Liputan Khusus Seserahan Pernikahan

Isi Seserahan Pernikahan Adat Jawa hingga Bugis Penuh Makna dan Tradisi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 20 Des 2021 11:08 WIB
Foto Seserahan. Isi seserahan pernikahan adat Jawa hingga Bugis. Foto: Dok. Instagram @seserahan_by_rosearbor.
Jakarta -

Seserahan pernikahan atau lamaran merupakan simbol yang diberikan calon pengantin pria untuk pengantin wanita. Isi seserahan pernikahan ini pada umumnya sama, namun ada juga kekhasan dari setiap daerah. Berikut isi seserahan pernikahan adat Jawa hingga Bugis yang penuh makna dan tradisi.

Isi seserahan pernikahan di Indonesia menyesuaikan tradisi karena beragamnya suku dan adat di Tanah Air. Wolipop pun berbincang dengan Anindita Dewayani sebagai pemilik vendor seserahan Rose Arbor, untuk mengetahui perbedaan isi seserahan dari berbagai budaya di Tanah Air.

"Isi seserahan biasanya dari perbedaan budaya yang ditunjukkan dari kain atau makanan," kata wanita yang akrab disapa Dita (19/12/2021).

Dita menjelaskan berbagai perbedaan isi seserahan dari berbagai wilayah di Tanah Air. Berikut penjelasannya :

1. Seserahan Pernikahan Adat Jawa

Isi seserahan adat Jawa, menurut Dita identik dengan batik dan makanan lengket seperti wajik atau ketan. Lalu makanan dari daerah asal, seperti dodol, gudeg, bakpia, lumpia, dan pisang sangga.

2. Seserahan Pernikahan Adat Sunda

Sunda juga memiliki ciri khas kain batik. Isi seserahan pun berupa kain batik Sunda dan nasi liwet. Selain itu kamu juga bisa menambahkan berbagai perlengkapan yang akan dipakai sehari-hari. Seperti alat salat, pakaian dan makeup.

3. Seserahan Pernikahan Adat Betawi

Dodol Betawi dan roti buaya sudah menjadi ciri khas adat Betawi untuk isi seserahan. Kamu juga bisa tambahkan isi seserahan dengan parcel buah dan pernah-pernik khas Betawi. Dan juga sirih embun, pisang raja dua sisir dan roti tawar warna-warni.

4. Seserahan Pernikahan Adat Padang dan Pekanbaru

Isi seserahan khas Padang dan Pekanbaru biasanya berupa songket, rendang, dan dendeng balado. Dan bisa juga diberikan buah dan perlengkapan yang bisa digunakan setelah menikah.

5. Seserahan Pernikahan Adat Palembang

Seserahan khas Palembang adalah songket, kue maksuba, kue berlapis-lapis sehingga mirip pengerjaan seperti kue lapis. Dan juga kue 8 jam yang wajib dibawa untuk isi seserahan khas Palembang.

6. Seserahan Pernikahan Adat Bugis

Isi seserahan khas Bugis disebut dengan 'Erang-erang' yang akan diberikan pihak pria kepada wanita. Isi seserahan bisa berupa sarung Bugis dan kue-kue khas Makassar. Kamu juga bisa memberikan kebutuhan untuk calon pengantin wanita.

Itulah berbagai isi seserahan pernikahan adat Jawa hingga Bugis yang bisa jadi referensi untuk kamu para calon pengantin.

(gaf/eny)