40% Orang Pernah Cedera Akibat Pakai Smartphone Sambil Jalan
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 27 Nov 2015 13:13 WIB
Jakarta
-
Smartphone, gadget yang kita gunakan setiap hari --bahkan mungkin-- setiap waktu ternyata berpotensi besar menyebabkan cedera. Berdasarkan studi terbaru, hampir 50 persen orang mengaku pernah mengalami cedera atau kecelakaan akibat penggunaan smartphone yang tidak benar.
National Accident Helpline di Inggris melansir, sekitar 40 persen orang mengatakan pernah mengalami kecelakaan terkait dengan penggunaan smartphone mereka. Sebanyak 13 persen orang pernah bertabrakan dengan seseorang atau suatu benda ketika mengecek ponsel mereka di tempat umum. Sementara itu ada 27 persen orang yang pernah terjatuh di trotoar atau menabrak pintu kaca atau jendela.
Tidak hanya di jalan, cedera juga terjadi bahkan saat memakai smartphone di tempat tidur. Ada 60 persen orang yang mengaku wajahnya pernah tertimpa ponsel mereka yang terjatuh dari tangan karena digunakan sambil tiduran. Akibat 'kecelakaan kecil' tersebut, beberapa responden mengaku mengalami memar di wajah mereka.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Selain memar, lecet juga jadi cedera yang paling umum diantara pengguna ponsel. Belum lagi rasa malu yang 'diderita' karena terjatuh atau terantuk benda di depan banyak orang.
Salah seorang responden pernah mengalami cedera serius akibat keteledorannya dalam memakai ponsel. Seperti dikutip dari She Knows, salah seorang responden bernama Deb R. bercerita, "Saat itu saya melihat desain arsitektur yang sangat menarik dan mencoba mengambil fotonya dengan iPhone. Tapi saya terpeleset di trotoar yang tidak rata dan tangan saya patah."
Semakin banyaknya kecelakaan akibat pemakaian smartphone atau ponsel ini sudah perlu diperhatikan dengan serius, terutama bagi generasi muda. Sebanyak 43 persen kasus kecelakaan terjadi pada anak muda. Bahkan 84 persennya dialami remaja usia 16-24 tahun.
"Dalam perkembangan di dunia teknologi, smartphone dan gadget lainnya yang begitu cepat, kami mendorong orang untuk sedikit lebih memperhatikan risiko-risiko yang mungkin terjadi di sekitar mereka jadi kami bisa mengurangi jumlah kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari sambil menikmati semua hal menyenangkan yang ditawarkan di era modern ini," ujar CEO National Accident Helpline Russell Atkinson.
(hst/hst)
National Accident Helpline di Inggris melansir, sekitar 40 persen orang mengatakan pernah mengalami kecelakaan terkait dengan penggunaan smartphone mereka. Sebanyak 13 persen orang pernah bertabrakan dengan seseorang atau suatu benda ketika mengecek ponsel mereka di tempat umum. Sementara itu ada 27 persen orang yang pernah terjatuh di trotoar atau menabrak pintu kaca atau jendela.
Tidak hanya di jalan, cedera juga terjadi bahkan saat memakai smartphone di tempat tidur. Ada 60 persen orang yang mengaku wajahnya pernah tertimpa ponsel mereka yang terjatuh dari tangan karena digunakan sambil tiduran. Akibat 'kecelakaan kecil' tersebut, beberapa responden mengaku mengalami memar di wajah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memar, lecet juga jadi cedera yang paling umum diantara pengguna ponsel. Belum lagi rasa malu yang 'diderita' karena terjatuh atau terantuk benda di depan banyak orang.
Salah seorang responden pernah mengalami cedera serius akibat keteledorannya dalam memakai ponsel. Seperti dikutip dari She Knows, salah seorang responden bernama Deb R. bercerita, "Saat itu saya melihat desain arsitektur yang sangat menarik dan mencoba mengambil fotonya dengan iPhone. Tapi saya terpeleset di trotoar yang tidak rata dan tangan saya patah."
Semakin banyaknya kecelakaan akibat pemakaian smartphone atau ponsel ini sudah perlu diperhatikan dengan serius, terutama bagi generasi muda. Sebanyak 43 persen kasus kecelakaan terjadi pada anak muda. Bahkan 84 persennya dialami remaja usia 16-24 tahun.
"Dalam perkembangan di dunia teknologi, smartphone dan gadget lainnya yang begitu cepat, kami mendorong orang untuk sedikit lebih memperhatikan risiko-risiko yang mungkin terjadi di sekitar mereka jadi kami bisa mengurangi jumlah kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari sambil menikmati semua hal menyenangkan yang ditawarkan di era modern ini," ujar CEO National Accident Helpline Russell Atkinson.
(hst/hst)











































