Pria Perokok Sulit Puaskan Pasangan
wolipop
Jumat, 28 Apr 2006 16:34 WIB
Jakarta
-
Tujuan bercinta tentu saja untuk memperoleh kepuasan batin antara pasangan suami istri. Namun sebuah studi menyatakan seorang pria yang perokok berat terbukti tak bisa memuaskan pasangannya.Sejak dulu semua orang tahu bahwa rokok bisa memperpendek umur seseorang. Namun sebuah studi baru menunjukkan fakta yang sangat mengejutkan. Pasalnya tembakau yang banyak dihisap orang itu bisa membuat para pria tak bisa berereksi dengan sempurna.Sebuah penelitian membuktikan bahwa pria yang menghabiskan rokok sebungkus per hari mempunyai persentase sebesar 40% untuk mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi rokok."Merokok mempercepat kerja pembuluh arteri dan ini akan berisiko besar terhadap penyakit jantung. Rokok dapat merusak satu bagian pembuluh darah dalam tubuh sehingga ini akan mengganggu keseluruhan kerja pembuluh darah lainnya," ungkap Dr. David L. Katz direktur Prevention Research Center Universitas Kedokteran Yale seperti dilansir detikhot dari Ivillage, Jumat (28/4/2006).Penelitian ini dilakukan dengan seksama oleh sebuah kelompok Austalian Study of Health and Relationship. Mereka mengumpulkan data pada 8.400 orang dari usia 16 hingga 59 tahun.Satu dari sepuluh orang partisipan mengalami masalah ereksi selama beberapa bulan pada tahun terakhir ini. Lebih dari 25% dari para partisipan adalah perokok berat. Mereka pun rata-rata mengkonsumsi sebungkus rokok perharinya. Hanya 6% dari perokok itu yang mengaku bisa menghabiskan satu bungkus rokok untuk beberapa hari.Dibandingkan dengan non perokok, 24% pria yang menghabiskan rokok sebungkus setiap harinya, mengalami masalah ereksi. Sedangkan presentase pria yang menghabiskan rokok lebih dari satu bungkus lebih besar. Yaitu sekitar 39% sulit ereksi dengan sempurna.Hal ini pun berlaku pada pria yang telah memasuki usia senja ataupun menderita penyakit jantung. Dr. David mengatakan ancaman disfungsi ereksi ini mungkin akan membuat pria mulai mengurangi kebiasaan merokoknya."Kemungkinan pria tak akan berhenti merokok jika ancamannya hanya berupa kanker paru-paru atau serangan jantung. Tapi disfungsi ereksi akan membuat mereka takut. Akan sangat sulit untuk berhenti merokok, tapi akan lebih sulit lagi hidup penuh dengan konsekuensi yang diakibatkan oleh rokok," ujarnya.Penelitian dari Paris pun mendukung pernyataan ini. Seorang perokok berat tidak punya antioksidan yang cukup, terutama beta karotin. Sehingga perkembangan paru-parunya terhambat karena terhalang asap rokok yang diserap tubuh.Sejak bertahun-tahun yang lalu telah diketahui bahwa rokok menjadi penyebab utama munculnya penyakit paru-paru. Lebih lanjut lagi, seorang perokok berat terbukti memilki tekanan darah, kadar vitamin E dan beta karotin yang rendah dalam tubuhnya.Terpikirkah oleh Anda untuk mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi? Sekaranglah saatnya, sebelum pasangan Anda tak bisa mendapatkan kepuasan seks. (yla/)











































