarna hitam melainkan kehijauan. Untuk Solo Putri paes berwarna hitam terbuat dari pidih yang dihasilkan dari campuran lilin malam.

Pakaian Pengantin adat melayu dan Jawa. detikcom/dikhy sasraPakaian Pengantin adat melayu dan Jawa. detikcom/dikhy sasra Foto: dikhy sasra

Terakhir, Yogya Putri, sama seperti Yogya Paes Ageng yang bentuknya lebih runcing. Perbedaannya pada paes ini tidak menggunakan payet emas.

Makna Filosofis dari Paes

Sebelum mengetahui makna paes, kita perlu tahu terlebih dahulu bagian-bagian dari paes itu sendiri. Paes secara umum terdiri dari empat bagian. Sebelum diisi warna hitam, lebgkungan paes disebut cengkorongan.

Menurut perias pengantin Jawa Dra. Conny Supriyanto, cengkorongan merupakan bentuk ukirannya. Setelah diisi warna hitam baru dinamakan paes.

Ada empat bagian dalam bentuk paes, dan masing-masing memiliki artinya tersendiri. Pada cengkorongan yang melengkung di bagian tengah disebut dengan gajahan, lalu yang berbentuk meruncing dinamakan ngapit. Lengkungan yang lebih kecil di dahi bagian samping adalah penitis dan yang meruncing ke bawah dekat telinga disebut godek.

woman traditional wedding dress of java. studio portraitFoto: Dok. iStock

Makeup artist yang pernah merias Selvi Ananda saat menikah dengan Gibran Rakabuming Raka ini menjelaskan bahwa gajahan melambangkan Tuhan Yang Maha Esa. Sementara ngapit menyimbolkan seorang ibu dan penitis adalah bapak. Bagian paling bawah, yakni godek, mengandung arti anak.

Jadi, jika diartikan secara keseluruhan, paes berarti pertemuan antara ayah, ibu, sehingga membuahkan anak. Sementara gajahan diharapkan keluarga tersebut bisa berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.



Simak Video "Wanita Indonesia Ini Konsisten Kenalkan Batik ke Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)