Akibat Salah Duga, Jam Tangan Rp 775 Juta Pria Ini Dihancurkan Pihak Bandara

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 12 Mar 2021 14:31 WIB
Jam Tangan Wanita Ilustrasi Jam Tangan / Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemeriksaan di bandara memang cukup ketat. Tak jarang para penumpang yang dianggap membawa barang-barang terlarang terpaksa harus disita atau bahkan dihancurkan. Tapi bagaimana jika dugaan petugas bandara tersebut salah namun barang milik penumpangnya sudah terlanjur dihancurkan? Hal itu yang dialami oleh pria yang satu ini. Lebih menyedihkannya lagi, barang yang dihancurkan itu tergolong sebagai barang mewah dan merupakan hadiah dari sang kakak.

Seperti dikutip dari Khaleej Times, peristiwa itu terjadi ketika pria bernama Muhammad Ismail baru saja pulang dari Dubai, UAE setelah mengunjungi kakaknya. Ketika berada di Bandara Internasional Karipur, India, Ismail diberhentikan oleh petugas disana dan diminta untuk mencopot jam tangan yang dikenakannya.

Petugas itu mengira Ismail telah menyelundupkan emas melalui jam Audemars Piguet yang dikenakannya. Selanjutnya Ismail tidak melihat jika jam tangan mewah senilai Rp 775 juta miliknya itu ternyata dihancurkan oleh petugas di sebuah ruangan. Ketika dikembalikan, jam tangan tersebut sudah hancur dan terbagi dalam enam bagian.

"Mereka curiga saya mencoba menyelundupkan emas dengan menyembunyikannya di jam tangan," jelas Ismail.

"Petugas mengambil arloji itu di sebuah ruangan, di mana mereka menghancurkannya berkeping-keping menggunakan palu. Ketika tidak menemukan apapun, pecahan jam tangan diletakkan di atas piring dan dikembalikan kepada saya," tambahnya.

Tak terima atas perlakuan tersebut, Ismail pun meminta agar petugas bandara mengembalikan jam tangannya dalam kondisi utuh. Namun petugas bandara hanya menawarkan kompensasi senilai Rp 194 juta. Ismail pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi di Kozhikode.

"Jam tangan itu sudah berada di keluarga saya sejak 2017. Kakak saya membelinya seharga 226.000 dirham. Sekarang ini hancur menjadi enam bagian. Saya juga harus menunggu di bandara hampir 8 jam karena ini," jelas Ismail.

Jam tangan mewah merek Audemars Piguet itu merupakan hadiah dari kakak Ismail, Ibrahim, yang menjalankan bisnis di Dubai. Saat ini Ismail masih menunggu keputusan dari otoritas terkait penggantian jam tangannya.

"Saya memiliki tanda terima asli untuk jam tangan tersebut, dan dengan jelas disebutkan bahwa harganya lebih dari 200.000 dirham. Entah mereka mengembalikan uang itu atau mengembalikan jam tangan aslinya ... Berapa banyak emas yang bisa saya selundupkan dalam jam tangan? Para pejabat harus memikirkan semuanya," jelas Ismail.

Kasus Ismail kemudian menjadi viral setelah dibagikan oleh salah seorang pekerja di Kozhikode. Pekerja tersebut membagikan video Ismail dan jam tangan mewahnya ke media sosial.

(vio/vio)