Apple Ciptakan Fitur Baru untuk Bantu Pengguna Gadget Cegah Insomnia
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 12 Jan 2016 13:36 WIB
Jakarta
-
Kesulitan tidur di malam hari kerap dialami banyak orang. Salah satu faktor penyebabnya karena kebiasaan memainkan smartphone menjelang tidur sehingga membuat mata terus terjaga dan akhirnya sulit terlelap.
Di 2016 ini, Apple menawarkan solusi bagi para penderita insomnia lewat sistem operasi terbarunya. Seperti dikutip dari Mirror, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini akan meluncurkan iOS 9.3.
Sistem operasi ini memiliki fitur 'night mode' dimana warna layar akan berubah secara bertahap seiring pergantian waktu dari siang, sore ke malam. Saat digunakan pada malam hari, layar iPhone maupun iPad akan mengurangi paparan 'blue light', cahaya biru yang menstimulasi otak dan membuat seseorang kesulitan tidur nyenyak.
Dalam pernyataan tertulis, pihak Apple mengatakan, "Banyak studi yang menunjukkan bahwa paparan cahaya biru terang (dari gadget) di malam hari bisa berpengaruh pada ritme sirkadian dan membuat orang lebih sulit tertidur."
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
Fitur bernama Night Shift ini menggunakan perangkat jam dan geolocation untuk menyesuaikan kapan waktu terbenamnya matahari di lokasi pengguna berada. Kemudian fitur ini secara otomatis akan mengganti spektrum warna pada layar iPhone jadi lebih hangat sehingga lebih bersahabat bagi mata.
"Di pagi hari, layar akan kembali ke spektrum warna asal," jelas Apple.
Cahaya biru dari perangkat elektronik seperti smartphone, tablet atau laptop memang menjadi salah satu penyebab paling umum insomnia khususnya pada penduduk di kota besar. Paparan cahaya biru menekan produksi melatonin --senyawa yang menyebabkan kantuk-- di dalam otak sehingga membuat seseorang lebih sulit tertidur. Efek cahaya biru ini akan lebih besar apabila Anda memainkan smartphone tepat sebelum tidur.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, menunjukkan ada perubahan signifikan pada jam tidur ketika seseorang tidur tanpa cahaya dari lampu maupun gadget. Dalam studi tersebut, partisipan berkemah di pegunungan selama satu minggu dan selama itu juga, mereka bisa tidur dua jam lebih awal dari biasanya.
"Paparan cahaya di malam hari, khususnya cahaya biru dari layar LCD seperti laptop, TV layar datar dan iPad bisa memengaruhi tingkat hormon pada otak," jelas Dr Guy Leschziner, konsultan ilmu syaraf di London Bridge Hospital dan The Lister Hospital, London, Inggris. (hst/hst)
Di 2016 ini, Apple menawarkan solusi bagi para penderita insomnia lewat sistem operasi terbarunya. Seperti dikutip dari Mirror, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini akan meluncurkan iOS 9.3.
Sistem operasi ini memiliki fitur 'night mode' dimana warna layar akan berubah secara bertahap seiring pergantian waktu dari siang, sore ke malam. Saat digunakan pada malam hari, layar iPhone maupun iPad akan mengurangi paparan 'blue light', cahaya biru yang menstimulasi otak dan membuat seseorang kesulitan tidur nyenyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
Fitur bernama Night Shift ini menggunakan perangkat jam dan geolocation untuk menyesuaikan kapan waktu terbenamnya matahari di lokasi pengguna berada. Kemudian fitur ini secara otomatis akan mengganti spektrum warna pada layar iPhone jadi lebih hangat sehingga lebih bersahabat bagi mata.
"Di pagi hari, layar akan kembali ke spektrum warna asal," jelas Apple.
Cahaya biru dari perangkat elektronik seperti smartphone, tablet atau laptop memang menjadi salah satu penyebab paling umum insomnia khususnya pada penduduk di kota besar. Paparan cahaya biru menekan produksi melatonin --senyawa yang menyebabkan kantuk-- di dalam otak sehingga membuat seseorang lebih sulit tertidur. Efek cahaya biru ini akan lebih besar apabila Anda memainkan smartphone tepat sebelum tidur.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, menunjukkan ada perubahan signifikan pada jam tidur ketika seseorang tidur tanpa cahaya dari lampu maupun gadget. Dalam studi tersebut, partisipan berkemah di pegunungan selama satu minggu dan selama itu juga, mereka bisa tidur dua jam lebih awal dari biasanya.
"Paparan cahaya di malam hari, khususnya cahaya biru dari layar LCD seperti laptop, TV layar datar dan iPad bisa memengaruhi tingkat hormon pada otak," jelas Dr Guy Leschziner, konsultan ilmu syaraf di London Bridge Hospital dan The Lister Hospital, London, Inggris. (hst/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mesin Canggih Ini Bisa 'Memandikan' Manusia dalam 15 Menit, Harganya Rp6 M
Bantal Ini Dirancang Khusus untuk Tempat Berteriak, Diklaim Bisa Redakan Stres
Kumpulan Caption Estetik IG Bahasa Inggris yang Keren
Studi: Digital Detox Bikin Otak 10 Tahun Lebih Muda, Begini Caranya
7 Cara Mengatasi Kecanduan Smartphone Demi Kesehatan Mental
Most Popular
1
Heboh Rumor Park Bo Gum Gay, Foto Lawas dengan Mantan Pacar Jadi Sorotan
2
Gaya Anak Kanye West yang Makin Berani, Hitamkan Gigi di Usia 12 Tahun
3
Ramalan Zodiak Capricorn 2026: Karier Melaju, Cinta Masih Berliku
4
Foto: 10 Artis Hollywood Bergaun Terbaik di Critics' Choice Awards 2026
5
Deklarasi Cinta Timothee Chalamet ke Kylie Jenner Usai Menang Aktor Terbaik
MOST COMMENTED











































