Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tahi Lalat Berpotensi Kanker? Cari Tahu dengan Aplikasi Doctor Mole

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 08 Okt 2012 17:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Kanker kulit merupakan penyakit berbahaya, sayangnya tanda-tanda awal penyakit ini seringkali tak disadari hingga menjadi parah dan sulit disembuhkan. Salah satu cara mendeteksi kanker kulit adalah dengan memerhatikan bentuk dan warna dari tahi lalat, namun tak semua orang tahu apakah tahi lalat yang mereka miliki berpotensi kanker atau tidak.

Kini selain ke dokter, orang bisa mengetahui gejala awal kanker kulit lewat smartphone, iPod atau komputer tablet. Sebuah aplikasi smartphone terbaru memungkinkan penggunanya mengidentifikasi apakah sebuah tahi lalat atau jerawat kecil bisa membawa masalah besar bagi Anda.

Aplikasi tersebut bernama Doctor Mole, diciptakan oleh Mark Shippen dari Australia. Doctor Mole menggunakan teknologi yang bisa memeriksa ukuran, bentuk, warna dan pinggiran tahi lalat secara mendetail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tahi lalat diambil gambarnya, pengguna akan diperlihatkan grafik yang menunjukkan tingkat risiko kanker kulit berdasarkan kode warna. Grafik juga disertai dengan penjelasan karakteristik tahi lalat dan memberitahu apakah tahi lalat yang Anda miliki berpotensi besar kanker kulit atau tidak.

Aplikasi tersebut juga bisa mengingatkan penggunanya, kapan harus memeriksa lagi apakah ada perubahan signifikan pada tahi lalat. Perubahan pada tahi lalat merupakan gejala umum melanoma ganas, salah satu dari tiga jenis kanker kulit berbahaya.

"Saya tidak punya latar belakang pendidikan medis, tapi pengalaman terkena kanker beberapa tahun lalu membuat saya banyak membaca informasi mengenai penyakit ini (kanker kulit) dan jadi paham apa yang seharusnya dilihat. Jadi berbekal pengetahuan yang saya dapat dan kemampuan menciptakan software, saya membuat Doctor Mole," jelas Mark, seperti dikutip dari Daily Mail.

Aplikasi Doctor Mole bisa didownload di Appstore dengan membayar 2,49 Poundsterling atau sekitar Rp 45 ribu. Namun Mark menegaskan bahwa aplikasi ini bukan, atau tidak akan bisa menggantikan pemeriksaan dokter. Meskipun beberapa dokter memberitahunya kalau mereka menggunakan aplikasi ciptaan Mark tersebut untuk memeriksa pasiennya.

Doctor Mole tidak bisa dijadikan pendeteksi tunggal kanker kulit karena ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tampilan gambar. Saat pengambilan gambar, bisa saja bentuk (tahi lalat) berubah karena bayangan, kurangnya pencahayaan atau kualitas kamera yang kurang bagus.

"Jadi saya rasa tidak ada aplikasi yang mengklaim bisa mendeteksi kanker 100% akurat," tambah Mark.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads