Pakar Seks Klaim Tiap Minggu Bantu 500 Wanita Raih Orgasme dari Kelas Online

Hestianingsih - wolipop Selasa, 23 Mar 2021 19:30 WIB
ilustrasi pasangan orgasme Foto: Thinkstock
Jakarta -

Ky Hoyle merupakan seorang pengusaha yang sukses dengan bisnisnya. Dia menjadi pendiri toko seks pertama di Inggris bernama Sh! yang produk-produknya laris manis.

Namun pandemi virus Corona membuat bisnisnya jalan di tempat hingga harus tutup untuk sementara. Tak hilang akal, Ky Hoyle punya ide kreatif baru untuk mendatangkan uang saat usahanya hiatus.

Berbekal pengalaman dalam bidang seksualitas selama 30 tahun, ia pun membuka kelas seks online, yang tak disangka mendapat animo besar dari peserta. Kelas yang dibuat Ky Hoyle khusus membantu para wanita mencapai klimaks atau orgasme saat bercinta.

Kepada Daily Star, Ky Hoyle mengklaim kalau kelas berbayar nya itu sangatlah populer di kalangan wanita. Dirinya menyebutkan sedikitnya ada 500 wanita per minggu yang berhasil meraih orgasme berkat tips-tips bercinta yang diberikannya.

"Saat pandemi menyerang, kami harus tutup toko. Saya patah hati. Tapi sekarang kami membantu sekitar 500 wanita seminggu untuk meraih orgasme," katanya, seperti dikutip dari Mirror.

Peserta yang ikut kelas seks Ky datang dari berbagai belahan dunia. Tak hanya Inggris dan Eropa tapi juga Kolombia hingga Arab Saudi.

Ky Hoyle, pakar seks kelas online.Ky Hoyle, pakar seks kelas online. Foto: Instagram/@shush.life

Apa saja yang dibahas Ky Hoyle di kelas berbayar miliknya? Dia membicarakan berbagai hal terkait seksualitas mulai dari rangsangan, fantasi, dan lain sebagainya.

Ada satu pengalaman peserta yang membuat pakar seks ini terharu. Ia bercerita salah satu muridnya yang sudah menikah selama 25 tahun dan punya tiga anak, tapi baru merasakan orgasme untuk pertamakalinya, setelah mengikuti kelas seks Ky.

Menurut Ky, seks masih dianggap sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Tidak banyak orang yang pikirannya cukup terbuka mendiskusikan keintiman terutama wanita.

Oleh karena itu salah satu misinya mendirikan toko seks adalah memberikan edukasi agar wanita lebih percaya diri dan menemukan kenikmatan seksualnya sendiri.

"Saya mendirikan Sh! pada 1992 sebagai antidote industri seks yang selalu didominasi pria berpikiran jorok. Toko saya sudah 30 tahun berdiri tapi wanita masih harus berjuang selama berabad-abad untuk seksualitasnya sendiri," tuturnya.

"Kita masih berusaha tapi saya bangga dengan apa yang sudah dicapai," pungkas Ky.

(hst/hst)