Gelang Pintar yang Bisa Beritahu Saat Tubuh Sudah Kelebihan Kalori
wolipop
Rabu, 07 Jan 2015 12:46 WIB
Jakarta
-
Mengontrol asupan kalori adalah salah satu kunci untuk hidup sehat dan menjaga berat tubuh tetap ideal. Kebutuhan kalori dasar wanita rata-rata 1500 - 1800 per hari, tergantung dari aktivitas mereka. Semakin aktif maka kalori yang dibutuhkan lebih banyak, juga sebaliknya. Apabila kalori yang diasup jauh lebih banyak dari yang diperlukan maka kegemukan pun tak terhindarkan.
Misalnya dengan meminum caramel macchiato plus tambahan whipped cream serta saus cokelat di atasnya, sudah menyumbang sekitar 500 kalori. Belum lagi ditambah dengan pasta saus krim dan garlic bread sebagai appetizer, untuk sekali makan saja mungkin Anda sudah mengasup lebih dari setengah kebutuhan kalori harian dan itu hanya saat makan siang. Bisa dibayangkan jika Anda masih makan malam 'lengkap' dengan camilan-camilannya.
Sayangnya banyak orang tidak sadar kalau kalori yang mereka asup telah melebihi batas karena ketidaktahuan. Melihat hal itu, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat mengembangkan alat berupa gelang yang bisa memberitahu kapan Anda sudah makan berlebihan.
Alat bernama HealBe GoBe ini bekerja dengan mendeteksi perubahan tingkat glukosa dan cairan di dalam sel-sel kulit. Didesain oleh tim dari Rusia, gelang pintar ini menggunakan sistem algoritma (penghitungan secara sistematis dan logis) untuk menganalisa data-data yang dikumpulkan melalui tiga sensor yang ditanamkan dalam alat tersebut.
Sensor-sensor ini memonitor berbagai perubahan pada tubuh lewat lewat kulit selama sang pengguna beraktivitas. Mulai dari berjalan, makan, duduk hingga tidur di malam harinya. Salah satunya adalah sensor nadi yang mengukur laju aliran darah serta detak jantung, lalu ada accelerometer yang memonitor pergerakan dan aktivitas tubuh, serta jumlah langkah kaki.
Sensor ketiga dinamakan bioimpedance yang diklaim bisa menghitung besarnya kalori yang masuk ke dalam tubuh. seseorang makan, karbohidrat akan diolah menjadi glukosa atau gula di dalam darah. Sel-sel tubuh kemudian menyerap glukosa tersebut dan mengubahnya menjadi energi. Sensor bioimpedance inilah yang akan mengukur perubahan tersebut menggunakan software khusus. Perangkat lunak itu akan menterjemahkan perubahan glukosa ke energi menjadi angka-angka yang memperlihatkan berapa jumlah kalori yang telah dikonsumsi.
Angka-angka tersebut akan muncul pada layar di gelang dan akhirnya si pemakai pun tahu apakah mereka sudah mencukupi jumlah kalori atau bahkan berlebih. Selain menghitung kalori, gelang ini juga bisa menginformasikan berapa kalori yang sudah terbakar. Dengan begitu, pengguna akan mengetahui apakah dia sudah cukup berolahraga untuk memangkas kelebihan kalori per harinya. Alat ini juga bisa mengukur tingkat stres dan apakah Anda memiliki waktu tidur yang cukup serta berkualitas setiap malamnya.
(hst/hst)
Misalnya dengan meminum caramel macchiato plus tambahan whipped cream serta saus cokelat di atasnya, sudah menyumbang sekitar 500 kalori. Belum lagi ditambah dengan pasta saus krim dan garlic bread sebagai appetizer, untuk sekali makan saja mungkin Anda sudah mengasup lebih dari setengah kebutuhan kalori harian dan itu hanya saat makan siang. Bisa dibayangkan jika Anda masih makan malam 'lengkap' dengan camilan-camilannya.
Sayangnya banyak orang tidak sadar kalau kalori yang mereka asup telah melebihi batas karena ketidaktahuan. Melihat hal itu, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat mengembangkan alat berupa gelang yang bisa memberitahu kapan Anda sudah makan berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sensor-sensor ini memonitor berbagai perubahan pada tubuh lewat lewat kulit selama sang pengguna beraktivitas. Mulai dari berjalan, makan, duduk hingga tidur di malam harinya. Salah satunya adalah sensor nadi yang mengukur laju aliran darah serta detak jantung, lalu ada accelerometer yang memonitor pergerakan dan aktivitas tubuh, serta jumlah langkah kaki.
Sensor ketiga dinamakan bioimpedance yang diklaim bisa menghitung besarnya kalori yang masuk ke dalam tubuh. seseorang makan, karbohidrat akan diolah menjadi glukosa atau gula di dalam darah. Sel-sel tubuh kemudian menyerap glukosa tersebut dan mengubahnya menjadi energi. Sensor bioimpedance inilah yang akan mengukur perubahan tersebut menggunakan software khusus. Perangkat lunak itu akan menterjemahkan perubahan glukosa ke energi menjadi angka-angka yang memperlihatkan berapa jumlah kalori yang telah dikonsumsi.
Angka-angka tersebut akan muncul pada layar di gelang dan akhirnya si pemakai pun tahu apakah mereka sudah mencukupi jumlah kalori atau bahkan berlebih. Selain menghitung kalori, gelang ini juga bisa menginformasikan berapa kalori yang sudah terbakar. Dengan begitu, pengguna akan mengetahui apakah dia sudah cukup berolahraga untuk memangkas kelebihan kalori per harinya. Alat ini juga bisa mengukur tingkat stres dan apakah Anda memiliki waktu tidur yang cukup serta berkualitas setiap malamnya.
(hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Mesin Canggih Ini Bisa 'Memandikan' Manusia dalam 15 Menit, Harganya Rp6 M
Bantal Ini Dirancang Khusus untuk Tempat Berteriak, Diklaim Bisa Redakan Stres
Kumpulan Caption Estetik IG Bahasa Inggris yang Keren
Studi: Digital Detox Bikin Otak 10 Tahun Lebih Muda, Begini Caranya
7 Cara Mengatasi Kecanduan Smartphone Demi Kesehatan Mental
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































