Bintang Porno Ungkap 6 Kebohongan di Film, Jarang Terjadi di Dunia Nyata

Tim Wo - wolipop Senin, 06 Des 2021 21:18 WIB
Closeup side view of late 20s couple kissing in bed which probably leads to some love making. They are both still wearing pajamas and everything is decent. Foto: Istock
Jakarta -

Menonton film porno atau erotis bisa membantu pasangan suami-istri dapatkan gairah bercinta sebelum melakukan hubungan seks. Namun sebaiknya konten berbau pornografi tidak dijadikan patokan atau standar untuk mendapat kenikmatan maupun kepuasan seks.

Sejatinya film erotis adalah hasil dari sebuah proses produksi, di mana banyak orang terlibat di dalamnya. Mulai dari sutradara, penulis skenario, bintang film hingga editing. Selain itu juga ada dramatisasi agar tontonan tersebut lebih menarik disimak.

Kelley Cabbana, seorang bintang film erotis, mengatakan agar Anda sebaiknya tidak percaya seratus persen dengan apa yang disajikan di film bertema erotis. Salah-salah, pasangan bisa terjebak dalam fantasi yang berpotensi membuat hubungan seks dengan pasangan kurang bergairah.

"Wanita di film porno itu terlihat sangat cantik dan setiap posisi bercinta tampak sempurna. Mereka bahkan membuat seks oral tampak sangat mudah," kata Kelley yang sudah 10 tahun bekerja di industri film dewasa, seperti dikutip dari Huffington Post.

"Saya bisa bilang, saya juga dibohongi! Sejauh ini saya belum pernah melihat tubuh yang tanpa cela, stretchmark atau kulit yang benar-benar sempurna," tambahnya.

Selain Kelley, bintang film dewasa lain juga mengiyakan bahwa film porno adalah sebuah hiburan dengan banyak hal yang sengaja dilebih-lebihkan untuk keperluan hiburan semata. Ini 'kebohongan' yang ditampilkan film porno menurut pengakuan para bintang dewasa, seperti dilansir Huffington Post.

1. Suara Lenguhan yang Keras saat Wanita Orgasme

Lindsey Leigh, seorang bintang film dewasa mengatakan bahwa kebanyakan wanita tidak mengeluarkan suara lenguhan yang keras, seperti yang dipertontonkan dalam film porno. Menurutnya, akting wanita yang berteriak ketika orgasme atau berhubungan seks hanyalah dramatisasi.

"Suara saat orgasme yang keras tentu saja hanya dilebih-lebihkan. Saya senditi tidak pernah berteriak dan berpura-pura sejak usia 18 tahun dan mencoba menirukan seperti di video porno. Tidak ada wanita yang berteriak sekeras dan sedramatis itu," ujar Lindsey, yang sudah 11 tahun bekerja di industri film dewasa.

2. Tubuh Kurus, Bokong Besar Kebanyakan adalah Hasil Rekayasa

"Banyak orang mengira kamu harus punya badan sangat montok untuk bisa jadi bintang porno, dengan bokong indah dan bulat, tapi itu jauh dari kenyataan," ujar Jade Jordan, bintang porno yang sudah bekerja selama empat tahun.

Dia mengungkapkan produser film porno justru mencari aktris bertubuh ramping dengan bokong berukuran standar. Penampakan bokong besar dalam film hanyalah trik pengambilan kamera.

"Itulah sebabnya kenapa tidak banyak bintang porno bertubuh gemuk eksis di internet. Sebab faktanya perusahaan justru tidak terlalu banyak memilih wanita bertubuh besar. Dengan lensa kamera super-wide dan pengambilan angle yang tepat, siapa yang butuh operasi pengencangan bokong?" ujar Jade, menambahkan bahwa wanita bertubuh ramping dengan bokong sangat besar di film porno tidaklah sesuai dengan realita.

3. Posisi Seks Ekstrem Hanya Ada di Film

"Selama 10 tahun saya bercinta sebelum jadi bintang porno, saya tidak pernah melakukan posisi misionari berdiri, pile driver atau reverse cowgirl," kata Whitney Wright.

Dia menambahkan, "Film porno adalah dunia fantasi di mana semua teman saudaramu yang seksi selalu ingin bercinta, begitu pula wanita di tempat kerja, kampus dan pantai!"

4. Semua Bintang Porno Diberkati Tubuh Indah

"Tidak, tubuh kami tidaklah sempurna dan berotot setiap waktu. Kebanyakan aktor porno berlatih fisik dan menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka di gym," kata Luke Lomgly, bintang sekaligus produser film porno.

5. Semua Bintang Porno Menikmati Setiap Adegan Seks

Kenyataannya tidaklah begitu. Sering kali bintang film porno harus bertahan berjam-jam dengan posisi yang sama demi mendapatkan gambar sempurna sesuai keinginan sutradara. Pegal, nyeri hingga lecet sudah jadi hal biasa yang dialami para aktor dan aktris porno setelah syuting berakhir.

"Kamu kerja seharian dan berjam-jam untuk membuat video klip berdurasi 15 menit yang sempurna. Ada teknik seks oral yang harus dilatih. Melakukan adegan yang sama berulang-ulang dan dalam waktu lama benar-benar terjadi dan kamu akan pulang dengan rahang yang sakit," ungkap Kelly Cabbana yang berpengalaman di industri ini selama 10 tahun.

6. Semua Bintang Porno Selalu Punya Hasrat Seks Tinggi

"Ada hari-hari di mana kamu tidak ingin bercinta, hal itu benar terjadi, dan jika tidak hati-hati, pasangan kamu (di dunia nyata) tidak akan paham kenapa bisa begitu. Kami ini hanyalah manusia biasa dengan kehidupan biasa seperti orang-orang pada umumnya," pungkas Kelly.



Simak Video "Sultan! Viral Pernikahan dengan Mahar Mobil hingga Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)