Selimut 11 Kg yang Membantu Anda Tidur Nyenyak Seperti Sedang Dipeluk
Rista Adityaputry - wolipop
Rabu, 10 Mei 2017 13:41 WIB
Jakarta
-
Sering kesulitan tidur? Kini ada selimut kesehatan yang diklaim bisa menyembuhkan kesulitan tidur. Selimut yang diberi nama The Gravity Blanket ini memiliki berat tertentu yang di dalamnya terdapat kantung-kantung berisi butiran plastik.
Ide di balik penciptaan selimut ini sebenarnya sederhana, yaitu membiarkan bobot selimut menstimulasikan perasaan seolah dipeluk atau dipegang seseorang hingga Anda jatuh tertidur. Tidak hanya membuat tidur nyenyak, selimut dengan berat 7 hingga 11 kilogram ini juga bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan isu kesehatan mental lainnya sehingga si pemakai akan tidur nyenyak dengan mudah.
Berat selimut diisi dengan butiran plastik yang memiliki kepadatan tinggi. Material tersebut terbuat dari polyethylene berkualitas tinggi yang tidak berbau, tidak beracun, dan telah mendapat sertifikat food grade. Butiran-butiran ini digunakan karena dapat memberikan tekstur yang bisa memudahkan seseorang tidur dan merasa relaks.
Sementara itu, kain selimut bagian luar terbuat dari serat mikro bulu domba yang sangat lembut dan kain bagian dalam terbuat dari 100 % katun. Tekstur jahitannya dibuat sedemikian rupa, menyerupai grid yang bisa menyebarkan butiran plastik supaya bisa memberikan tekanan di seluruh tubuh.
Para kreator Gravity menciptakan selimut berat itu sesuai bentuk tubuh dan berat pengguna. Selimut seberat 7 kilogram, untuk pengguna dengan berat sekitar 45 - 69 kilogram. Selimut seberat 9 kilogram untuk orang dengan berat badan 68 - 91 kilogram. Sementara selimut yang paling berat, 11 kilogram, ditujukan untuk orang yang beratnya lebih dari 91 kilogram.
Dijual lewat situs Kickstarter dengan harga USD 279 atau sekitar Rp 3,7 jutaan, selimut The Gravity tidak hanya dapat digunakan ketika tidur. Tapi juga bisa untuk bersantai atau bermeditasi.
Sebenarnya, selimut berat bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan. Selimut jenis ini kerap digunakan dalam dunia terapi kesehatan mental sebagai alat untuk mengurangi kecemasan dan stres. Mengenai beratnya yang melebihi selimut pada umumnya, kreator Gravity menyarankan untuk menggunakan selimut dengan berat 10% dari berat tubuh dan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. (hst/hst)
Ide di balik penciptaan selimut ini sebenarnya sederhana, yaitu membiarkan bobot selimut menstimulasikan perasaan seolah dipeluk atau dipegang seseorang hingga Anda jatuh tertidur. Tidak hanya membuat tidur nyenyak, selimut dengan berat 7 hingga 11 kilogram ini juga bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan isu kesehatan mental lainnya sehingga si pemakai akan tidur nyenyak dengan mudah.
Selimut untuk membantu tidur. Foto: ist |
Berat selimut diisi dengan butiran plastik yang memiliki kepadatan tinggi. Material tersebut terbuat dari polyethylene berkualitas tinggi yang tidak berbau, tidak beracun, dan telah mendapat sertifikat food grade. Butiran-butiran ini digunakan karena dapat memberikan tekstur yang bisa memudahkan seseorang tidur dan merasa relaks.
Sementara itu, kain selimut bagian luar terbuat dari serat mikro bulu domba yang sangat lembut dan kain bagian dalam terbuat dari 100 % katun. Tekstur jahitannya dibuat sedemikian rupa, menyerupai grid yang bisa menyebarkan butiran plastik supaya bisa memberikan tekanan di seluruh tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selimut untuk membantu tidur. Foto: ist |
Dijual lewat situs Kickstarter dengan harga USD 279 atau sekitar Rp 3,7 jutaan, selimut The Gravity tidak hanya dapat digunakan ketika tidur. Tapi juga bisa untuk bersantai atau bermeditasi.
Sebenarnya, selimut berat bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan. Selimut jenis ini kerap digunakan dalam dunia terapi kesehatan mental sebagai alat untuk mengurangi kecemasan dan stres. Mengenai beratnya yang melebihi selimut pada umumnya, kreator Gravity menyarankan untuk menggunakan selimut dengan berat 10% dari berat tubuh dan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. (hst/hst)












































Selimut untuk membantu tidur. Foto: ist
Selimut untuk membantu tidur. Foto: ist