Liputan Khusus
Yang Harus Dilakukan Jika Anak Hilang Saat Liburan
wolipop
Jumat, 07 Des 2012 15:51 WIB
Jakarta
-
Saat liburan bersama keluarga, kemungkinan anak hilang atau tersesat akan selalu ada. Bisa jadi karena terlalu asyik bermain dan jalan-jalan, anak jadi terpisah dari rombongan; orangtua pun lengah karena terlalu banyak yang diperhatikan dan dipikirkan.
Kasus anak tersesat biasanya terjadi di tempat keramaian atau pusat kota. Tapi bisa juga dialami di area sepi pengunjung. Bagaimana mencegah anak atau anggota keluarga lain tersesat saat liburan dan apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi? Simak tips yang dirangkum dari ABC News dan Calgarys Child.
1. Ajarkan anak agar mereka bisa menyebutkan identitas sendiri saat tersesat. Untuk anak yang masih balita, bekali dengan informasi tentang identitas mereka di kantong baju atau celananya. Jika mereka sudah cukup dewasa untuk bicara dan memberitahu informasi, latih untuk memberitahukan nomor telepon orangtuanya kepada seseorang yang ditemuinya di jalan.
2. Pakaikan anak baju berwarna terang agar lebih mudah dikenali saat terpisah di keramaian. Kuning lemon atau hijau stabilo sangat disarankan karena lebih menarik perhatian. Anda juga harus mempunyai satu set pakaian yang hanya dipakai sang anak saat bepergian ke luar atau tempat yang ramai agar mudah mengingat pakaian apa yang mereka kenakan.
3. Setiap akan pergi keluar untuk berwisata, potret anak Anda dengan kamera telepon genggam sebelum meninggalkan hotel atau sesampainya di tempat tujuan. Cara ini akan membantu polisi untuk menemukan jika anak Anda hilang karena mereka akan memerhatikan apa yang anak Anda kenakan di hari itu.
4. Bicara pada anak Anda tentang bahayanya jika berbicara dengan orang asing dan ingatkan mereka betapa pentingnya untuk selalu berdekatan dengan orangtuanya. Namun karena terlalu asyik bermain, anak-anak kadang bisa saja tersesat dan orangtua pun mudah lalai dalam pengawasan karena situasi yang riuh. Ketika anak terpisah dari Anda, segera laporkan pada pihak keamanan di tempat publik atau tempat wisata.
5. Saat bepergian dengan keluarga yang anggotanya banyak, pasti mempunyai tujuan wisatanya masing-masing. Ada yang lebih pilih berbelanja, museum atau spot yang jadi ikon wisata. Risiko anak untuk tersasar saat berjalan-jalan pun lebih tinggi. Untuk mengantisipasinya, pilih titik temu paling strategis yang mudah dikenali anak Anda ketika dia tersesat.
6. Ajarkan anak Anda untuk melafalkan nama dan alamat hotel/tempat menginap dengan benar, atau berikan kartu nama penginapan Anda kepadanya. Terangkan padanya untuk memberikan alamat hotel kepada pihak berwajib atau supir taksi yang dia temui saat tersesat.
7. Anda harus melindungi identitas anak saat di keramaian. Anak-anak cenderung mudah termakan rayuan ketika orang asing memanggil nama mereka, berpikir kalau orang tersebut baik. Jangan memakaikan baju atau perhiasan bertuliskan nama mereka.
8. Ketika liburan di luar negeri, jangan terlalu membiarkan anak Anda bebas pergi ke manapun. Liburan, bukan berarti Anda boleh lengah mengawasi gerak-gerik anak. Sensitif dengan kebudayaan yang berbeda dan memastikan anak Anda tahu hal itu, adalah tindakan pencegahan yang sangat vital.
9. Jika anak tersesat, Anda pasti khawatir tapi janganlah panik yang berlebihan. Tetaplah tenang. Sebaiknya jangan meneriakkan nama sang anak berulang kali. Cara ini tidak akan membantu Anda mengetahui keberadaan si kecil lebih cepat apabila dia tidak berada di dekat lokasi Anda. Memanggil-manggil nama anak justru bisa memicu orang yang ingin berniat jahat. Segera laporkan pada pusat informasi, sekuriti atau petugas jaga di lapangan.
(hst/hst)
Kasus anak tersesat biasanya terjadi di tempat keramaian atau pusat kota. Tapi bisa juga dialami di area sepi pengunjung. Bagaimana mencegah anak atau anggota keluarga lain tersesat saat liburan dan apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi? Simak tips yang dirangkum dari ABC News dan Calgarys Child.
