ADVERTISEMENT

Seks Ramah Lingkungan Jadi Tren, Sex Toys 'Eco-Friendly' Makin Digemari

Hestianingsih - wolipop Rabu, 23 Feb 2022 21:00 WIB
Ilustrasi hubungan seks suami istri Ilustrasi pasangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivanko_Brnjakovic
Jakarta -

Tidak sedikit pasangan yang menggunakan alat bantu sebagai penunjang aktivitas seks agar lebih berkualitas dan memuaskan. Namun ada sisi gelap di balik pemakaian alat bantu seks.

Penggunaan alat bantu seks dan kontrasepsi ternyata turut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Banyak produk kesehatan seksual seperti kondom, sex toys dan lubrikan yang proses maupun bahan pembuatannya tidak ramah lingkungan.

Kebanyakan produk penunjang seksualitas terbuat dari lateks dan plastik yang perlu waktu hingga ratusan tahun untuk bisa terurai. Belum lagi sex toys yang biasanya menggunakan baterai agar bisa berfungsi dengan baik.

Sampah-sampah dari pemakaian alat bantu seks inilah yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan. Fakta itu kemudian memunculkan tren tentang hubungan seks yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi bumi. Istilah populernya, 'eco-friendly sex'.

Sex toys and accessories on pink background. Flat layIlustrasi sex toys. Foto: Getty Images/iStockphoto/JuliaMikhaylova

Laporan Sex Trends 2022 oleh retailer produk seks Lovehoney Group mengungkap bahwa seks ramah lingkungan merupakan kunci dari tren di dunia kesehatan seksual tahun ini. Hal ini juga diperkuat dengan semakin banyaknya sex toys yang diciptakan dengan konsep ramah lingkungan.

Seperti dikutip dari Asia One, seks ramah lingkungan menitikberatkan pada produk-produk penunjang terbuat dari material yang bersahabat bagi Bumi. Misalnya saja sex toys berbahan baja yang tahan lama dan antikarat, sex toys dari kayu atau kaca. Ada pula lilin aromaterapi bebas parafin serta lubrikan vegan friendly yang bebas gliserin, petroleum atau paraben.

"Menurut saya seks ramah lingkungan perlu banyak dibahas secara menyeluruh. Tentu saja harus bisa mengurangi sampah, tapi juga berkelanjutan untuk kesehatan fisik, mental dan spiritual, di waktu bersamaan juga memikirkan tentang keberlangsungan lingkungan," ujar Kate Hall, penulis dan pengajar tentang lingkungan dari Auckland, Selandia Baru.

Collection of colorful condomsSelective focus; shallow DOFIlustrasi kondom. Foto: istock

Produk penunjang seks seperti cairan lubrikan kini juga ada versi yang ramah lingkungan. That Sassy Thing, brand kesehatan seksual, menjual cairan lubrikan dengan bahan utama lidah buaya yang bebas petroleum, wewangian dan paraben.

Mereka juga merilis minyak pijat mengandung minyak esensial seperti chamomile dan lavender. Produk tersebut dibuat tanpa menggunakan alkohol, phthalates, parabens, gliserin and pewarna buatan.

Alternatif lain ditawarkan Woodworker Prior yang memproduksi sex toys berbahan kayu. Mereka mengklaim produknya terbuat dari pohon yang ditanam dan ditebang secara bertanggungjawab dengan mengutamakan penanaman kembali, tanpa tebang pilih.

"Tidak seperti dildo plastik, limbah dari produksi sex toys kayu hanyalah debu dari kayu itu sendiri," ujar James Prior, pengrajin kayu dan pemilik Craving Wood.

"Sex toys kayu terasa sangat berbeda, karena bisa menyesuaikan dengan suhu hangat tubuh dan tidak pernah menjadi dingin."



Simak Video "Momen Kocak Kucing Ganggu Vinicius Jr saat Jumpa Pers"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)