ADVERTISEMENT

Viral Nonaktifkan Centang Biru di Whatsapp Disebut Tidak Beradab Tuai Kritik

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 09 Jan 2022 07:00 WIB
Istanbul, Turkey - July 11, 2016: Apple iPhone 6s screen with social media applications icons Facebook, Instagram, Twitter, Spotify, Youtube, Messenger, Apple Music, Safari, Maps, Whatsapp etc. Ilustrasi wanita yang sedang mengirimkan pesan WhatsApp. Foto: Getty Images/Enes Evren.
Jakarta -

WhatsApp menjadi aplikasi berbagi pesan instan yang populer di seluruh dunia. Popularitas tersebut membuat WhatsApp terus memperbarui aplikasinya dengan menghadirkan berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna.

Salah satu fitur di aplikasi mengirim pesan WhatsApp adalah centang biru, yang menjadi penanda pesan yang sudah dibaca oleh penerima pesan. Tanda centang warna biru akan muncul di samping pada setiap pesan yang kamu kirim ketika sudah terbaca. Namun ada sebagian orang memilih untuk tidak mengaktifkan fitur centang biru, dengan berbagai alasan.

Seperti yang baru-baru ini unggahan viral di media sosial. Postingan tersebut menuliskan jika ada orang yang sengaja menonaktifkan centang biru, itu termasuk perilaku yang tidak beradab. Unggahan tersebut langsung menuai kontroversi.

Postingan tersebut dibuat oleh akun @habibiequotes_ dan diunggah ulang oleh akun Twitter @AREAJULID. Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang menanggapi soal centang biru di aplikasi WhatsApp.

"Jangan sembunyikan centang biru. Menonaktifkan atau menyembunyikan tanda centang biru pada Whatsapp termasuk perilaku tidak memiliki adab, tidak menghargai orang lain, tidak jujur atau berbohong dalam komunikasi.," tulis akun @habibiequotes_.

"Dis! Gimana menurut kalian?" tanya akun Twitter @AREAJULID.

"Lebay, padahal pilihan orang beda beda. Gue matiin centang biru karna ngerasa lebih nyaman, kadang suka sedih kalau ada temen chat minta tolong trus abis ditolong cuma di read. Solusinya? Ya gue matiin centang biru untuk meminimalisir rasa sedih klo di read doang. Simple," ucap pengguna Twitter @FlavorYuta.

"Tapi emang jujur ga etis. Kalau masih sekolah sih kayaknya gapapa ya, guru juga masih maklumin untuk bales. Tapi kata bundaku, dia ga akan bales murid yang ga nyalain centang biru. Karena dia ga akan tau itu pesan udah dibaca apa belum," tulis akun @ikanhibernasi.

Ada beberapa pesan yang gue males bales tapi gue penasaran isinya apa, jadi gue matiin aja centang birunya. Emang kenape deh? Suka suka gue lah," ujar akun @alpukatkocoknim.

"Kalau akun buat bisnis atau kerja, baiknya dihidupin gak sih? Kalau akun biasa ya suka-suka yang punya?" timpal akun @vyoungchae.

"Lah kok ngatur wkwk . Kenapa ada fitur mematikan centang biru? Ya karena itu dibutuhkan, sometimes people need their space cukk. Elahh, ribet amat idup, pengen tentram damai aja dibilang ga beradab," saut akun @ketawaajalah.

"Ada fitur untuk dipakai, kalau semuanya serba salah kita balik ke zaman surat-suratan aja," kesal akun Twitter @raihankarnasi.

Lalu bagaimana menurut pakar komunikasi soal perdebatan tersebut? Simak artikel selanjutnya di Wolipop!

(gaf/eny)