1. Ajarkan anak agar mereka bisa menyebutkan identitas sendiri saat tersesat. Untuk anak yang masih balita, bekali dengan informasi tentang identitas mereka di kantong baju atau celananya. Jika mereka sudah cukup dewasa untuk bicara dan memberitahu informasi, latih untuk memberitahukan nomor telepon orangtuanya kepada seseorang yang ditemuinya di jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Setiap akan pergi keluar untuk berwisata, potret anak Anda dengan kamera telepon genggam sebelum meninggalkan hotel atau sesampainya di tempat tujuan. Cara ini akan membantu polisi untuk menemukan jika anak Anda hilang karena mereka akan memerhatikan apa yang anak Anda kenakan di hari itu.
4. Bicara pada anak Anda tentang bahayanya jika berbicara dengan orang asing dan ingatkan mereka betapa pentingnya untuk selalu berdekatan dengan orangtuanya. Namun karena terlalu asyik bermain, anak-anak kadang bisa saja tersesat dan orangtua pun mudah lalai dalam pengawasan karena situasi yang riuh. Ketika anak terpisah dari Anda, segera laporkan pada pihak keamanan di tempat publik atau tempat wisata.
5. Saat bepergian dengan keluarga yang anggotanya banyak, pasti mempunyai tujuan wisatanya masing-masing. Ada yang lebih pilih berbelanja, museum atau spot yang jadi ikon wisata. Risiko anak untuk tersasar saat berjalan-jalan pun lebih tinggi. Untuk mengantisipasinya, pilih titik temu paling strategis yang mudah dikenali anak Anda ketika dia tersesat.
6. Ajarkan anak Anda untuk melafalkan nama dan alamat hotel/tempat menginap dengan benar, atau berikan kartu nama penginapan Anda kepadanya. Terangkan padanya untuk memberikan alamat hotel kepada pihak berwajib atau supir taksi yang dia temui saat tersesat.
7. Anda harus melindungi identitas anak saat di keramaian. Anak-anak cenderung mudah termakan rayuan ketika orang asing memanggil nama mereka, berpikir kalau orang tersebut baik. Jangan memakaikan baju atau perhiasan bertuliskan nama mereka.
8. Ketika liburan di luar negeri, jangan terlalu membiarkan anak Anda bebas pergi ke manapun. Liburan, bukan berarti Anda boleh lengah mengawasi gerak-gerik anak. Sensitif dengan kebudayaan yang berbeda dan memastikan anak Anda tahu hal itu, adalah tindakan pencegahan yang sangat vital.
9. Jika anak tersesat, Anda pasti khawatir tapi janganlah panik yang berlebihan. Tetaplah tenang. Sebaiknya jangan meneriakkan nama sang anak berulang kali. Cara ini tidak akan membantu Anda mengetahui keberadaan si kecil lebih cepat apabila dia tidak berada di dekat lokasi Anda. Memanggil-manggil nama anak justru bisa memicu orang yang ingin berniat jahat. Segera laporkan pada pusat informasi, sekuriti atau petugas jaga di lapangan.
(hst/hst)
Pakaian Wanita
Kaos Basic Katun Breathable, Anti Gerah Dipakai di Rumah Saat Cuaca Panas
Pakaian Wanita
Sepatu Prewalker Bayi Anti-Slip, Dukung Proses Belajar Jalan Si Kecil
Home & Living
Oven Toaster Mini dari Azko Kris yang Praktis untuk Sahur & Ngemil, Bikin Masak Lebih Simpel
Home & Living
Masak Sahur & Buka Lebih Sat Set, Kompor Listrik Ini Praktis Tanpa Ribet Pasang Gas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Pura-pura Tajir, Pasangan Tahan Antrean Pesawat Demi Foto di Business Class
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Penumpang Pesawat Ramai-Ramai Pakai Piama di Bandara, Ada Apa?
5 Rekomendasi Kegiatan Seru Liburan Bertema 'Nature Escape' di Singapura
5 Bangunan Ikonik Mewah di Dunia, Salah Satunya Taj Mahal
Most Popular
1
Drakor The Art of Sarah Heboh Mirip Skandal Penipuan dari Kisah Nyata
2
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
3
Boneka Oranmama Sold Out karena Monyet Punch, Harganya Melonjak di E-commerce
4
Potret Gisella Anastasia-Cinta Brian Liburan Bareng ke Roma, Serasi & Kompak
5
Inspirasi Bukber Kekinian: Pashmina Viscose Ala Aurel sampai Natasha Rizki
MOST COMMENTED











































